Tampilkan postingan dengan label at thoyyibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label at thoyyibah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Mei 2018 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Sedekah Umroh Gratis

Program Umroh Gratis
Untuk memberikan penghargaan atas kontribusi para Imam/Marbot Masjid/Mushola, selaku admin Grup Umroh Hemat,  saya membuat Program Umroh Gratis,  dengan estimasi Biaya Rp 25juta (Paket Umroh Full Service)
Semisal kita patungan minimal Rp 100ribu,  maka dibutuhkan 250 donatur,  bagi yang berminat bisa menambahkan kode unik 99. Sebagai contoh donasi 100rb,  maka bisa transfer sejumlah Rp 100.099, ke rekening:
Mandiri-1390002077760
BCA-0960355253
Atas nama Syarif Thoyib
Konfirmasi - 085693772077

Rabu, 15 November 2017 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Umroh Plus Kairo April 2018

Bismillah....
Dibuka pendaftaran umroh plus Mesir dan Alexandria. Akhir April 2018. Estimasi All in 20jt.
Promo seat terbatas.
Tau dong cantiknya kota Alexandria, ziarah ke makam, pyramid of giza, masjid Al Azhar dll. Jangan lewatkan kesempatan beribadah sambil berwisata ke negara seribu menara. Fast respond via WA, sebelum tiket naik. Hubungi WA Syarif Thoyib WA-085693772077
Fasilitas :
1. Tiket PP
2. Visa Arab Normal + Visa Mesir
3. Hotel
4. Bus Wisata
5. Makan 3x sehari
6. Zamzam 5 liter
7. Muthawwif
8. Muthawwifah ke Raudhah
9. Name Tag, gelang dan Buku Panduan Umroh
10. Manasik Umroh

Tidak termasuk :
- Biaya pembuatan passport, suntik meningitis, handling bandara dan biaya surat mahrom bagi wanita yang bepergian sendiri usia dibawah 45 tahun.
HARGA TIKET SEWAKTU-WAKTU BERUBAH
Senin, 04 September 2017 - , , , , , , , 0 komentar

Ada Apa dengan Usia 40 Tahun?

jelang #40
https://www.youtube.com/watch?v=kRCYssa0tyo
========================================
QS Ahkaf(46) ayat 15
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Selasa, 20 September 2016 - , , , , , , , 0 komentar

buku SaptuAri PROMO


PAKET BUKU SAPTUARI SUGIHARTO
Yaak... #SeptemberRUN kita lanjutkan
Produk baru ini berupa Paket Buku Saptuari Sugiharto
Bundle buku 'Kembali Ke Titik Nol' dan 'Berani Jadi Taubaters'
Bedanya apa dengan beli satuan?
- Yang jelas dapet 2 buku, namanya juga paket, hehe
- Harga lebih murah
- Ada bonus tambahan
Paket Buku Saptuari Sugiharto
Harga Normal : 256.000
Harga Paket : 198.000
Hemat : 58.000
Bonus Paket :
- Video Hidup dalam Ilusi Riba
- Video Berani Jadi Taubaters
- Video Inspirasi Bebas Riba Saptuari Sugiharto
- Video Talk Show Cara Melunasi Hutang Bank
Temen-temen sudah bisa mulai promosi dari sekarang
Produk paket ini sudah available di web Billionaire Store
Dan berlaku seterusnya,
Jadi bukan promo sesaat
info.085693772077
Kamis, 11 Agustus 2016 - , , , , , , , , , , 0 komentar

FANTASTIS! Berkat Kecintaannya Pada Qur’an, Wanita ini BANGKIT.

 
“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.
Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.
“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Al Quran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.
Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”
Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.
Semasa hidupnya, selain mengajar masyarakat awam, Kiai Soleh Darat juga aktif mengisi pengajian di kalangan priyayi. Di antara jamaah pengajiannya adalah Raden Ajeng Kartini, anak Bupati Jepara.
RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur’an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Akhirnya Kiai Shaleh Darat menentang larangan ini.
Selesai, kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an itu diberi nama Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur’an. Tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Jilid pertama yang terdiri dari 13 juz. Mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim.
Kitab itu dihadiahkannya kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat, Bupati Rembang. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.
Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan: “Selama ini al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”
Melalui kitab itu pula Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya. Yaitu Surat Al-Baqarah ayat 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minadh-Dhulumaati ilan Nuur).
Kartini terkesan dengan kalimat Minadh-Dhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya.
Kisah ini sahih, dinukil dari Prof KH Musa al-Mahfudz Yogyakarta, dari Kiai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kiai Soleh Darat.
Luar biasa bukan?? Wujud cinta R.A Kartini pada Al Qur’an Terwujudkan dalam tulisannya “habis gelap terbitlah terang”... Apa yang akan Anak-Anak Anda lahirkan jika mereka bisa mencintai Al Qur’an Sedalam itu??
Selasa, 02 Agustus 2016 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Ebiet G Ade

Ebiet G Ade, nama aslinya Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far 1954, lahir di Wanadadi, Banjarnegara. Semasa muda merantau ke Yogyakarta dan disana ia banyak bergumul dengan seniman seniman Yogya saat itu.
Tahun tahun pergumulannya di Malioboro adalah antara tahun 1971 sampai dengan 1979, ia amat menyukai puisi tapi ia tidak bisa seperti WS Rendra yang mampu membaca puisi dengan daya getar yang tinggi, Ebit G Ade membaca puisi dengan petikan gitar disaat itulah ia menemukan daya hidup puisi yang ia tulis...
Ebiet G Ade, bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib sejak muda, mereka berdua adalah dedengkot Malioboro dibawah kekuatan mistikal narasi Umbu Landu Paranggi, Ebiet memilih jalan hidupnya sebagai penyanyi...
Dan ia besar jadi penyanyi, awalnya ia banyak menulis lagu tentang penderitaan dan bencana, Di bulan Juni 1978, ia menulis " Berita Kepada Kawan " setelah bencana gas beracun di Dataran Tinggi Dieng. Pada tahun 1981, ia menulis " Sebuah Tragedi 1981 " mengenai tenggelamnya KMP Tampomas II di Kepulauan Masalembu. Setelah letusan Gunung Galunggung pada 1982, ia menulis " Untuk Kita Renungkan ". Lagu " Masih Ada Waktu " juga didasarkan saat kejadian kecelakaan kereta api Bintaro.
Ada juga lagu kenangan yang membuat hati selalu gemetar bila mendengar lagu Ebiet seperti lagu : "Titip Rindu Buat Ayah" lagu lagu Ebiet G Ade amat populer di tahun 80-an, bahkan sampai saat ini masih banyak orang menyanyikannya.
Nama Ebiet dari gurunya, saat itu ia kursus bahasa Inggris, kebetulan gurunya adalah native speaker dari Inggris yang memanggilnya Ebiet dari Abid, biasalah orang Inggris kan bilang A jadi E, disinilah nama Ebiet bermula, begitu juga dengan kata A ADE, singkatan dari Ghoffar dan ADE kependekan dari nama ayahnya Aboe Dja'far...
Rumah Ebiet ada di Ciganjur dan menghadap taman DKI Tabebuya yang indah, rumahnya pas turunan Herman Susilo dan di tahun 80-an, rumah ebiet kerap jadi seruan kenek Mikrolet M 20, "Ebiet...ebiet... kiri"
Lagu lagu Ebiet amat puitis, karena memang bila ia mencipta lagu, biasanya ia menulis puisi dulu lalu diramu dengan petikan gitar.
Kalimat lagu lagunya amat puitis, seperti kata ini :
Ijinkanlah ku kecup keningmu
bukan hanya ada di dalam angan
esok pagi, kau buka jendela
'kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu, aku mulai bosan
bercumbu dengan bayang-bayang
bantulah aku temukan diri,
menyambut pagi, membuang sepi...

