Tampilkan postingan dengan label Kutowinangun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutowinangun. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 Juli 2018 - , , , , , , , 0 komentar

Selisih Waktu Indonesia dan Negara lain

Bumi terus mengalami revolusi dan rotasi. Pergerakan rotasi bumi atau kondisi bumi yang berputar menurut porosnya ini lah yang menyebabkan adanya perbedaan waktu siang dan malam di berbagai belahan bumi.
Artinya, jika pada suatu waktu di suatu negara sedang siang hari, maka di waktu yang bersamaan, di belahan bumi yang lain ada negara atau wilayah yang sedang mengalami malam hari. Waktu yang terjadi antara satu daerah dan daerah lain pun bisa berlainan karena kemunculan matahari yang berbeda akibat rotasi bumi ini.


Begitu pula dengan Indonesia. Pada satu negara Indonesia saja, antara satu daerah dan daerah lain bisa terjadi perbedaan waktu atau jam. Perbedaan waktu di Indonesia dikelompokkan dalam tiga wilayah, yakni wilayah Indonesia bagian barat, wilayah Indonesia bagian tengah dan wilayah Indonesia bagian timur.
Di masing lebih lambat (-) masing wilayah, dari barat ke timur, waktu berlangsung lebih cepat, dengan selisih satu jam. Artinya, pada area WIB atau waktu Indonesia barat sedang pukul 01.00, maka pada area WITA atau waktu Indonesia tengah sudah pukul 02.00, sementara pada area WIT atau waktu Indonesia timur sudah pukul 03.00.
Lalu, bagaimana dengan perbedaan waktu Indonesia dengan negara lebih lambat (-) negara lain di dunia? Ada pula perbedaan waktu Indonesia dan dunia yang terjadi. Ada daerah yang mengalami waktu lebih cepat, ada pula yang lebih lambat.
Agar lebih jelas, berikut ini terdapat daftar selisih perbedaan waktu Indonesia dan negara lain di dunia secara lengkap yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Penulisan yang disampaikan adalah untuk perhitungan selisih jam dan menit. Berarti, untuk (-) 01.00 artinya selisih 1 jam lebih lambat dari waktu di Indonesia. Dan untuk (+) 01.30 berarti selisih 1 jam dan 30 menit lebih cepat dari waktu di Indonesia.
Perbedaan waktu Indonesia dan negara Asia
  • Afghanistan lebih lambat (-) 02.30,
  • Bangladesh lebih lambat (-) 01.00,
  • Bhutan lebih lambat (-) 01.00,
  • Brunei Darussalam lebih cepat (+) 01.00,
  • Cina lebih cepat (+) 01.00,
  • Filipina lebih cepat (+) 01.00,
  • Hong Kong lebih cepat (+) 01.00,
  • India lebih lambat (-) 01.30,
  • Jepang lebih cepat (+) 02.00,
  • Kamboja lebih cepat (+) 00.00,
  • Korea Selatan lebih cepat (+) 02.00,
  • Korea Utara lebih cepat (+) 02.00,
  • Laos lebih cepat (+) 00.00,
  • Laut Cina Selatan lebih cepat (+) 01.00,
  • Makau lebih cepat (+) 01.00,
  • Maladewa lebih lambat (-) 02.00,
  • Malaysia lebih cepat (+) 01.00,
  • Mongolia lebih cepat (+) 01.00,
  • Myanmar lebih lambat (-) 00.30,
  • Nepal lebih lambat (-) 01.15,
  • Pakistan lebih lambat (-) 02.00,
  • Principality of New Pacific lebih cepat (+) 01.00,
  • Singapura lebih cepat (+) 01.00,
  • Sri Lanka lebih lambat (-) 01.30,
  • Taiwan lebih cepat (+) 01.00,
  • Thailand lebih cepat (+) 00.00,
  • Timor Leste lebih cepat (+) 02.00,
  • Vietnam lebih cepat (+) 00.00.
Perbedaan waktu Indonesia dan negara Timur Tengah
