Tampilkan postingan dengan label panti Asuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panti Asuhan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 November 2017 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Umroh Plus Kairo April 2018

Bismillah....
Dibuka pendaftaran umroh plus Mesir dan Alexandria. Akhir April 2018. Estimasi All in 20jt.
Promo seat terbatas.
Tau dong cantiknya kota Alexandria, ziarah ke makam, pyramid of giza, masjid Al Azhar dll. Jangan lewatkan kesempatan beribadah sambil berwisata ke negara seribu menara. Fast respond via WA, sebelum tiket naik. Hubungi WA Syarif Thoyib WA-085693772077
Fasilitas :
1. Tiket PP
2. Visa Arab Normal + Visa Mesir
3. Hotel
4. Bus Wisata
5. Makan 3x sehari
6. Zamzam 5 liter
7. Muthawwif
8. Muthawwifah ke Raudhah
9. Name Tag, gelang dan Buku Panduan Umroh
10. Manasik Umroh

Tidak termasuk :
- Biaya pembuatan passport, suntik meningitis, handling bandara dan biaya surat mahrom bagi wanita yang bepergian sendiri usia dibawah 45 tahun.
HARGA TIKET SEWAKTU-WAKTU BERUBAH
Senin, 04 September 2017 - , , , , , , , 0 komentar

Ada Apa dengan Usia 40 Tahun?

jelang #40
https://www.youtube.com/watch?v=kRCYssa0tyo
========================================
QS Ahkaf(46) ayat 15
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Kamis, 11 Agustus 2016 - , , , , , , , , , , 0 komentar

FANTASTIS! Berkat Kecintaannya Pada Qur’an, Wanita ini BANGKIT.

 
“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.
Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.
“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Al Quran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.
Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”
Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.
Semasa hidupnya, selain mengajar masyarakat awam, Kiai Soleh Darat juga aktif mengisi pengajian di kalangan priyayi. Di antara jamaah pengajiannya adalah Raden Ajeng Kartini, anak Bupati Jepara.
RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur’an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Akhirnya Kiai Shaleh Darat menentang larangan ini.
Selesai, kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an itu diberi nama Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur’an. Tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Jilid pertama yang terdiri dari 13 juz. Mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim.
Kitab itu dihadiahkannya kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat, Bupati Rembang. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.
Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan: “Selama ini al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”
Melalui kitab itu pula Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya. Yaitu Surat Al-Baqarah ayat 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minadh-Dhulumaati ilan Nuur).
Kartini terkesan dengan kalimat Minadh-Dhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya.
Kisah ini sahih, dinukil dari Prof KH Musa al-Mahfudz Yogyakarta, dari Kiai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kiai Soleh Darat.
Luar biasa bukan?? Wujud cinta R.A Kartini pada Al Qur’an Terwujudkan dalam tulisannya “habis gelap terbitlah terang”... Apa yang akan Anak-Anak Anda lahirkan jika mereka bisa mencintai Al Qur’an Sedalam itu??

berbagi manfaat

Jamil Azzaini - Menjadi Pemimpin itu Menyenangkan

Di tahun 2016 ini, saya berkeliling ke berbagai perusahaan memberikan pembekalan kepada para leader dari level supervisor hingga direksi. Ternyata, selama saya berinteraksi dengan mereka saya menemukan fakta bahwa diantara para pemimpin tersebut ada yang pada awalnya tidak bersedia dan tidak siap menjadi pemimpin.

Sama seperti saya, pada awalnya saya juga tidak bersedia menjadi CEO atau Direktur di Kubik. Saya selalu menghindar dan berusaha agar para owner atau komisaris tidak memilih atau menunjuk saya. Dalam proses penghindaran itu, saya merenung “mengapa saya selalu menghindar? Atau mengapa saya harus menjadi CEO padahal saya sudah sangat menikmati kehidupan saya?

Setelah melakukan perenungan dan pencarian akhirnya saya sampai pada ketetapan “oke, saya siap menjadi CEO.” Apa perenungannya sehingga saya sampai pada ketetapan tersebut. Ada banyak alasan sehingga saya menerima amanah yang sangat menantang tersebut. Beberapa diantaranya, pertama, amanah itu akan membantu mempercepat tercapainya visi hidup saya.

Perlu Anda ketahui, salah satu visi hidup saya adalah memiliki 10.000 kader yang berprofesi sebagai trainer, entrepreneur dan leader. Untuk mengkader trainer, saya sudah punya akademi trainer. Untuk melahirkan dan membesarkan entreprenur saya sudah punya komunitas pengusaha. Sementara untuk melahirkan leader saya belum punya institusi yang bisa membantu mempercepat tercapainya visi tersebut. Kubik sebagai institusi yang memang sudah lama dan ahli berkecimpung di dunia leadership adalah pilihan yang tepat.