Ebiet G Ade

Ebiet G Ade, nama aslinya Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far 1954, lahir di Wanadadi, Banjarnegara. Semasa muda merantau ke Yogyakarta dan disana ia banyak bergumul dengan seniman seniman Yogya saat itu.
Tahun tahun pergumulannya di Malioboro adalah antara tahun 1971 sampai dengan 1979, ia amat menyukai puisi tapi ia tidak bisa seperti WS Rendra yang mampu membaca puisi dengan daya getar yang tinggi, Ebit G Ade membaca puisi dengan petikan gitar disaat itulah ia menemukan daya hidup puisi yang ia tulis...
Ebiet G Ade, bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib sejak muda, mereka berdua adalah dedengkot Malioboro dibawah kekuatan mistikal narasi Umbu Landu Paranggi, Ebiet memilih jalan hidupnya sebagai penyanyi...
Dan ia besar jadi penyanyi, awalnya ia banyak menulis lagu tentang penderitaan dan bencana, Di bulan Juni 1978, ia menulis " Berita Kepada Kawan " setelah bencana gas beracun di Dataran Tinggi Dieng. Pada tahun 1981, ia menulis " Sebuah Tragedi 1981 " mengenai tenggelamnya KMP Tampomas II di Kepulauan Masalembu. Setelah letusan Gunung Galunggung pada 1982, ia menulis " Untuk Kita Renungkan ". Lagu " Masih Ada Waktu " juga didasarkan saat kejadian kecelakaan kereta api Bintaro.
Ada juga lagu kenangan yang membuat hati selalu gemetar bila mendengar lagu Ebiet seperti lagu : "Titip Rindu Buat Ayah" lagu lagu Ebiet G Ade amat populer di tahun 80-an, bahkan sampai saat ini masih banyak orang menyanyikannya.
Nama Ebiet dari gurunya, saat itu ia kursus bahasa Inggris, kebetulan gurunya adalah native speaker dari Inggris yang memanggilnya Ebiet dari Abid, biasalah orang Inggris kan bilang A jadi E, disinilah nama Ebiet bermula, begitu juga dengan kata A ADE, singkatan dari Ghoffar dan ADE kependekan dari nama ayahnya Aboe Dja'far...
Rumah Ebiet ada di Ciganjur dan menghadap taman DKI Tabebuya yang indah, rumahnya pas turunan Herman Susilo dan di tahun 80-an, rumah ebiet kerap jadi seruan kenek Mikrolet M 20, "Ebiet...ebiet... kiri"
Lagu lagu Ebiet amat puitis, karena memang bila ia mencipta lagu, biasanya ia menulis puisi dulu lalu diramu dengan petikan gitar.
Kalimat lagu lagunya amat puitis, seperti kata ini :
Ijinkanlah ku kecup keningmu
bukan hanya ada di dalam angan
esok pagi, kau buka jendela
'kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu, aku mulai bosan
bercumbu dengan bayang-bayang
bantulah aku temukan diri,
menyambut pagi, membuang sepi...
Senin, 01 Agustus 2016 - , , , , , , , , 0 komentar

Motivasi Bisnis

Motivasi bisnis ppmi :

BUILDING SUSTAINABLE BUSINESS: Dalam banyak studi dan data statistik yang saya ketahui menyatakan bahwa 75%-85% bisnis gagal pada tahun pertama dan hanya 3-5% yang bertahan sampai lebih dari 10 tahun. Tentunya banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi.

Belajar dari pengalaman kegagalan orang lain, kita bisa mencoba memperbaiki tingkat kesuksesan bisnis kita dan membuat usaha kita bisa berjalan untuk jangka panjang. Menurut saya ada lima poin penting untuk di perhatikan:

1. Planning: kalau anda tidak tahu mau kemana, maka Anda tak bisa sampai di mana mana. Planning sangat penting. Walaupun sederhana, planning akan membantu mengurangi risiko gagal Anda.

2. Fokus : Lihat disekeliling kita orang yang awalnya sukses di satu bisnis dan mulai merasa bisa membangun usaha lain dan kehilangan fokus ke usaha awalnya, lalu gagal? atau bagi usaha yang masih baru dimana sumber daya masih terbatas, maka kita terpaksa melakukan multi-tasking. Fakta mengatakan bahwa tidak semua orang mampu melakukan multi-tasking dengan baik sehingga sering menjadi tidak fokus. Fokus juga berarti memberikan perhatian penuh terhadap usaha yang di bangun bukan part time.

3. Unique Selling Proposition : Pertanyaan yang selalu harus kita jawab adalah: apa yang akan membuat konsumen memilih produk atau jasa kita? Dan bukan punya pesaing? Kalau tidak ada dan harga Anda tidak yang paling murah, kemungkinan besar produk Anda tidak akan sukses. Cari “differentiation” yang jelas dan bangun perbedaan tersebut menjadi Brand yang kuat.

4. Team : membangun usaha untuk jangka panjang berarti harus membangun tim yang baik. Karena membangun SDM adalah salah satu yang paling sulit dan jangka panjang, maka kalau dari awal kita sudah memikirkannya akan makin baik.

5. Cashflow : tidak salah banyak orang mengatakan bahwa cash adalah darah bisnis. Banyak usaha yang gagal karena tidak kuat nafas dalam menyediakan dana operasional. Bangun usaha kita dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Tidak perlu bernafsu untuk cepat ekspansi baik. Ingat, secara sederhana, cashflow kita ditentukan oleh uang yang masuk dari penjualan dan dikurangi dengan biaya untuk menjalankan usaha kita.