  • Arab Saudi lebih lambat (-) 04.00,
  • Bahrain lebih lambat (-) 04.00,
  • Irak lebih lambat (-) 04.00,
  • Iran lebih lambat (-) 03.30,
  • Israel lebih lambat (-) 05.00,
  • Kuwait lebih lambat (-) 04.00,
  • Lebanon lebih lambat (-) 04.00,
  • Oman lebih lambat (-) 03.00,
  • Palestina lebih lambat (-) 04.00,
  • Qatar lebih lambat (-) 04.00,
  • Suriah lebih lambat (-) 04.00,
  • Uni Emirat Arab lebih lambat (-) 03.00,
  • Yaman lebih lambat (-) 04.00,
  • Yordania lebih lambat (-) 04.00.
Perbedaan waktu Indonesia dan negara Afrika
  • Afrika Selatan lebih lambat (-) 05.00,
  • Aljazair lebih lambat (-) 06.00,
  • Angola lebih lambat (-) 05.00,
  • Burundi lebih lambat (-) 05.00,
  • Etiopia lebih lambat (-) 05.00,
  • Gabon lebih lambat (-) 05.00,
  • Gambia lebih lambat (-) 05.00,
  • Ghana lebih lambat (-) 05.00,
  • Jibouti lebih lambat (-) 05.00,
  • Kamerun lebih lambat (-) 05.00,
  • Kenya lebih lambat (-) 05.00,
  • Komoro lebih lambat (-) 05.00,
  • Liberia lebih lambat (-) 05.00,
  • Libya lebih lambat (-) 05.00,
  • Madagaskar lebih lambat (-) 05.00,
  • Malawi lebih lambat (-) 05.00,
  • Mali lebih lambat (-) 05.00,
  • Maroko lebih lambat (-) 05.00,
  • Mesir lebih lambat (-) 05.00,
  • Mozambik lebih lambat (-) 05.00,
  • Nigeria lebih lambat (-) 05.00,
  • Pantai Gading lebih lambat (-) 05.00,
  • Republik Afrika Tengah lebih lambat (-) 05.00,
  • Republik Demokratik Kongo lebih lambat (-) 05.00,
  • Rwanda lebih lambat (-) 05.00,
  • Sahara Barat lebih lambat (-) 05.00,
  • Senegal lebih lambat (-) 05.00,
  • Somalia lebih lambat (-) 05.00,
  • Sudan lebih lambat (-) 05.00,
  • Swaziland lebih lambat (-) 05.00,
  • Tanzania lebih lambat (-) 05.00,
  • Togo lebih lambat (-) 05.00,
  • Tunisia lebih lambat (-) 05.00,
  • Uganda lebih lambat (-) 05.00,
  • Zambia lebih lambat (-) 05.00,
  • Zimbabwe lebih lambat (-) 05.00.
Perbedaan waktu Indonesia dan negara Eropa
  • Albania lebih lambat (-) 05.00,
  • Austria lebih lambat (-) 05.00,
  • Belanda lebih lambat (-) 05.00,
  • Belgia lebih lambat (-) 05.00,
  • Bosnialebih lambat (-) Hercegovina lebih lambat (-) 05.00,
  • Britania Raya lebih lambat (-) 06.00,
  • Bulgaria lebih lambat (-) 04.00,
  • Denmark lebih lambat (-) 05.00,
  • Finlandia lebih lambat (-) 04.00,
  • Hongaria lebih lambat (-) 05.00,
  • Irlandia lebih lambat (-) 06.00,
  • Islandia lebih lambat (-) 07.00,
  • Italia lebih lambat (-) 05.00,
  • Jerman lebih lambat (-) 05.00,
  • Kroasia lebih lambat (-) 05.00,
  • Luksemburg lebih lambat (-) 05.00,
  • Malta lebih lambat (-) 05.00,
  • Monako lebih lambat (-) 05.00,
  • Norwegia lebih lambat (-) 05.00,
  • Perancis lebih lambat (-) 05.00,
  • Polandia lebih lambat (-) 05.00,
  • Portugal lebih lambat (-) 06.00,
  • Republik Ceko lebih lambat (-) 05.00,
  • Rumania lebih lambat (-) 04.00,
  • Serbia lebih lambat (-) 05.00,
  • Slovenia lebih lambat (-) 05.00,
  • Slowakia lebih lambat (-) 05.00,
  • Spanyol lebih lambat (-) 05.00,
  • Swedia lebih lambat (-) 05.00,
  • Swiss lebih lambat (-) 05.00,
  • Vatikan lebih lambat (-) 05.00,
  • Yunani lebih lambat (-) 04.00.
Perbedaan waktu Indonesia dan negara Amerika