Alasan kedua, saya perlu meningkatkan rasa syukur saya dengan cara mengoptimalkan kemampuan yang saya miliki untuk lebih banyak menghasilkan karya. Latar belakang pendidikan, pengalaman, relasi dan investasi sosial lain yang sudah saya bangun perlu dioptimalkan untuk lebih banyak menebar manfaat melalui Kubik. Mengungkit keberhasilan bagi banyak orang.

Ketiga, melatih sabar. Memegang amanah yang menantang, pastilah banyak cobaan dan hal-hal baru yang mengasah kesabaran. Saya ingin, kualitas sabar saya meningkat. Saya ingin, saya semakin terlatih untuk semakin sabar menghadapi berbagai persoalan maupun tantangan.

Karena tiga alasan utama inilah akhirnya saya bersedia menjadi CEO Kubik. Apabila saya tidak menemukan alasan yang kuat, pastilah saya tidak mau menjadi pemimpin. Jangan menjadi pemimpin hanya karena SK, pengangkatan, dan keterpaksaan. Segera temukan alasan yang kuat agar kita bisa memimpin dengan menyenangkan. Mau?

Salam SuksesMulia
Jamil Azzaini
Senin, 18 Juli 2016 - , , , , , , , , 0 komentar

perluas wawasan kita

 Ippho Santosa:

Perluas wawasan kita. Buka pikiran kita. Kalau binatang saja dijamin rezekinya, apalagi manusia, apalagi orang beriman! Padahal binatang nggak pernah sekolah, nggak pernah kuliah! Hehehe.

Kebanyakan kita, punya uang dulu, baru yakin. Nggak punya uang, nggak yakin. Ngawur itu. Makanya selalu keteteran uang. Nggak datang-datang uangnya, hehe. Lha, harusnya? Yah, yakin dulu. Sekali lagi, yakin dulu.

Terkait pemafkahan, bukan rezeki yang kurang. Mungkin keyakinan dan ikhtiar yang kurang. Akhirnya uang yang disalahkan dan dipermasalahkan. Ini menyesatkan.

Nah, yang tadi itu soal rezeki. Sekarang soal impian. Percayalah, nggak ada impian yang terlalu besar bagi-Nya. Beneran, nggak ada. Lebih baik perbesar saja keyakinan kita, ikhtiar kita, dan amal kita. Iringi pula impian yang besar itu dengan tawakal yang besar.

Belakangan ini saya sering diundang oleh sejumlah kementerian. Saya pun diminta bicara soal akselerasi dalam organisasi. Di hadapan peserta saya sampaikan, itu bukanlah impian yang muluk-muluk. Sebaliknya, itu mungkin saja terjadi. Sangat mungkin.

Selain itu, terkait mengikhtiarkan impian, ingatlah pesan ini: Jaga impianmu, jangan biarkan layu. Perjuangkan impianmu, jangan pernah jemu. Tabur, rawat, tuai. Sebaiknya, itulah sikap pamungkas kita terhadap mengikhtiarkan impian.

Dan tak usah risih kalau impianmu berbeda dengan orang lain atau tidak dianggap sama orang lain. Yang penting, dirimu bahagia, keluargamu bahagia, dan Tuhan-mu ridha. Cukup. Iya tho? Membanding-bandingkan impian, hanya akan mengurangi bahagiamu.

Terakhir, sebesar-besarnya impianmu, setinggi-tingginya impianmu, bawalah 'serendah-rendahnya' dalam sujud. Syukur-syukur dalam tahajud. Insya Allah terwujud, membuatmu terkejut.
http://uby2016.blogspot.co.id/2016/07/perluas-wawasan-kita.html

Penetapan 1 Ramadhan 1437H

Alhamdulillah, Pemerintah RI melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa tahun ini tanggal 6 Juni 2016, semoga semua berjalan lancar

Assalamualaikum wr. wb.
Menyambut Tahun Baru Islam 1438 H, Yayasan Wakaf Minhajul Munawwaroh dan Yayasan At Thoyyibah menyelenggarakan serangkaian acara, diantaranya:


  1. Sepeda Hias dan Santai ( anggaran Rp 4.000.000 )
  2. Lomba Hafalan Quran, Sholat dan Adzan ( anggaran Rp 3.000.000 )
  3. Sunatan Massal ( anggaran Rp 5.000.000 )
  4. Olimpiade Remaja Masjid/Mushola ( anggaran Rp 5.000.000 )
  5. Tahlil Massal ( anggaran Rp 3.000.000 )
  6. Pengajian Akbar ( anggaran Rp 10.000.000 )
Totak Biaya dibutuhkan sekitar Rp  30.000.000 (tiga puluh juta rupiah)

khusus untuk acara nomer 1 sampai 4, insya Alloh di tangani para remaja Masjid dan Mushola
bagi donatur bisa berpartisipasi dengan cara mentransfer donasi ke rekening Mandiri-1390002077760 dan BCA-0960355253 atas nama Syarif Thoyib, konfirmasi ke 085693772077 via SMS/WA
Kamis, 26 Mei 2016 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Pelepasan Siswa-Siswi Lulusan 2016 SMP Negeri 2 Maos

hari ini agendanya menghadiri undangan acara tersebut diatas
saya dapat undangan 2 (dua) buah, satu sebagai wali murid atas nama Inas Amirah Hasna dan satu lagi sebagai pengurus komite SMP Negeri2 Maos
karena ini hari kamis dan tidak libur kerja, saya sempetin untuk menghadiri dengan resiko ijin tidak masuk kerja dipagi hari