Ke 5 faktor tersebut diatas bagi saya sangat penting. Cari mentor dan advisor yang akan bisa membantu Anda bertukar pikiran untuk membangun masa depan. Smg bermanfaat
Rabu, 27 Juli 2016 - , , , , , , , , , , 0 komentar

sudah tua, isterinya mahasiswi

MENUA
@salimafillah
Kalau menua itu niscaya, mengapa kita tidak bersegera mencari mitra untuk menjadikan penuaan itu penuh makna dalam berbagi suka dan duka?
Saya teringat seorang Kyai bersahaja di Yogyakarta yang suatu hari berbincang dengan istrinya.
"Tak terasa waktu begitu cepat berlalu", ujar Bu Nyai. "Sebentar lagi anak kita menikah, kemudian kita punya cucu. Saat itu, kamu akan tidur dengan nenek-nenek lho", tandasnya sambil manyun.
"Ya nanti kalau kita sudah punya cucu, kamu kuliah lagi ya Bu", sahut Pak Kyai.
"Lha buat apa?"
"Ya biar aku tidurnya sama mahasiswi lagi."
Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyatinaa qurrata a'yun. Waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa..
Rabu, 20 Juli 2016 - , , , , , 0 komentar

Kebersamaan Itu Nyawa Keluarga

Kebersamaan Itu Nyawa Keluarga
Di masa ini kita kebersamaan kita dirampok teknologi, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, mengganggu komunikasi
Alat komunikasi kini berubah menjadi alat alienasi, membuat kita terasing di tengah kerumunan, bangga dengan kesendirian
Dahulu, momen makan malam adalah momen spesial, semua duduk di satu meja, menunggu ayah datang untuk makan bersama
Disitu diskusi terjadi menghangatkan suasana, walaupun semua diam, tetap saja kebersamaan itu lebih dari segala-galanya
Berbeda sekarang, apalagi bagi yang tak bijak menggunakannya, media sosial jadi pengganti orangtua, kakak, adik, dan keluarga
Kita tak lagi hangat, sebab pikiran kita sudah diisi percakapan di grup yang tiada habisnya, atau perdebatan yang tiada ujungnya
Kita lupa, bahwa cinta itu dipupuk dengan kebersamaan dan waktu, tidak ada jalan pintas untuk saling mengerti dan memahami
Kita tak bisa lepas dari perubahan zaman, tapi bijaklah dalam menggunakannya, jadikan ia sebagai pendukung bukan pembunuh
Berselancar di dunia maya memang bisa jadi menambah ilmu, tapi keluarga pun punya hak, yang semakin berkurang dipenuhinya
Tunggu apalagi? Bila ada yang lebih berhak atas waktu-waktu kita saat ini, merekalah keluarga kita, istri, suami, anak, orangtua
Segera datangi mereka, bercakap-cakaplah, karena komunikasi itu dengan kata dan rasa, bukan hanya dengan jari dan emotikon 😀😀😀
Dan kami pun masih terus belajar meletakkan alat komunikasi, untuk memulai komunikasi yang hakiki dengan keluarga
====
ustadz Felix
Senin, 18 Juli 2016 - , , , , , , , , 0 komentar

perluas wawasan kita

 Ippho Santosa:

Perluas wawasan kita. Buka pikiran kita. Kalau binatang saja dijamin rezekinya, apalagi manusia, apalagi orang beriman! Padahal binatang nggak pernah sekolah, nggak pernah kuliah! Hehehe.

Kebanyakan kita, punya uang dulu, baru yakin. Nggak punya uang, nggak yakin. Ngawur itu. Makanya selalu keteteran uang. Nggak datang-datang uangnya, hehe. Lha, harusnya? Yah, yakin dulu. Sekali lagi, yakin dulu.

Terkait pemafkahan, bukan rezeki yang kurang. Mungkin keyakinan dan ikhtiar yang kurang. Akhirnya uang yang disalahkan dan dipermasalahkan. Ini menyesatkan.

Nah, yang tadi itu soal rezeki. Sekarang soal impian. Percayalah, nggak ada impian yang terlalu besar bagi-Nya. Beneran, nggak ada. Lebih baik perbesar saja keyakinan kita, ikhtiar kita, dan amal kita. Iringi pula impian yang besar itu dengan tawakal yang besar.

Belakangan ini saya sering diundang oleh sejumlah kementerian. Saya pun diminta bicara soal akselerasi dalam organisasi. Di hadapan peserta saya sampaikan, itu bukanlah impian yang muluk-muluk. Sebaliknya, itu mungkin saja terjadi. Sangat mungkin.

Selain itu, terkait mengikhtiarkan impian, ingatlah pesan ini: Jaga impianmu, jangan biarkan layu. Perjuangkan impianmu, jangan pernah jemu. Tabur, rawat, tuai. Sebaiknya, itulah sikap pamungkas kita terhadap mengikhtiarkan impian.

Dan tak usah risih kalau impianmu berbeda dengan orang lain atau tidak dianggap sama orang lain. Yang penting, dirimu bahagia, keluargamu bahagia, dan Tuhan-mu ridha. Cukup. Iya tho? Membanding-bandingkan impian, hanya akan mengurangi bahagiamu.

Terakhir, sebesar-besarnya impianmu, setinggi-tingginya impianmu, bawalah 'serendah-rendahnya' dalam sujud. Syukur-syukur dalam tahajud. Insya Allah terwujud, membuatmu terkejut.
http://uby2016.blogspot.co.id/2016/07/perluas-wawasan-kita.html
Selasa, 12 Juli 2016 - , , , , , , , , , 1 komentar