  • Belize lebih lambat (-) 13.00,
  • El Salvador lebih lambat (-) 13.00,
  • Honduras lebih lambat (-) 13.00,
  • Kosta Rika lebih lambat (-) 13.00,
  • Nikaragua lebih lambat (-) 13.00,
  • Panama lebih lambat (-) 12.00,
  • Argentina lebih lambat (-) 10.00,
  • Bolivia lebih lambat (-) 11.00,
  • Brasil lebih lambat (-) 10.00,
  • Chili lebih lambat (-) 10.00,
  • Ekuador lebih lambat (-) 12.00,
  • Guyana Perancis lebih lambat (-) 10.00,
  • Kolombia lebih lambat (-) 12.00,
  • Paraguay lebih lambat (-) 10.00,
  • Peru lebih lambat (-) 12.00,
  • Suriname lebih lambat (-) 10.00,
  • Uruguay lebih lambat (-) 09.00,
  • Venezuela lebih lambat (-) 11.30,
  • Amerika Serikat lebih lambat (-) 11.00,
  • Bermuda lebih lambat (-) 10.00,
  • Kanada lebih lambat (-) 12.00,
  • Meksiko lebih lambat (-) 12.00.
Selasa, 02 Agustus 2016 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Ebiet G Ade

Ebiet G Ade, nama aslinya Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far 1954, lahir di Wanadadi, Banjarnegara. Semasa muda merantau ke Yogyakarta dan disana ia banyak bergumul dengan seniman seniman Yogya saat itu.
Tahun tahun pergumulannya di Malioboro adalah antara tahun 1971 sampai dengan 1979, ia amat menyukai puisi tapi ia tidak bisa seperti WS Rendra yang mampu membaca puisi dengan daya getar yang tinggi, Ebit G Ade membaca puisi dengan petikan gitar disaat itulah ia menemukan daya hidup puisi yang ia tulis...
Ebiet G Ade, bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib sejak muda, mereka berdua adalah dedengkot Malioboro dibawah kekuatan mistikal narasi Umbu Landu Paranggi, Ebiet memilih jalan hidupnya sebagai penyanyi...
Dan ia besar jadi penyanyi, awalnya ia banyak menulis lagu tentang penderitaan dan bencana, Di bulan Juni 1978, ia menulis " Berita Kepada Kawan " setelah bencana gas beracun di Dataran Tinggi Dieng. Pada tahun 1981, ia menulis " Sebuah Tragedi 1981 " mengenai tenggelamnya KMP Tampomas II di Kepulauan Masalembu. Setelah letusan Gunung Galunggung pada 1982, ia menulis " Untuk Kita Renungkan ". Lagu " Masih Ada Waktu " juga didasarkan saat kejadian kecelakaan kereta api Bintaro.
Ada juga lagu kenangan yang membuat hati selalu gemetar bila mendengar lagu Ebiet seperti lagu : "Titip Rindu Buat Ayah" lagu lagu Ebiet G Ade amat populer di tahun 80-an, bahkan sampai saat ini masih banyak orang menyanyikannya.
Nama Ebiet dari gurunya, saat itu ia kursus bahasa Inggris, kebetulan gurunya adalah native speaker dari Inggris yang memanggilnya Ebiet dari Abid, biasalah orang Inggris kan bilang A jadi E, disinilah nama Ebiet bermula, begitu juga dengan kata A ADE, singkatan dari Ghoffar dan ADE kependekan dari nama ayahnya Aboe Dja'far...
Rumah Ebiet ada di Ciganjur dan menghadap taman DKI Tabebuya yang indah, rumahnya pas turunan Herman Susilo dan di tahun 80-an, rumah ebiet kerap jadi seruan kenek Mikrolet M 20, "Ebiet...ebiet... kiri"
Lagu lagu Ebiet amat puitis, karena memang bila ia mencipta lagu, biasanya ia menulis puisi dulu lalu diramu dengan petikan gitar.
Kalimat lagu lagunya amat puitis, seperti kata ini :
Ijinkanlah ku kecup keningmu
bukan hanya ada di dalam angan
esok pagi, kau buka jendela
'kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu, aku mulai bosan
bercumbu dengan bayang-bayang
bantulah aku temukan diri,
menyambut pagi, membuang sepi...