Mereka Cari Jalan, Bukan Cari Uang


Prof Rhenald Kasali
Senin, 18 Mei 2015 | 05:00 WIB
@Rhenald_Kasali
Duduk di depan saya dua perempuan muda. Sarjana Hukum lulusan UI. Wajah dan penampilan kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk “cepat kaya”. Asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya.
Tapi keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior: Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan Najwa Shihab, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura.
Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua-tiga bulan ke depan. Dan mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar. Bahkan mungkin dengan “tukang pukul” yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas.
Uang atau Meaning?
Di luar sana, anak-anak muda lainnya setengah mati cari kerja. Ikut seleksi menjadi calon PNS, pegawai bank, konsultan IT, guru, dosen dan seterusnya.
Seperti kebanyakan kaum muda lainnya, mereka semua didesak keluarga agar cepat mendapat pekerjaan, membantu keuangan keluarga, dan menikah pada waktunya. Cepat lulus, dan dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus.
Tak sedikit di antara mereka yang beruntung bertemu orang-orang hebat, dari perusahaan terkemuka, mendapatkan pelatihan di luar negeri, atau penempatan di kota-kota besar dunia.
Tetapi semua itu akan berubah. Sebab atasan yang menyenangkan tak selamanya duduk di sana. Kursi Anda bisa berpindah ke tangan orang lain. Kaum muda akan terus berdatangan dan ilmu-ilmu baru terus berkembang. Bulan madu karier pun akan berakhir. Mereka akan tampak tua di mata kaum muda yang belakangan hadir.
Sebagian dari mereka juga ada yang menjadi wirausaha. Tidak sedikit yang tersihir oleh kode-kode yang dikirim sejumlah orang tentang jurus-jurus cara cepat menjadi kaya raya. Bisa saja mereka berhasil meraih banyak hal begitu cepat. Tetapi benarkah mereka berhasil selama-lamanya?
Pengalaman saya menemukan, orang-orang yang dulu begitu getol mencari uang kini justru tak mendapatkan uang. Di usia menjelang pensiun, semakin banyak orang yang datang mengunjungi teman-teman lama sekedar untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian lagi hanya bisa sharing senandung duka.
Kontrak rumah dan uang kuliah anak yang belum dibayar, pasangan yang pergi meninggalkan keluarga dan serangan penyakit bertubi-tubi. Padahal dulu mereka begitu getol mengejar gaji besar, berpindah-pindah kerja demi kenaikan pendapatan.
Saya ingin memberitahu anda nasehat yang pernah disampaikan oleh Co-Founder Apple: Guy Kawasaki kepada kaum muda ia pernah mengatakan begini:
“Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’ maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”
Lantas apa itu meaning?
Meaning itulah yang sedang dikerjakan anak-anak perempuan tadi yang saya temui dalam tapping program televisi Mata Najwa edisi hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei beberapa hari ke depan. Menjadi relawan dalam team pemberantas illegal fishing.
Dan itu pulalah yang dulu dilakukan oleh para mahasiswa kedokteran di STOVIA yang mendirikan Boedi Oetomo yang menandakan Kebangkitan Nasional Indonesia. Bahkan itu pula yang dijalankan oleh seorang insinyur lulusan ITB yang merintis kemerdekaan Indonesia, Ir. Soerkarno. Itu pula yang dilakukan para CEO terkemuka saat mereka muda.
Di seluruh dunia, para pemimpin itu lahir dari kegigihannya membangun meaning, bukan mencari kerja biasa. Dalam kehidupan modern, itu pulalah jalan yang ditempuh para miliarder dunia. Mereka bukanlah pengejar uang, melainkan pengejar mimpi-mimpi indah. Seperti yang diceritakan oleh banyak eksekutif Jerman yang dulu menghabiskan waktu berbulan-bulan kerja sosial di Afrika. "Tidak saya duga, apa yang saya lakukan 20 tahun lalu itulah yang diperhatikan pemegang saham," ujar mereka.
Saya jadi ingat dengan beberapa orang yang mencari kerja di tempat saya, baik di UI maupun di berbagai aktivitas saya. Ada yang benar-benar realistis, datang dengan gagasan untuk membangun meaning dan ada yang sudah tak sabaran mendapatkan gaji besar.
Kelompok yang pertama, sekarang bisa saya sebutkan mereka berada di mana saja. Sebagian sudah menjadi CEO, pemimpin pada berbagai organisasi dan tentu saja wirausaha yang hebat atau Ph.D lulusan universitas terkemuka.
Namun kelompok yang kedua, datang dengan tawaran yang tinggi. Ya, mereka menilai diri jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Dan tak jarang ada yang diminta berhenti oleh keluarganya hanya beberapa bulan setelah bekerja, demi mencari pekerjaan yang gajinya lebih besar. Amatilah mereka yang baru menikah. Kalau bukan pasangannya, bisa jadi orangtua atau mertua ikut mengubah arah hidup dan merekapun masuk dalam pusaran itu.
Padahal, semua orang tahu orang yang mengejar meaning itu menjalankan sesuatu yang mereka cintai dan menimbulkan kebahagiaan. Dan bahagia itu benih untuk meraih keberhasilan. Orang yang mengejar gaji berpikir sebaliknya, kaya dulu, baru bahagia. Dan ini tumbuh subur kala orang dituntut lingkungannya untuk mengkonsumsi jauh lebih besar dari pendapatan.
Sebaliknya, mereka yang membangun meaning, tahu persis, musuh utama mereka adalah konsumsi yang melebihi pendapatan.
Potret Diri
Kalau saya merefleksikan ke belakang tentang hal-hal yang saya jalani dalam hidup saya, maka dapat saya katakan saya telah menjalani semua yang saya sebutkan di atas. Sementara teman-teman yang 30 tahun lalu memamerkan kartu kreditnya (saat itu adalah hal baru bagi bangsa ini), pekerjaan dengan gaji besar, jabatan dan seterusnya, kini justru tengah mengalami masa-masa yang pahit.
Seorang pengusaha besar mengatakan begini: “Uang itu memang tak punya mata, tetapi mempunyai penciuman. Ia tak bisa dikejar, tapi datang tiada henti pada mereka yang meaning-nya kuat.”
Di dinding perpustakaan kampus Harvard saya suka tertegun membaca esay-esay singkat yang ditulis oleh para aplikan yang lolos seleksi. Dan tahukah Anda, mereka semua menceritakan perjalanan membangun meaning. Maka saya tak heran saat Madame Sofia Blake, istri duta besar Amerika Serikat di sini berkunjung ke Rumah Perubahan minggu lalu, ia pun membahas hal yang sama untuk membantu 25 putra-putri terbaik Indonesia agar bisa tembus diterima di kampus utama dunia.
Meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang, yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang anda sebut sebagai branding. Anda bisa mendapatkannya bukan melalui jalan pintas atau lewat jalur cara cepat kaya.
Meaning itu dibangun dengan cara yang berbeda dari yang ditempuh pekerja biasa. Dari terobosan-terobosan baru. Dan kadang, dari bimbingan orang-orang besar yang memberikan contoh dan mainan baru. Ya, contoh dan mainan itulah yang perlu kita cari, dan terobosan-terobosan yang kita lakukan kelak memberikan jalan terbuka.
Selamat mencoba. Selamat hari Kebangkitan Nasional. Jangan lupa pemuda yang dulu membangkitkan kesadaran berbangsa di negri ini adalah juga para pembangun meaning.
Minggu, 22 Mei 2016 - , , , , , , , , , , , , 0 komentar

sambut Ramadhan 1437H

tidak terasa, sebentar lagi Ramadhan 1437H kurang lebih 2 pekan lagi...mari kita sambut dengan hati yang gembira, laksana menyambut tamu agung
yuk rencanakan kegiatannya:
  1. Pengajian Akbar
  2. Festival Anak Sholeh
  3. Buka dan Sahur Bersama
  4. Berbagi Inspirasi dan Informasi
  5. Remaja Berkarya