urunan alias patungan




SOLUSI PINJAMAN TANPA RIBA BERBASIS KOMUNITAS DAN SILATURAHMI...
Ini bukan arisan yaa.. catet, bukan arisan. Kalau denger acara kumpul bareng bakal terbersit "waaa pasti ada arisannya nih!" Kapan dapetnya bergilir nunggu bertahun-tahun.. sampai ngampet hehe
Silaturahmi membuka pintu rejeki..
Bener banget tuh, orang yang setiap hari bertemu dengan banyak orang, kemana-mana punya teman, pas butuh gampang banget ada yang membantu. Beda dengan yang setiap hari hanya nongkrong di kamar aja, gak gaul.. Sekali punya masalah kelimpungan gak kenal siapa-siapa..
Berikut langkah-langkahnya,
1. Kumpulkan 10 orang yang akan menjadi anggota Kelompok Permodalan (PokDal). Jangan asal comot, pilih anggota yang sevisi, yang punya komitmen dan track record yang bagus. Kalau semua statusnya punya usaha, maka harus terbukti usahanya eksis dan berjalan. Lebih bagus kalau anggota semuanya tinggal di satu kota agar intens pertemuannya.
2. Bikin group WA atau Telegram yang jadi tempat kumpul online. Jadikan tempat untuk mastermind bisnis juga. Kalau ada acara kumpul bersama di rumah salah satu anggota dia yang menjamu, kalau kumpul di satu tempat makan, bayar sendiri-sendiri. Biasakan mandiri dan gak cari gratisan!
3. Pilih seorang ketua, bendahara dan sekretaris. Bergilir misal tiap tahun ganti kepengurusan.
4. Bikin satu rekening bersama, yang bisa diakses oleh semua anggota. Dalam 24 jam dana terpantau bersama.
5. Bikin kesepakatan, dari 10 orang ini tiap bulan ada simpanan wajib. Nilainya di sepakati. Bisa 200 ribu, 500 ribu, atau 1 juta. Nilainya harus sama, semakin besar semakin bagus, asal tidak memberatkan anggota lainnya.
6. Misal contoh 1 orang simpanannya disepakati 1 juta/bulan. Maka dalam 1 bulan terkumpul 10 juta, 2 bulan ada 20 juta, 3 bulan 30 juta, 4 bulan 40 juta, 5 bulan 50 juta dan seterusnya..
7. Bikin aturan main, hanya anggota PokDal yang boleh meminjam dana. Kebutuhan dana juga ditentukan: untuk modal usaha jangka pendek dan untuk pinjaman darurat. Tidak boleh dana dipinjamkan untuk kebutuhan konsumtif, misalnya beli motor baru atau HP baru..
8. Pinjaman Modal Jangka Pendek (PinMoJaPe) diberikan kepada anggota untuk modal bisnis dalam waktu maksimal 2 bulan. Akadnya bisa pinjam tanpa bagi hasil (pinjam 10 juta dalam sebulan kembalikan 10 juta juga), atau dengan meminjam modal akad syirkah mudharobah (bagi hasil) 30% dari total keuntungan. Jadi misal ada anggota menggunakan dana 10 juta untuk mengerjakan sebuah proyek, dalam waktu dua bulan untung 5 juta.. Maka yang 1,5 juta diberikan bagi hasilnya ke Pokdal, modal yang 10 juta juga dikembalikan. Asetnya nambah kan jadinya.
Kalau rugi?
Jika rugi karena bukan kelalaian pengguna maka dana dianggap total hilang dan kerugian ditanggung bersama semua anggota.
Jika rugi karena kelalaian pengguna, bisa disepakati modal dikembalikan dalam bertahap, tentu tanpa bunga, tanpa denda, tanpa provisi, tanpa pinalti.
Ini harus disepakati bersama, peminjam pun wajib berkomitmen agar usahanya bener-bener dikelola dengan baik agar tidak merugi. Proposalnya harus jelas dengan perhitungan yang matang untuk didiskusikan di group PokDal itu.
Positifnya adalah anggota tidak "nggampangke" (aaah dapat modal nih, kalo rugi kan modal dianggap hilang!) Naaah mental kayak gini yang bakal merusak PokDal. Ada sisi positif untuk bertanggungjawab penuh.
9. Pinjaman Darurat (PinDar) bisa diberikan untuk anggota jika butuh dana kesehatan, misal keluarga ada yang sakit butuh dana 3 juta, maka dana dipinjamkan dan diberi kesempatan 1 bulan untuk mengembalikan. Bisa juga uang hasil usaha dari mudharobah tadi dikumpulkan, jika ada anggota yang darurat bisa diberikan sebagian sebagai santunan.
10. Jika seluruh anggota berkomitmen dan tertib, dalam setahun 120 juta uang terkumpul, belum dari hasil mudharobah tadi. Makin lama makin banyak dana yang tersimpan.
11. Jangan menambah anggota di tengah jalan, bukan bank atau koperasi yang berlomba menambah nasabah dan anggota. Pegang komitmen 10 orang ini agar tidak ribet dalam pengelolaannya.
12. Jika ada anggota yang mulai tidak komit, pertemuan gak pernah datang, selalu pasif, atas kesepakatan bersama maka anggota tersebut bisa ditawarkan untuk mengundurkan diri. Kembalikan semua uang yang sudah dia simpan. Total 100 % tanpa bunga, denda atau potongan.
13. Jika mau mencari anggota pengganti agar genap lagi 10 orang, maka anggota baru tersebut harus memiliki visi yang sama, jangan asal comot, dan bersedia untuk menyimpan pinjaman yang kalau ditotal sama dengan anggota lama.
14. Jika ini bisa tertib, dalam 5 tahun PokDal ini akan punya dana senilai 600 juta, dalam 10 tahun ada 1,2 Milyar dan terus diputar kepada 10 anggotanya. Terus dan terus membesar!
15. Bayangkan jika disatu kota ada ratusan bahkan ribuan PokDal, saling support, saling bantu, saling mendoakan.. Ini keren! Gak ada yang terjerumus kepada pinjaman riba atau bahkan ke rentenir jalanan yang bunganya nyekek leher bikin sesek di dada.
16. Bisa disepakati juga, tiap tahun 10% dana yang terkumpul disedekahkan untuk modal kerja duafa di luar anggota, bisa juga untuk anak-anak panti asuhan dibuatkan usaha. Biar Pokdal ini juga punya kemanfaatan bagi masyarakat sekitar.
17. Berani mencoba? Mulai sekarang berburu anggotanya. Jangan terburu-buru, lihat latar belakangnya, kalau perlu datangi tempat usahanya, wawancara tentang visi hidupnya. Jelaskan aturan mainnya.
18. Jangan lupa berdoa, bersedekah juga dimuka, minta pada Allah dipertemukan dengan orang-orang yang sevisi agar bisa maju bersama di PokDal ini.
Aturan tambahan dan revisi bisa dibahas bersama di masing-masing PokDal, yang saya tulis hanya acuan saja. Silahkan dikembangkan sendiri dengan kelompoknya. Biar makin lengkap dan memenuhi keinginan semua anggota.
Semoga setahun lagi atau 5 tahun lagi sudah buanyak PokDal-PokDal mandiri yang berdiri di berbagai wilayah. Dengan nama-nama yang bebas dipilih sendiri, eksis bareng tanpa merugikan, tanpa menjatuhkan.
Berjamaah itu membuat kuat..
Pahalanya pun berlipat-lipat..
Saptuari Sugiharto
Senin, 30 Mei 2016 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Semarak Ramadhan 1437 H

SEMARAK RAMADHAN 1437H
bersama Yayasan At Thoyyibah
Rencana kegiatan:
1. Bersih Mushola
2. Festival Anak Soleh
3. Pesantren Ramadhan
4. Bakti Sosial
5. Peduli Dhu'afa dan Anak Yatim

Rekan-rekan dunia maya bisa berpartisipasi dengan DONASI via Mandiri-1390002077760 dan BCA-0960355253 atas nama Syarif Thoyib
Informasi sms/WA-085693772077

DOKTER-PRENEUR! DOKTER LULUSAN UGM YANG JADI PEMBERSIH SEPATU



DOKTER-PRENEUR! DOKTER LULUSAN UGM YANG JADI PEMBERSIH SEPATU

Dari hobi membersihkan sepatu, dokter muda ini punya 20 cabang usaha Shoes And Care hingga di Singapura!