Ebiet G Ade

Ebiet G Ade, nama aslinya Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far 1954, lahir di Wanadadi, Banjarnegara. Semasa muda merantau ke Yogyakarta dan disana ia banyak bergumul dengan seniman seniman Yogya saat itu.
Tahun tahun pergumulannya di Malioboro adalah antara tahun 1971 sampai dengan 1979, ia amat menyukai puisi tapi ia tidak bisa seperti WS Rendra yang mampu membaca puisi dengan daya getar yang tinggi, Ebit G Ade membaca puisi dengan petikan gitar disaat itulah ia menemukan daya hidup puisi yang ia tulis...
Ebiet G Ade, bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib sejak muda, mereka berdua adalah dedengkot Malioboro dibawah kekuatan mistikal narasi Umbu Landu Paranggi, Ebiet memilih jalan hidupnya sebagai penyanyi...
Dan ia besar jadi penyanyi, awalnya ia banyak menulis lagu tentang penderitaan dan bencana, Di bulan Juni 1978, ia menulis " Berita Kepada Kawan " setelah bencana gas beracun di Dataran Tinggi Dieng. Pada tahun 1981, ia menulis " Sebuah Tragedi 1981 " mengenai tenggelamnya KMP Tampomas II di Kepulauan Masalembu. Setelah letusan Gunung Galunggung pada 1982, ia menulis " Untuk Kita Renungkan ". Lagu " Masih Ada Waktu " juga didasarkan saat kejadian kecelakaan kereta api Bintaro.
Ada juga lagu kenangan yang membuat hati selalu gemetar bila mendengar lagu Ebiet seperti lagu : "Titip Rindu Buat Ayah" lagu lagu Ebiet G Ade amat populer di tahun 80-an, bahkan sampai saat ini masih banyak orang menyanyikannya.
Nama Ebiet dari gurunya, saat itu ia kursus bahasa Inggris, kebetulan gurunya adalah native speaker dari Inggris yang memanggilnya Ebiet dari Abid, biasalah orang Inggris kan bilang A jadi E, disinilah nama Ebiet bermula, begitu juga dengan kata A ADE, singkatan dari Ghoffar dan ADE kependekan dari nama ayahnya Aboe Dja'far...
Rumah Ebiet ada di Ciganjur dan menghadap taman DKI Tabebuya yang indah, rumahnya pas turunan Herman Susilo dan di tahun 80-an, rumah ebiet kerap jadi seruan kenek Mikrolet M 20, "Ebiet...ebiet... kiri"
Lagu lagu Ebiet amat puitis, karena memang bila ia mencipta lagu, biasanya ia menulis puisi dulu lalu diramu dengan petikan gitar.
Kalimat lagu lagunya amat puitis, seperti kata ini :
Ijinkanlah ku kecup keningmu
bukan hanya ada di dalam angan
esok pagi, kau buka jendela
'kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu, aku mulai bosan
bercumbu dengan bayang-bayang
bantulah aku temukan diri,
menyambut pagi, membuang sepi...
Senin, 18 Juli 2016 - , , , , , , , , 0 komentar

perluas wawasan kita

 Ippho Santosa:

Perluas wawasan kita. Buka pikiran kita. Kalau binatang saja dijamin rezekinya, apalagi manusia, apalagi orang beriman! Padahal binatang nggak pernah sekolah, nggak pernah kuliah! Hehehe.

Kebanyakan kita, punya uang dulu, baru yakin. Nggak punya uang, nggak yakin. Ngawur itu. Makanya selalu keteteran uang. Nggak datang-datang uangnya, hehe. Lha, harusnya? Yah, yakin dulu. Sekali lagi, yakin dulu.

Terkait pemafkahan, bukan rezeki yang kurang. Mungkin keyakinan dan ikhtiar yang kurang. Akhirnya uang yang disalahkan dan dipermasalahkan. Ini menyesatkan.

Nah, yang tadi itu soal rezeki. Sekarang soal impian. Percayalah, nggak ada impian yang terlalu besar bagi-Nya. Beneran, nggak ada. Lebih baik perbesar saja keyakinan kita, ikhtiar kita, dan amal kita. Iringi pula impian yang besar itu dengan tawakal yang besar.

Belakangan ini saya sering diundang oleh sejumlah kementerian. Saya pun diminta bicara soal akselerasi dalam organisasi. Di hadapan peserta saya sampaikan, itu bukanlah impian yang muluk-muluk. Sebaliknya, itu mungkin saja terjadi. Sangat mungkin.

Selain itu, terkait mengikhtiarkan impian, ingatlah pesan ini: Jaga impianmu, jangan biarkan layu. Perjuangkan impianmu, jangan pernah jemu. Tabur, rawat, tuai. Sebaiknya, itulah sikap pamungkas kita terhadap mengikhtiarkan impian.

Dan tak usah risih kalau impianmu berbeda dengan orang lain atau tidak dianggap sama orang lain. Yang penting, dirimu bahagia, keluargamu bahagia, dan Tuhan-mu ridha. Cukup. Iya tho? Membanding-bandingkan impian, hanya akan mengurangi bahagiamu.

Terakhir, sebesar-besarnya impianmu, setinggi-tingginya impianmu, bawalah 'serendah-rendahnya' dalam sujud. Syukur-syukur dalam tahajud. Insya Allah terwujud, membuatmu terkejut.
http://uby2016.blogspot.co.id/2016/07/perluas-wawasan-kita.html

Hancurkan Riba

dibawah ini adalah berita yang sangat menggembirakan, tinggal dikawal saja, utk manajemen dan pengawasannya
 
MAJALAHBERITA.COM – Serius Lawan Rentenir dan Riba, Ridwan Kamil Beri Pinjaman Tanpa Bunga untuk UKM Bandung. Ridwan Kamil tampaknya tidak main main dalam melawan praktek riba atau rentenir di daerah Bandung dan sekitarnya. Hal tersebut dapat dilihat dari keseriusannya dalam mengelola pinjaman untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).
Melalui akun facebooknya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pihaknya akan menggelontorkan dana pinjaman hingga 32 miliar untuk para UKM.
Tidak main-main, pinjaman yang diberikan oleh Ridwan Kamil tanpa bunga alias tanpa riba. Para peminjam hanya diwajibkan membayar biaya administrasi saja.
“Dengan semangat ekonomi kerakyatan kreatif, Pemkot Bandung mulai tahun ini akan menggelontorkan pinjaman modal usaha (nyaris tanpa bunga-hanya untuk biaya administrasi/operasional) sebesar total 32 Milyar untuk dipakai sebagai modal usaha Menengah dan Kecil di bidang ekonomi kreatif (kuliner, fashion dll).” tulisnya melalui akun facebook.
Menurut Ridwan Kamil, program ini merupakan program khusus untuk melawan para rentenir yang dianggapnya sudah merusak tatanan ekonomi di Kota Kembang.
“Program ini juga dilahirkan untuk melawan rentenir yang merusak sistem ekonomi warga Bandung. Dana ini akan dikelola oleh BPR Kota Bandung. Februari akan kita launching. Mari jadi wirausahawan, karena mereka ini adalah pahlawan ekonomi. Mari semangat.” tutupnya.
http://www.majalahberita.com/berita-nasional/politik/serius-lawan-rentenir-dan-riba-ridwan-kamil-beri-pinjaman-tanpa-bunga-untuk-ukm-bandung/6799
Sabtu, 03 Januari 2015 - , , , , , , , , , , , , 0 komentar