Mari Galakkan Ekonomi Umat

SINOPSIS: "The American Dream"  liat video disini https://www.youtube.com/watch?v=cDe-2GN4NQE&feature=youtu.be
Pada jaman dulu, sebelum manusia mengenal uang, transaksi perdagangan dilakukan secara barter (bertukar barang). Persoalan muncul ketika salah satu pihak tidak berminat dengan barang yang akan dipertukarkan, sehingga transaksi tidak terjadi. Begitu rumitnya mencari kesesuaian antar barang yang akan dipertukarkan maka lahirlah sebuah gagasan untuk menemukan sebuah benda yang memiliki nilai tukar universal. Lalu dipilihlah kepingan emas sebagai alat tukar. Dengan demikian setiap barang bisa langsung ditukar dengan sekeping emas yang memiliki nilai tertentu. Menyimpan emas ternyata melahirkan kesulitan baru hingga muncullah seorang agen penyimpan emas. Tentu saja agen ini meminta sedikit bayaran atas jasanya untuk menyimpan dan melindungi emas-emas itu. Lalu setiap keping emas yang disimpannya diganti dengan selembar kertas yang di dalamnya tertulis sejumlah nilai yang sama dengan keeping emas yang disimpan itu. Nah dari sinilah muncul gagasan pembuatan uang kertas dan agen itu selanjutnnya dikenal dengan nama: Bank. Tapi kemudian muncul masalah baru. Bahwa nilai nominal dari uang kertas itu jauh lebih tinggi dari nilai intrinsiknya. Untuk mencetak uang 100 dolar misalnya, hanya dibutuhkan kertas dan ongkos cetak yang nilainya mungkin hanya 1 cent saja.
Perbedaan nilai yang sangat jauh inilah yang kemudian melahirkan kejahatan baru, dimana setiap lembar uang yang dicetak tidak lagi diimbangi dengan penyimpanan kepingan emas. Akibatnya, ketika semua orang beramai-ramai menukarkan uang kertas yang dipegangnya dengan emas miliknya yang tersimpan di bank, terungkaplah bahwa emas itu telah raib. Atas raibnya emas-emas itu maka sang bankir dapat ditetapkan sebagai perampok, sehingga dia layak dihukum gantung. Bagi bankir yang serakah tidak hanya berhenti sampai di situ. Setelah mencetak uang kertas sebanyak-banyaknya  kemudian uang itu dipinjamkan kepada banyak pihak, dalam bentuk cash maupun kartu kredit.
Semakin banyak uang itu dipinjamkan, akan semakin besar pula keuntungan yang diperoleh Bank nakal ini. Apalagi bila pengembalian pinjaman itu ditambah dengan bunga. Contoh ekstrem yang diangkat dalam film kartun ini adalah pertempuan antara tentara Inggris dengan Perancis di Waterloo tahun 1815, dimana dana untuk peperangan ini diperoleh oleh kedua belah pihak justru dari bankir yang sama, yaitu The Red Shield yang berkantor pusat di Jerman. Ketika tentara Perancis yang dipimpin oleh Napolen menyerah, The Red Shield dengan cepat mengirim kurirnya ke Inggris dan memberi kabar palsu bahwa tentara Inggris kalah perang. Maka nilai saham berbagai industri di Inggris terjun bebas. Saat itulah The Red Shield membeli semua saham, dengan harga sangat murah. Hal ini membuat The Red Sheild kaya raya dalam waktu amat singkat. Selain dari pada itu, Inggris juga masih harus melunasi hutang-hutangnya kepada The Red Sheild untuk beaya perang. Plus ditambah bunganya pula. Maka rakyat Ingris lah yang akhirnya harus menanggung hutang-hutang itu dalam bentuk pajak. Tak hanya Inggris, negara kaya yang juga menjadi incaran The Red Shield adalah Amerika Serikat. Thomas Jefferson, Presiden AS yang ke 3 (berkuasa tahun 1801 - 1809), mengetahui hal ini dan berusaha mati-matian menentangnya. Tapi beliau tidak begitu berhasil karena The Red Shield masih sangat kuat, walaupun hanya mampu bertahan hingga 20 tahun kemudian. Sebab Andrew Jackson, presiden Amerika yang ke 7 (berkuasa tahun 1829 – 1837) berhasil membantainya di tahun 1836. Menjelang akhir hidupnya presiden Andrew Jackson sempat mengucapkan kalimat puitiknya: “I killed The Bank” Atas keberhasilan Andrew Jackson itu maka pencetakan uang kertas yang dikeluarkan oleh negara selalu diimbangi dengan penyimpanan emas yang setara nilainya. Pada masa ini Amerika mengalami pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi dalam sejarah dunia manapun. Namun gurita perbankan di bawah bendera The Red Shield tak tinggal diam.
Mereka terus berusaha untuk menguasai keuangan negara adidaya ini. Untuk tujuan itu sebuah pertemuan rahasia dilakukan di pulau Jeckyll pada tahun 1910. Tokoh-tokoh besar yang sudah sedemikian kaya raya hadir dalam pertemuan itu. Di antaranya adalah raja minyak, John D. Rockefeller dan raja bank, J.P Morgan. Maka tiga tahun kemudian lahirlah bank central yang diberi nama The Federal Reserve (The Fed). Keberadaan The Fed dan IRS (Internal Revenue Service) ditandatangani oleh kaki tangan The Red Shield di gedung putih yang bahkan baru berstatus sebagai calon presiden AS yang ke 28, yaitu Woodrow Wilson. Atas penandatangan itu maka The Fed akhirnya secara sah memiliki hak ekseklusif untuk mencetak uang dollar AS.
Dan selanjutnya mereka meminjamkan uang cetakannya itu kepada pemerintah AS, dan tentu saja, kepada bank-bank swasta dengan berbagai variasi bunga. Mereka terus menerus mencetak uang hingga setiap lembar kertas menjadi benar-benar tidak bernilai lagi (inflasi).  Dengan memberi pinjaman kepada pemerintah AS berarti seluruh warga negara Amerika langsung berhutang kepada The Fed.
Dan hutang itu harus dibayar kembali  kepada The Fed, melalui IRS, dalam bentuk pajak yang beraneka ragam. Kasus ini kemudian dikategorikan sebagai bentuk perampokan terbesar dalam sejarah umat manusia. Pada tanggal 4 Juni 1963 presiden AS yang ke 35, JF Kennedy, menandatangani surat Perintah Pelaksanaan 11110 dalam rangka untuk melepaskan diri dari cengkeraman The Fed. Surat Perintah ini memberi keleluasaan kepada Bendahara Negara untuk mencetak uang yang sesunguhnya, tanpa campur tangan The Fed. Dan nampaknya cukup berhasil. Rencana Kennedy untuk mengerogoti kekuasaan The Fed pun dimulai. Akan tetapi akibatnya justru sangat fatal. Enam bulan setelah menandatangani surat  Perintah itu, JF Kennedy ditembak kepalanya ketika sedang berpawai di Dallas.
Penggantinya, presiden Lyndon B. Johnson, lantas membubarkan rencana Kennedy itu. Maka sejak saat  itu tidak ada lagi presiden AS yang berani mengusik kekuatan rahasia yang dimiliki The Fed. Selanjutnya The Fed melakukan konsolidasi dengan bank-bank besar seperti: Citibank, Goldman Sachs, Bear Stern dan Meryl Lynch.
The Fed terus menerus mencetak dan mencetak uang lebih banyak lagi tanpa perlu dipertanggung-jawabkan kepada siapapun. Selain semakin membesar, kekuatan The Fed juga dilindungi undang-undang. Inilah yang membuat mereka sangat sulit dikalahkan.