Sudah 4 bulan saya tidak siaran Kongkow Bisnis di Geronimo FM Jogja, malam tadi saya diundang lagi buat membredel tamunya di Acara Kobis Live di Dixie. Menarik kali ini.. Saya harus berdecak kagum dengan keuletannya! Baca obrolannya dibawah ini.. Akan bikin kepalamu meletup!!

"Nama Saya Tirta Hudhi, umur saya 25 tahun mas.. Saya tukang bersih-bersih sepatu, karena itu hobi saya sejak dulu. Seneng kalo ngelihat sepatu yang bersih. Pekerjaan sampingan saya sebagai dokter umum di RSA UGM di Ringroad Utara Jogja, rencana mau ambil spesialis bedah juga.. "

Whoootttt!! *saya mendelik
"Bentar-bentar! Dokter beneran kamu ini? Bukan dokter bedah sepatu... "

"Beneran mas.. Asli saya Karanganyar (Solo coret hehe) 3,5 tahun saya kuliah kedokteran di UGM dari tahun 2009, lanjut koas selesai tahun 2015, langsung kerja di rumah sakit. Dulu waktu ngekost di daerah Pogung saya seneng bener bersih-bersih sepatu, terus saya pajang di depan kamar kost, eh banyak temen-temen yang nitip, lama-lama makin banyak. Ada temen yang usul, sekalian aja kamu bisnisin dapet duit. Eh bener juga ya.. Pas waktu itu saya harus membeli buku-buku kedokteran yang mahal, gak mau jadi beban orang tua saya harus membeli buku-buku itu sendiri. Jadi kalo pulang kuliah jam 3 sore, saya di kost membersihkan sepatu pesanan, sampai jam 9 malam, lanjut belajar deh!"

"Wow! Gak gengsi kamu ini.. Mahasiswa kedokteran jadi tukang bersih-bersih sepatu?"

"Ngapain juga gengsi mas, dapat uang halal kok. Sampai akhirnya saya online-kan di forum jual beli kaskus, pesanan makin banyak bahkan dari luar kota. Sepatu dikirim ke jogja, saya dibersihan terus dikirimkan lagi. Modal pertama hanya 400 ribu saja, buat beli alat-alatnya. Tahun berikutnya saya mendapat investor dari kawan ayah saya, 25 juta bikin toko pertama di alun-alun kidul Jogja. Dalam 3 bulan sudah balik modal, saya bagi hasil 20% untuk investornya."

"Wuuuik... Dari bersih-bersih sepatu bisa dapet 8 jutaan dong sebulan!"

"Saya mainkan di semua sosial media, pesanan jasa makin banyak, pernah kami dapat kiriman sepatu dari Bali, harganya itu 120 juta.. Sepatu mahaaal.. Padahal ongkos membersihkannya hanya 100ribu, dia puas akhirnya rutin jadi pelanggan kami. Satu outlet sekarang ada 2-3 karyawan. Saya mulai ekspansi bertahap ke berbagai kota, Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Medan, Tangerang, Pelembang hingga ke Singapura. Total ada 20 outlet saat ini dengan 85 karyawan. Outlet yang di Singapore karyawan saya juga orang sana.. Bukan dari Indonesia"

"Dalam 3 tahun bisnismu bisa cepat ekspansinya, kamu mengajak investor atau dengan utang?"

"Dari 20 outlet yang saya miliki 75% milik saya sendiri, 25% join dengan investor. Saya tidak pernah mengembangkan usaha dengan utang mas. Tiap dapat untung dari outlet-outlet saya putar terus untuk membuka cabang baru. Ayah saya mengajarkan jangan pernah membuka usaha dengan utang.. Itu hanya akan memberatkan, padahal ayah saya dulu kerjanya di BPR" lanjut Tirta sambil tertawa..

"Kamu masarin jasa kamu lewat sosial media?"

"Iya mas, all sosmed kami pakai. Kami di Shoes And Care pernah dapat penghargaan dari Google Singapore sebagai salah satu jasa yang paling banyak dicari di internet. Karena hasil kerja kami bagus dan memuaskan, ada perusahaan di Italy yang merekomendasikan kami menjadi rujukan untuk perawatan sepatu di Asia Tenggara. Kamu juga kaget pernah dapat kiriman sepatu dari Belanda. Ongkos bersihinnya 10 Euro, ongkos kirimnya 40 Euro. Lebih mahal ongkirnya, Tapi orangnya puas.. Seminggu beres sepatu kami kirimkan lagi ke Belanda"

"Muantab.... target kamu apa ke depan?"

"MEA sudah terbuka mas, saya punya impian Outlet Shoes And Care akan ada di Thailand, Vietnam, Malaysia, Brunei dan negara-negara lainnya, tapi saya tetap jadi dokter bedah di Jogja saja.."

Pasti bisaaa Tirtaaa!

Saya bertanya lagi di jeda waktu, ketika tidak on air diselingi lagi live dari band disana.

"Dengan 20 outlet, produk jasa.. Kamu pasti mampu dong beli mobil cash sendiri sekarang?"

"Mampu mas.. "

"Sudah beli? Mobil apa?"

"Belum mas.. Saya masih pakai Honda Supra 125 kemana-mana, uangnya mending saya tabung buat buka outlet lagi nantinya.."

Hehehe!! Tamparan kerasssss dari mas Dokter buat yang sok gaya beli mobil kreditan! Yang sudah sukses dan mampu beli  cash aja menunda kesenangan, daripada yang maksa beli demi pamer dan gaya hidup tapi habis itu pusiiiiiing mikir cicilan!