passport, mengawali tahun 2015

tahun 2014 saya bertekad untuk membuat passport, dan itu aku niatkan waktu masih kerja di Solo, April 2014 mutasi kerja ke Kebumen, dan teman-teman komunitas sangat memotivasi untuk melaksanakan ibadah Umroh BackPacker (UBP2014) dan di kantor yang baru, ternyata ada teman yang ikut rombongan UBP2014
setelah baca-baca di mbah google.com dan share cerita teman-teman, akhirnya aku bulatkan tekad untuk registrasi via online, klik disini kemudian mengikuti petunjuk dan pengisian biodata, maka ada email masuk untuk konfirmasi data, setelah dicetak kemudian meluncur ke BNI untuk pembayaran sebesar Rp 355ribu plus Rp 5rb untuk biaya, langkah selanjutnya konfirmasi pembayaran via online untuk penjadwalan pengambilan foto dan biometrik, diambil 10 sidik jari kedua tangan..
tanggal 22 Desember 2014 meluncur ke Kantor Imigrasi II Cilacap, berkas0-berkas yang harus disiapkan adalah fotokopi KK,KTP,Akte Kelahiran/Ijazah terakhir dengan ukuran kwarto atau A4 serta meterai Rp 6ribu, berkas bawa asli dan fotokopi, kemudian mengambil nomer antrian, untuk pengambilan foto wajah dan biometrik.
setelah semua selesai, sesuai SOP (standar operating procedure) maka passport jadi dalam waktu 3 hari kerja, isteriku tersayang Barokahtun Alfiah dan ananda Inas Amirah Hasna mengambil passport yang sudah jadi tanggal 2 Januari 2015, passport berlaku selama 5 tahun sampai dengan tanggal 22 Desember 2019.

dan saya berharap passport ini digunakan pertama kali untuk berkunjung dalam rangka Haji dan Umroh bersama keluarga dan kedua orang tua, semoga Alloh Ta'ala mengabulkan doa dan hajat ini, amin ya robbal 'alamin
Minggu, 07 Desember 2014 - , , , , , , , , , , , , 0 komentar

Laporan akhir tahun 2014

Jazakalloh untuk semua partisipasi,kontribusi,doa dan donasi untuk Yayasan At Thoyyibah sehingga telah melakukan beberapa kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, semoga amal kebajikan kita semua mendapatkan balasan yang berlipat-lipat dari Alloh Ta'ala, amin ya robbal 'alamin
antara lain:
  1. Sedekah Sarung dan Mukena serta Alquran
  2. Pemasangan Keramik dan Pengecatan Mushola
  3. Bantuan Sarana dan Prasarana Usaha Pemulung
  4. PAUD GRATIS
  5. Perpustakaan Desa 
  6. Pelatihan Komputer untuk Anak-anak dan Guru
  7. Insentif untuk Tenaga Pengajar TPA//TK/Ustadz 
  8. Beasiswa Murid Madratsah Tsanawiyah
  9. Aksi Peduli Sekolah 
  10. Renovasi Masjid 
  11. Bantuan Biaya Berobat
  12. dan lainnya.
Bapak dan Ibu yang berminat untuk DONASI bisa menghubungi:
Yayasan At Thoyyibah
Jalan Nusa Indah 536 Maoslor, Maos, Cilacap-53272
HP.085693772077
Rekening Mandiri-1390002077760 a.n. Syarif Thoyib
Rekening BCA-0960355253 a.n. Syarif Thoyib 