Hancurkan Riba

dibawah ini adalah berita yang sangat menggembirakan, tinggal dikawal saja, utk manajemen dan pengawasannya
 
MAJALAHBERITA.COM – Serius Lawan Rentenir dan Riba, Ridwan Kamil Beri Pinjaman Tanpa Bunga untuk UKM Bandung. Ridwan Kamil tampaknya tidak main main dalam melawan praktek riba atau rentenir di daerah Bandung dan sekitarnya. Hal tersebut dapat dilihat dari keseriusannya dalam mengelola pinjaman untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).
Melalui akun facebooknya, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pihaknya akan menggelontorkan dana pinjaman hingga 32 miliar untuk para UKM.
Tidak main-main, pinjaman yang diberikan oleh Ridwan Kamil tanpa bunga alias tanpa riba. Para peminjam hanya diwajibkan membayar biaya administrasi saja.
“Dengan semangat ekonomi kerakyatan kreatif, Pemkot Bandung mulai tahun ini akan menggelontorkan pinjaman modal usaha (nyaris tanpa bunga-hanya untuk biaya administrasi/operasional) sebesar total 32 Milyar untuk dipakai sebagai modal usaha Menengah dan Kecil di bidang ekonomi kreatif (kuliner, fashion dll).” tulisnya melalui akun facebook.
Menurut Ridwan Kamil, program ini merupakan program khusus untuk melawan para rentenir yang dianggapnya sudah merusak tatanan ekonomi di Kota Kembang.
“Program ini juga dilahirkan untuk melawan rentenir yang merusak sistem ekonomi warga Bandung. Dana ini akan dikelola oleh BPR Kota Bandung. Februari akan kita launching. Mari jadi wirausahawan, karena mereka ini adalah pahlawan ekonomi. Mari semangat.” tutupnya.
http://www.majalahberita.com/berita-nasional/politik/serius-lawan-rentenir-dan-riba-ridwan-kamil-beri-pinjaman-tanpa-bunga-untuk-ukm-bandung/6799
Minggu, 28 Desember 2014 - , , , , , , , , , , 0 komentar

HIDUP tanpa HUTANG

cerita temen piket ronda tadi malem, 27122014...