Ok mas Dokter!! Suksesss terus untukmu!
MAINKAN!!! Yang merduuuu... 🎶🎼

Salam,
@Saptuari

Mereka Cari Jalan, Bukan Cari Uang


Prof Rhenald Kasali
Senin, 18 Mei 2015 | 05:00 WIB
@Rhenald_Kasali
Duduk di depan saya dua perempuan muda. Sarjana Hukum lulusan UI. Wajah dan penampilan kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk “cepat kaya”. Asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya.
Tapi keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior: Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan Najwa Shihab, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura.
Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua-tiga bulan ke depan. Dan mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar. Bahkan mungkin dengan “tukang pukul” yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas.
Uang atau Meaning?
Di luar sana, anak-anak muda lainnya setengah mati cari kerja. Ikut seleksi menjadi calon PNS, pegawai bank, konsultan IT, guru, dosen dan seterusnya.
Seperti kebanyakan kaum muda lainnya, mereka semua didesak keluarga agar cepat mendapat pekerjaan, membantu keuangan keluarga, dan menikah pada waktunya. Cepat lulus, dan dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus.
Tak sedikit di antara mereka yang beruntung bertemu orang-orang hebat, dari perusahaan terkemuka, mendapatkan pelatihan di luar negeri, atau penempatan di kota-kota besar dunia.
Tetapi semua itu akan berubah. Sebab atasan yang menyenangkan tak selamanya duduk di sana. Kursi Anda bisa berpindah ke tangan orang lain. Kaum muda akan terus berdatangan dan ilmu-ilmu baru terus berkembang. Bulan madu karier pun akan berakhir. Mereka akan tampak tua di mata kaum muda yang belakangan hadir.
Sebagian dari mereka juga ada yang menjadi wirausaha. Tidak sedikit yang tersihir oleh kode-kode yang dikirim sejumlah orang tentang jurus-jurus cara cepat menjadi kaya raya. Bisa saja mereka berhasil meraih banyak hal begitu cepat. Tetapi benarkah mereka berhasil selama-lamanya?
Pengalaman saya menemukan, orang-orang yang dulu begitu getol mencari uang kini justru tak mendapatkan uang. Di usia menjelang pensiun, semakin banyak orang yang datang mengunjungi teman-teman lama sekedar untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian lagi hanya bisa sharing senandung duka.
Kontrak rumah dan uang kuliah anak yang belum dibayar, pasangan yang pergi meninggalkan keluarga dan serangan penyakit bertubi-tubi. Padahal dulu mereka begitu getol mengejar gaji besar, berpindah-pindah kerja demi kenaikan pendapatan.
Saya ingin memberitahu anda nasehat yang pernah disampaikan oleh Co-Founder Apple: Guy Kawasaki kepada kaum muda ia pernah mengatakan begini:
“Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’ maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”
Lantas apa itu meaning?
Meaning itulah yang sedang dikerjakan anak-anak perempuan tadi yang saya temui dalam tapping program televisi Mata Najwa edisi hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei beberapa hari ke depan. Menjadi relawan dalam team pemberantas illegal fishing.
Dan itu pulalah yang dulu dilakukan oleh para mahasiswa kedokteran di STOVIA yang mendirikan Boedi Oetomo yang menandakan Kebangkitan Nasional Indonesia. Bahkan itu pula yang dijalankan oleh seorang insinyur lulusan ITB yang merintis kemerdekaan Indonesia, Ir. Soerkarno. Itu pula yang dilakukan para CEO terkemuka saat mereka muda.
Di seluruh dunia, para pemimpin itu lahir dari kegigihannya membangun meaning, bukan mencari kerja biasa. Dalam kehidupan modern, itu pulalah jalan yang ditempuh para miliarder dunia. Mereka bukanlah pengejar uang, melainkan pengejar mimpi-mimpi indah. Seperti yang diceritakan oleh banyak eksekutif Jerman yang dulu menghabiskan waktu berbulan-bulan kerja sosial di Afrika. "Tidak saya duga, apa yang saya lakukan 20 tahun lalu itulah yang diperhatikan pemegang saham," ujar mereka.
Saya jadi ingat dengan beberapa orang yang mencari kerja di tempat saya, baik di UI maupun di berbagai aktivitas saya. Ada yang benar-benar realistis, datang dengan gagasan untuk membangun meaning dan ada yang sudah tak sabaran mendapatkan gaji besar.
Kelompok yang pertama, sekarang bisa saya sebutkan mereka berada di mana saja. Sebagian sudah menjadi CEO, pemimpin pada berbagai organisasi dan tentu saja wirausaha yang hebat atau Ph.D lulusan universitas terkemuka.
Namun kelompok yang kedua, datang dengan tawaran yang tinggi. Ya, mereka menilai diri jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Dan tak jarang ada yang diminta berhenti oleh keluarganya hanya beberapa bulan setelah bekerja, demi mencari pekerjaan yang gajinya lebih besar. Amatilah mereka yang baru menikah. Kalau bukan pasangannya, bisa jadi orangtua atau mertua ikut mengubah arah hidup dan merekapun masuk dalam pusaran itu.
Padahal, semua orang tahu orang yang mengejar meaning itu menjalankan sesuatu yang mereka cintai dan menimbulkan kebahagiaan. Dan bahagia itu benih untuk meraih keberhasilan. Orang yang mengejar gaji berpikir sebaliknya, kaya dulu, baru bahagia. Dan ini tumbuh subur kala orang dituntut lingkungannya untuk mengkonsumsi jauh lebih besar dari pendapatan.
Sebaliknya, mereka yang membangun meaning, tahu persis, musuh utama mereka adalah konsumsi yang melebihi pendapatan.
Potret Diri
Kalau saya merefleksikan ke belakang tentang hal-hal yang saya jalani dalam hidup saya, maka dapat saya katakan saya telah menjalani semua yang saya sebutkan di atas. Sementara teman-teman yang 30 tahun lalu memamerkan kartu kreditnya (saat itu adalah hal baru bagi bangsa ini), pekerjaan dengan gaji besar, jabatan dan seterusnya, kini justru tengah mengalami masa-masa yang pahit.
Seorang pengusaha besar mengatakan begini: “Uang itu memang tak punya mata, tetapi mempunyai penciuman. Ia tak bisa dikejar, tapi datang tiada henti pada mereka yang meaning-nya kuat.”
Di dinding perpustakaan kampus Harvard saya suka tertegun membaca esay-esay singkat yang ditulis oleh para aplikan yang lolos seleksi. Dan tahukah Anda, mereka semua menceritakan perjalanan membangun meaning. Maka saya tak heran saat Madame Sofia Blake, istri duta besar Amerika Serikat di sini berkunjung ke Rumah Perubahan minggu lalu, ia pun membahas hal yang sama untuk membantu 25 putra-putri terbaik Indonesia agar bisa tembus diterima di kampus utama dunia.
Meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang, yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang anda sebut sebagai branding. Anda bisa mendapatkannya bukan melalui jalan pintas atau lewat jalur cara cepat kaya.
Meaning itu dibangun dengan cara yang berbeda dari yang ditempuh pekerja biasa. Dari terobosan-terobosan baru. Dan kadang, dari bimbingan orang-orang besar yang memberikan contoh dan mainan baru. Ya, contoh dan mainan itulah yang perlu kita cari, dan terobosan-terobosan yang kita lakukan kelak memberikan jalan terbuka.
Selamat mencoba. Selamat hari Kebangkitan Nasional. Jangan lupa pemuda yang dulu membangkitkan kesadaran berbangsa di negri ini adalah juga para pembangun meaning.
Minggu, 22 Mei 2016 - , , , , , , , , , , , , 0 komentar

sambut Ramadhan 1437H

tidak terasa, sebentar lagi Ramadhan 1437H kurang lebih 2 pekan lagi...mari kita sambut dengan hati yang gembira, laksana menyambut tamu agung
yuk rencanakan kegiatannya:
  1. Pengajian Akbar
  2. Festival Anak Sholeh
  3. Buka dan Sahur Bersama
  4. Berbagi Inspirasi dan Informasi
  5. Remaja Berkarya