semua Cabang Cilacap



Proposal Sekolah Sepak Bola (SSB) At Thoyyibah



Proposal Pendirian SSB At Thoyyibah


1.1     Pendahuluan
Pemerintah Indonesia mempunyai suatu keinginan untuk menyelamatkan generasi muda usia dini agar terhindar dari bahaya Narkotika, Obat-obatan terlarang, dan kenakalan remaja. Berbagai cara dan kegiatan, telah dilakukan oleh pemerintah dan juga masyarakat agar keinginan tersebut bisa dilaksanakan.
Satu dari banyaknya cara yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat adalah dengan mendirikan sarana olahraga dan juga pra sarananya. Harapannya adalah agar generasi muda Indonesia memanfaatkan waktu kosong yang dimilikinya dengan berolahraga. Selain bisa membuat tubuh menjadi sehat, olahraga juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi mereka yang mempunyai kemampuan dalam satu cabang olahraga.
Niat baik pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba dan perbuatan yang tidak baik lainnya, juga harus mendapatkan dukungan dari masyarakat dengan cara berperan aktif untuk mengikuti program yang dilaksanakan oleh pemerintah atau menyelenggarakan kegiatan yang tidak bergantung kepada pemerintah. Satu upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan mendirikan Sekolah Sepak Bola.
Sekolah sepak bola merupakan sarana yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang masih berusia muda untuk berlatih sepak bola. Di sekolah sepak bola, biasanya peserta didik dibagi kedalam tiga kelompok umur yaitu U-10 tahun, U-15 tahun, dan U-18 tahun. Setiap kelompok umur memiliki kurikulum yang berbeda. Kelompok umur U-10 tahun biasanya diberikan materi bermain sepak bola yang membuat mereka menjadi senang. Kelompok umur U-15 tahun, diberikan materi tentang teknik dasar bermain sepak bola. Sedangkan kelompok umur U-18 tahun, diberikan materi mengenai teknik dasar dan etika dalam bermain sepak bola.
Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Yayasan At Thoyyibah mempunyai niat untuk mendirikan sekolah sepak bola. Sekolah sepak bola ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi generasi muda usia dini agar mencintai permainan sepak bola, berlatih teknik dasar bermain sepak bola, serta memahami etika dan sportifitas dalam bermain sepak bola. Selain itu, sekolah sepak bola ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda yang selama ini bermain sepak bola, namun tidak mempunyai kesempatan untuk mengikuti kompetisi agar bisa mengikuti kompetisi.
Oleh karena itu, atas dasar kepedulian terhadap generasi muda usia dini dan membantu mewujudkan program  pemerintah Indonesia seperti yang telah disebutkan sebelumya, maka kami mengajak Bapak/Ibu untuk ikut berkontribusi dalam pendirian sekolah Sepak Bola At Thoyyibah ini. Kontribusi tersebut bisa dalam bentuk dana atau perlengkapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembinaan generasi muda usia dini ini.
1.2     Dasar Pemikiran
1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dimana Jalur pendidkan di luar sekolah mempunyai kedudukan yang sama dengan dalam sekolah saling mengisi dan saling melengkapi sehingga tidak terjadi ketimpangan.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 1991 tentang pendidikan luar sekolah dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 1991 tentang keinginan pemerintah untuk tetap mengakui keberadaan Pendidikan luar sekolah.
3. Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1999 tentang Arah kebijaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu, dan menyeluruh, melalui berbagai upaya pro aktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lingkungan sesuai dengan potensinya.
4. Pendidikan merupakan hak Yayasan negara, baik formal atau non formal.
1.3     Tujuan
 1. Memberikan wadah bagi generasi muda usia dini untuk bermain dan mencintai sepak bola serta mengembangkan kemampuan yang dimilikinya dan memiliki pemahaman spiritual yang sangat baik.
2. Menghindarkan generasi muda usia dini dari bahaya penggunaan Narkotika, Obat-0batan terlarang, serta kegiatan yang tidak bermanfaat lainnya.
3.  Menghasilkan pemain sepak bola professional yang bisa memperkuat Tim Nasional Indonesia dalam pertandingan-pertandingan resmi sehingga memberikan rasa bangga bagi masyarakat di daerah dan bangsa Indonesia.
1.4     Sasaran Peserta
1. Generasi muda usia dini yang berusia dibawah 10 tahun.
2. Remaja yang berusia 11 tahun dan berada dibawah 15 tahun.
3. Remaja yang berusia 16 tahun dan berada dibawah 18 tahun