A dan isteri berdasarkan petuah ortu, untuk tidak mengambil hutang Bank, apapun alasannya, A balik tanya ke aku, memang punya hutang? aku jawab punya, manusiawi
akhirnya cerita berlanjut, A membangun rumah dengan tabungannya tanpa hutang, aku taksir habis 500jutaan, dijawab lebih dari itu. aku bilang, utk ukuran desa, semisal rumah itu dijual, tidak akan laku semisal dengan biaya yang dikeluarkan untuk membangunnya.

Rumahnya dibangun dengan dana seadanya, kalo pas kosng ya berhenti kerja tukangnya, sempet crash dengan tukang dan kalo ketemu belum mau bicara, alasannya sederhana, yang membangun awal dengan berjalannya waktu, ganti tukang, padahal sudang disampaikan, bahwa membangun rumahnya, menyesuaikan dengan dana yang tersedia.

termasuk ketika melakukan pengecoran, tukangnya bilang 2minggu saja, sudah bisa dilanjutkan, tapi A minta waktu sebulan lebih, karena kehabisan dana, dan tidak mau berhutang biaya tukang, semisal pekerjaan dilanjutkan, alhasil bangunan itu jadi 2 tahun lebih.
hikmah yang bisa aku ambil, salh satunya adalah ternyata bisa membangun rumah dengan bertahap, tidak harus langsung jadi, dan tanpa berHUTANG ke bank, rumah itupun jadi, aku hanya bergumam sip,sip, top sambil aku acungi jempol.

tak terasa piket ronda sampai jam 2 dinihari.
Kita ini dengan segala kelebihan dan kekurangan, tentunya bisa untuk melakukan hal yang sama dan tanpa perlu berHUTANG bank, memang perlu komitmen dan prihatin menghadapi omongan tetangga, dan bahkan keluarga besar lainnya, toh kita-kita juga yang menjalani.
So, semoga niat awal dan aksi Komunitas Bebas Riba (KOBAR) ini selalu dalam keberkahan Alloh Ta'ala dan dimudahkan segala urusan, amin ya robbal 'alamin
Maos,28122014.1358


Bisnis Murah Meriah Modal Minimalis

apa jawabnya? jadilah agen pulsa
Transaksi sebagai subdealer sejak 1 Januari sampai 26 November 2013, jumlah transaksi 13.907 kali...
LowonganUKM=UsahaKecilMilyaran dg daftar modal 100ribuan bisa jadi Milyaran info.085693772077
mau jadi All Operator plus loket PPOB hub.085693772077 tahun 2012: Rp 168.922.877, 2013: Rp 44.444.620, action now
Pendaftaran GRATIS bisa buat bayar PLN,Telkom dan lainnya klik .duta-pulsa.co.id info.085693772077 act now!

untuk pendaftaran: SILAKAN SMS ke 085693772077 NAMA dan ALAMAT
cara transaksi sangat mudah

CARA BERTRANSAKSI
GANTI PIN:
Format: PIN pinLama pinBaru
Contoh: PIN 123456 4545

CEK SALDO:
Format: SALDO pin
Contoh: SALDO 4545

CEK HARGA VOUCHER PER KARTU:
Format: HARGA kartu pin
Contoh: HARGA TSEL 4545

ISI ULANG PULSA:
Format: ISI no.tujuan nominaL pin
Contoh: ISI 081329xxxxxx 50 4545

Multi Trx= ISI tujuan_1 nominal_1,tujuan_2 nominal_2 pin
cth: isi 085xxx 10,081xxx 5 4545
DAFTAR MEMBER:
( hanya bisa dilakukan oleh SUBDELER saja )
Format: DAFTAR kd.member no.HP pin
Contoh: DAFTAR ABC002 081329xxxxxx 4545
TRANSFER SALDO:
Format: TRANSFER kd.tujuan nominal pin
Contoh: TRANSFER ABC002 500000 4545

TAMBAH NOMOR MEMBER:
Format: TAMBAH kd.tujuan no.HP pin
Contoh: TAMBAH ABC002 085229xxxxxx 4545