Mari Galakkan Ekonomi Umat

SINOPSIS: "The American Dream"  liat video disini https://www.youtube.com/watch?v=cDe-2GN4NQE&feature=youtu.be
Pada jaman dulu, sebelum manusia mengenal uang, transaksi perdagangan dilakukan secara barter (bertukar barang). Persoalan muncul ketika salah satu pihak tidak berminat dengan barang yang akan dipertukarkan, sehingga transaksi tidak terjadi. Begitu rumitnya mencari kesesuaian antar barang yang akan dipertukarkan maka lahirlah sebuah gagasan untuk menemukan sebuah benda yang memiliki nilai tukar universal. Lalu dipilihlah kepingan emas sebagai alat tukar. Dengan demikian setiap barang bisa langsung ditukar dengan sekeping emas yang memiliki nilai tertentu. Menyimpan emas ternyata melahirkan kesulitan baru hingga muncullah seorang agen penyimpan emas. Tentu saja agen ini meminta sedikit bayaran atas jasanya untuk menyimpan dan melindungi emas-emas itu. Lalu setiap keping emas yang disimpannya diganti dengan selembar kertas yang di dalamnya tertulis sejumlah nilai yang sama dengan keeping emas yang disimpan itu. Nah dari sinilah muncul gagasan pembuatan uang kertas dan agen itu selanjutnnya dikenal dengan nama: Bank. Tapi kemudian muncul masalah baru. Bahwa nilai nominal dari uang kertas itu jauh lebih tinggi dari nilai intrinsiknya. Untuk mencetak uang 100 dolar misalnya, hanya dibutuhkan kertas dan ongkos cetak yang nilainya mungkin hanya 1 cent saja.
Perbedaan nilai yang sangat jauh inilah yang kemudian melahirkan kejahatan baru, dimana setiap lembar uang yang dicetak tidak lagi diimbangi dengan penyimpanan kepingan emas. Akibatnya, ketika semua orang beramai-ramai menukarkan uang kertas yang dipegangnya dengan emas miliknya yang tersimpan di bank, terungkaplah bahwa emas itu telah raib. Atas raibnya emas-emas itu maka sang bankir dapat ditetapkan sebagai perampok, sehingga dia layak dihukum gantung. Bagi bankir yang serakah tidak hanya berhenti sampai di situ. Setelah mencetak uang kertas sebanyak-banyaknya  kemudian uang itu dipinjamkan kepada banyak pihak, dalam bentuk cash maupun kartu kredit.
Semakin banyak uang itu dipinjamkan, akan semakin besar pula keuntungan yang diperoleh Bank nakal ini. Apalagi bila pengembalian pinjaman itu ditambah dengan bunga. Contoh ekstrem yang diangkat dalam film kartun ini adalah pertempuan antara tentara Inggris dengan Perancis di Waterloo tahun 1815, dimana dana untuk peperangan ini diperoleh oleh kedua belah pihak justru dari bankir yang sama, yaitu The Red Shield yang berkantor pusat di Jerman. Ketika tentara Perancis yang dipimpin oleh Napolen menyerah, The Red Shield dengan cepat mengirim kurirnya ke Inggris dan memberi kabar palsu bahwa tentara Inggris kalah perang. Maka nilai saham berbagai industri di Inggris terjun bebas. Saat itulah The Red Shield membeli semua saham, dengan harga sangat murah. Hal ini membuat The Red Sheild kaya raya dalam waktu amat singkat. Selain dari pada itu, Inggris juga masih harus melunasi hutang-hutangnya kepada The Red Sheild untuk beaya perang. Plus ditambah bunganya pula. Maka rakyat Ingris lah yang akhirnya harus menanggung hutang-hutang itu dalam bentuk pajak. Tak hanya Inggris, negara kaya yang juga menjadi incaran The Red Shield adalah Amerika Serikat. Thomas Jefferson, Presiden AS yang ke 3 (berkuasa tahun 1801 - 1809), mengetahui hal ini dan berusaha mati-matian menentangnya. Tapi beliau tidak begitu berhasil karena The Red Shield masih sangat kuat, walaupun hanya mampu bertahan hingga 20 tahun kemudian. Sebab Andrew Jackson, presiden Amerika yang ke 7 (berkuasa tahun 1829 – 1837) berhasil membantainya di tahun 1836. Menjelang akhir hidupnya presiden Andrew Jackson sempat mengucapkan kalimat puitiknya: “I killed The Bank” Atas keberhasilan Andrew Jackson itu maka pencetakan uang kertas yang dikeluarkan oleh negara selalu diimbangi dengan penyimpanan emas yang setara nilainya. Pada masa ini Amerika mengalami pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi dalam sejarah dunia manapun. Namun gurita perbankan di bawah bendera The Red Shield tak tinggal diam.
Mereka terus berusaha untuk menguasai keuangan negara adidaya ini. Untuk tujuan itu sebuah pertemuan rahasia dilakukan di pulau Jeckyll pada tahun 1910. Tokoh-tokoh besar yang sudah sedemikian kaya raya hadir dalam pertemuan itu. Di antaranya adalah raja minyak, John D. Rockefeller dan raja bank, J.P Morgan. Maka tiga tahun kemudian lahirlah bank central yang diberi nama The Federal Reserve (The Fed). Keberadaan The Fed dan IRS (Internal Revenue Service) ditandatangani oleh kaki tangan The Red Shield di gedung putih yang bahkan baru berstatus sebagai calon presiden AS yang ke 28, yaitu Woodrow Wilson. Atas penandatangan itu maka The Fed akhirnya secara sah memiliki hak ekseklusif untuk mencetak uang dollar AS.
Dan selanjutnya mereka meminjamkan uang cetakannya itu kepada pemerintah AS, dan tentu saja, kepada bank-bank swasta dengan berbagai variasi bunga. Mereka terus menerus mencetak uang hingga setiap lembar kertas menjadi benar-benar tidak bernilai lagi (inflasi).  Dengan memberi pinjaman kepada pemerintah AS berarti seluruh warga negara Amerika langsung berhutang kepada The Fed.
Dan hutang itu harus dibayar kembali  kepada The Fed, melalui IRS, dalam bentuk pajak yang beraneka ragam. Kasus ini kemudian dikategorikan sebagai bentuk perampokan terbesar dalam sejarah umat manusia. Pada tanggal 4 Juni 1963 presiden AS yang ke 35, JF Kennedy, menandatangani surat Perintah Pelaksanaan 11110 dalam rangka untuk melepaskan diri dari cengkeraman The Fed. Surat Perintah ini memberi keleluasaan kepada Bendahara Negara untuk mencetak uang yang sesunguhnya, tanpa campur tangan The Fed. Dan nampaknya cukup berhasil. Rencana Kennedy untuk mengerogoti kekuasaan The Fed pun dimulai. Akan tetapi akibatnya justru sangat fatal. Enam bulan setelah menandatangani surat  Perintah itu, JF Kennedy ditembak kepalanya ketika sedang berpawai di Dallas.
Penggantinya, presiden Lyndon B. Johnson, lantas membubarkan rencana Kennedy itu. Maka sejak saat  itu tidak ada lagi presiden AS yang berani mengusik kekuatan rahasia yang dimiliki The Fed. Selanjutnya The Fed melakukan konsolidasi dengan bank-bank besar seperti: Citibank, Goldman Sachs, Bear Stern dan Meryl Lynch.
The Fed terus menerus mencetak dan mencetak uang lebih banyak lagi tanpa perlu dipertanggung-jawabkan kepada siapapun. Selain semakin membesar, kekuatan The Fed juga dilindungi undang-undang. Inilah yang membuat mereka sangat sulit dikalahkan.