1.5     Target Peserta Didik
Target dari pelaksanaan pendidikan di sekolah sepak bola ini yaitu sebanyak enam puluh orang dimana masing-masing kelompok umur berisi dua puluh orang pemain.

1.6     Tempat Pelaksanaan
Lapangan Desa Maoslor, Maos, Clacap

1.7     Struktur Kepengurusan
          1.    Pembina                 :         1.    Ketua RW.10 Desa Maoslor
                                                           2.    Ketua RW.11 Desa Maoslor
                                                              
          2.    Ketua                       :         Syarif Thoyib
          3.    Sekretaris              :         Adis Sobri
          4.    Bendahara             :        Itmam Munawir Zarkasyi
          5.    Perlengkapan       :         Jabbet Hamdan
          6.    Pelatih                     :         Aris Suryono
         
1.8     Bantuan yang Diharapkan
1. Rencana Anggaran Biaya
Adapun bantuan yang diharapkan yaitu dana yang akan digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah Sepak Bola At Thoyyibah atau perlengkapan yang akan digunakan oleh peserta didik di Sekolah Sepak Bola At Thoyyibah seperti yang terdapat pada tabel dibawah ini.
NO.
Nama Barang
Harga
Unit
Total
1.
Pembersihan Lapangan
500.000
-
   500.000
2.
Bola Ukuran 4
200.000
10
2.000.000
3.
Cone
  50.000
24
1.200.000
4.
Gawang Rintang
250.000
4
1.000.000
5.
Jaring Gawang
100.000
2
   200.000
7.
Rompi
  50.000
24
1.200.000
9.
Bambu Untuk Gawang
100.000
10
1.000.000
11.
Pendaftaran SSB
400.000
-
   400.000
TOTAL
7.500.000
2. Anggaran Tersedia
NO.
Nama Barang
Harga
Jumlah
Total
1.
Pendaftaran Peserta
  15.000
60
   900.000
2.
Dana Pengurus
600.000
-
   600.000
TOTAL
1.500.000

3. Kekurangan Anggaran
Kekurangan anggaran dana yang diperlukan untuk pendirian Sekolah Sepak Bola At Thoyyibah ini yaitu sebesar Rp. 6.000.000 (Enam Juta Rupiah).
Bantuan bisa diberikan secara langsung kepada Pengurus SSB At Thoyyibah atau bisa juga melalui Bank Mandiri Cabang Cilacap - 1390002077760 dan  BCA Cabang Cilacap – 0960355253 atas nama Syarif Thoyib. Selain itu, bisa juga menghubungi Oyong Hairudin di nomor handphone 0856-93772077 dan e-mail dengan alamat syarif.thoyib@gmail.com.
1.9     Penutup
Demikian atas perhatian dan bantuannya, saya ucapkan terima kasih

Sekolah Sepak Bola At Thoyyibah

Syarif Thoyib
KETUA