Hancurkan Riba

dibawah ini adalah berita yang sangat menggembirakan, tinggal dikawal saja, utk manajemen dan pengawasannya
 
MAJALAHBERITA.COM – Serius Lawan Rentenir dan Riba, Ridwan Kamil Beri Pinjaman Tanpa Bunga untuk UKM Bandung. Ridwan Kamil tampaknya tidak main main dalam melawan praktek riba atau rentenir di daerah Bandung dan sekitarnya. Hal tersebut dapat dilihat dari keseriusannya dalam mengelola pinjaman untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).
Melalui akun facebooknya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pihaknya akan menggelontorkan dana pinjaman hingga 32 miliar untuk para UKM.
Tidak main-main, pinjaman yang diberikan oleh Ridwan Kamil tanpa bunga alias tanpa riba. Para peminjam hanya diwajibkan membayar biaya administrasi saja.
“Dengan semangat ekonomi kerakyatan kreatif, Pemkot Bandung mulai tahun ini akan menggelontorkan pinjaman modal usaha (nyaris tanpa bunga-hanya untuk biaya administrasi/operasional) sebesar total 32 Milyar untuk dipakai sebagai modal usaha Menengah dan Kecil di bidang ekonomi kreatif (kuliner, fashion dll).” tulisnya melalui akun facebook.
Menurut Ridwan Kamil, program ini merupakan program khusus untuk melawan para rentenir yang dianggapnya sudah merusak tatanan ekonomi di Kota Kembang.
“Program ini juga dilahirkan untuk melawan rentenir yang merusak sistem ekonomi warga Bandung. Dana ini akan dikelola oleh BPR Kota Bandung. Februari akan kita launching. Mari jadi wirausahawan, karena mereka ini adalah pahlawan ekonomi. Mari semangat.” tutupnya.
http://www.majalahberita.com/berita-nasional/politik/serius-lawan-rentenir-dan-riba-ridwan-kamil-beri-pinjaman-tanpa-bunga-untuk-ukm-bandung/6799

Penjual Koran ke Baitulloh (insya Alloh)





Beliau bernama Dimyati Khoiril Thoyib, tinggal di Pasar Kliwon RT.001 RW.001 Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta..
bercita-cita untuk bisa menunaikan Ibadah Haji/Umroh ke baitulloh...
profesi sehari-harinya adalah menjadi Penjual Koran sejak 1998 sampai sekarang...setelah berpindah-pindah tempat pangkalan, sekarang pangkalanya di depan RSI Kustati, Solo....
berangkat setelah sholat Subuh di surau(mushola kecil) di daerah Mertodranan, sekitar jam 05.00 pagi mulai mengayuh sepeda kumbang, untuk menuju pangkalan koran di Toko Buku Matahari, dan berjalan lebih dari 17 tahun berjalan...
doa-doa dipanjatkan disetiap sholat Tahajud untuk bisa menunaikan Ibadah Haji/Umroh, oleh salah seorang anaknya dimodali untuk membuka tabungan haji di Bank Syariah Mandiri sekitar pangkalan, sampai sekarang sudah terkumpul hampir 8 juta rupiah, mungkin masih jauh dari kebutuhan minimal untuk mendapatkan satu kursi porsi haji yang minimal 25jutaan, tapi ikhtiar dan usaha dilakukan untuk bisa mewujudkan cita-citanya dan berpasrah diri/bertawakal , semoga Alloh SWT mewujudkan cita-citanya.

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imraan [3]; ayat: 96-97)

Anda berminat untuk Donasi kepada beliau, agar bisa mewujudkan cita-citanya, silakan transfer donasi Rekening Yayasan At Thoyyibah dengan nomer 139-0002077760 dari Bank Mandiri dan BCA-0960355253 atas nama Syarif Thoyib, info lebih lengkap hubungi 085693772077
Sabtu, 03 Januari 2015 - , , , , , , , , , , , , 0 komentar

passport, mengawali tahun 2015

tahun 2014 saya bertekad untuk membuat passport, dan itu aku niatkan waktu masih kerja di Solo, April 2014 mutasi kerja ke Kebumen, dan teman-teman komunitas sangat memotivasi untuk melaksanakan ibadah Umroh BackPacker (UBP2014) dan di kantor yang baru, ternyata ada teman yang ikut rombongan UBP2014
setelah baca-baca di mbah google.com dan share cerita teman-teman, akhirnya aku bulatkan tekad untuk registrasi via online, klik disini kemudian mengikuti petunjuk dan pengisian biodata, maka ada email masuk untuk konfirmasi data, setelah dicetak kemudian meluncur ke BNI untuk pembayaran sebesar Rp 355ribu plus Rp 5rb untuk biaya, langkah selanjutnya konfirmasi pembayaran via online untuk penjadwalan pengambilan foto dan biometrik, diambil 10 sidik jari kedua tangan..
tanggal 22 Desember 2014 meluncur ke Kantor Imigrasi II Cilacap, berkas0-berkas yang harus disiapkan adalah fotokopi KK,KTP,Akte Kelahiran/Ijazah terakhir dengan ukuran kwarto atau A4 serta meterai Rp 6ribu, berkas bawa asli dan fotokopi, kemudian mengambil nomer antrian, untuk pengambilan foto wajah dan biometrik.
setelah semua selesai, sesuai SOP (standar operating procedure) maka passport jadi dalam waktu 3 hari kerja, isteriku tersayang Barokahtun Alfiah dan ananda Inas Amirah Hasna mengambil passport yang sudah jadi tanggal 2 Januari 2015, passport berlaku selama 5 tahun sampai dengan tanggal 22 Desember 2019.

dan saya berharap passport ini digunakan pertama kali untuk berkunjung dalam rangka Haji dan Umroh bersama keluarga dan kedua orang tua, semoga Alloh Ta'ala mengabulkan doa dan hajat ini, amin ya robbal 'alamin