TRANSAKSI ISI/TRANSFER 2X DALAM  15 JAM TUJUAN & NOMINAL SAMA:      
Format:
TRANSFER kd.tujuan no.HP pin karakter
ISI no.Tujuan nominal pin karakter
*karakter untuk membedakan dengan pengiriman sebelumnya(a,b,c...dst..)

cth: isi 085xxx 10 4545 a

TRANSAKSI BISA PAKAI YAHOO MESSENGER.
Format: TAMBAH kd.tujuan Y!idYM pin karakter
Contoh: TAMBAH ABC002 Y!abc_cell 4545
1. tambah (paralel) YM ke member
2. add YM ke Center Yahoo Messenger

BLOK MEMBER:
Format: BLOK kd.member pin
Contoh: BLOK ABC002 4545
BUKA BLOK MEMBER:
Format: UBLOK kd.member pin
Contoh: UBLOK ABC002 4545

TRANSAKSI KIRIM SMS KE center :
IM3      : 0857 2545 0999 , 0857 2847 1999 , 0857 2549 9919
AS      : 0852 2929 2999 , 0852 2921 2345
XL       : 0819 0478 0999, 0819 0475 5000
AXIS    : 0838 6450 222, 0838 6626 6222
THREE  : 0897 5057 150
Y!Messenger: rps.solo@yahoo.com, rpku.center@yahoo.com, rps.center@yahoo.com

KET:
Untuk reversal transaksi gagal dilakukan 1x24 jam, lebih dari 3x24 jam
harap menghubungi customer service

Komplain lebih dari 3 hari setelah transaksi, tidak dilayani.
KOMPLAIN DAPAT MELALUI:
TELP ke Customer Service (CS):
0271-792 0999   FLEXI
0856 5858 8558   IM3
0878 3799 8858   XL
0852 2910 2999   AS


KOMPLAIN SMS: C Complain 085647xxx tgl01/01/08 blm masuk, tolong dicek.
SMS kan Ke Center






 
Kamis, 19 Desember 2013 - , , , , , , , , , 0 komentar

Rencanakan Masa Depan Anda bersama PT. Takaful



Bergabunglah Bersama Kami berdakwah Ekonomi Syariah bersama Takaful

Realita saat ini bagi lulusan baru Perguruan Tinggi Peluang Kerja menjadi pegawai tetap semakin mengecil, terlihat dengan kenyataan :

Terjadinya gap antara lulusan PT dengan kebutuhan Industri, karena lulusan Perguruan Tinggi tidak siap kerja, karena di Perguruan Tinggi hanya memberikan materi yang sifatnya tidak aplikatif untuk mereka siap kerja

Untuk di perkantoran dan Perbankan sebagian besar pekerjaan back office digantikan oleh mesin dan technologi, sebagai contoh saat ini banking  hall di Bank lebih luas dibandingkan dengan back officenya, ini menunjukkan bahwa peluang kerja back office semakin kecil, Yang lebih besar dibutuhkan adalah Sales atau marketing.

80% lulusan Perguruan Tinggi tidak bisa bekerja sesuai dengan jurusan nya, sehingga persaingan untuk mendapatkan pekerjaan akan semakin sulit.

Bagaimana dengan nasib anda yang sudah menjadi Karyawan?
Bagi karyawan Sistem outsourching yang sekarang disukai oleh perusahaan benar-benar mengubur harapan seorang karyawan untuk mendapatkan kepastian penghasilan.
Dengan system outsourching membebaskan perusahaan untuk tidak lama-lama mempekerjakan karyawan. Penggajianpun lebih gampang, cukup dengan nego dengan perusahaan penyedia outsourching.

Begitulah realita saat ini, akankah realita ini mengubur Harapan/Impian anda sendiri??
Bertindaklah sebelum terlambat. Asahlah mental Enterpreneur anda dengan langsung belajar dengan kami sebagai Financial Consultan Takaful, kami akan mengajarkan bagaimana mengubah mind-set seorang karyawan menjadi Mind set seorang Pebisnis. Kami akan mengajar anda bukan dengan teori, tapi ilmu dari dunia nyata dilapangan dan anda akan kami bimbing untuk menjadi Enterpreneur diperusahaan Asuransi Syariah pertama di Indonesia yang sudah berpengalaman selama 18 tahun di Indonesia.

Dalam menjalankan bisnis sebagai Financial Consultan cukup dengan silaturahim dengan orang-orang sekitar anda dengan bertanya dan bercerita.
Kami juga akan membekali anda dengan support system on line yang memudahkan anda untuk membuat Ilustrasi dan mencetak aplikasi secara on line.
Sedangkan untuk Product Knowladge dari Takaful, anda akan mendapatkan ilmu tentang seluk beluk asuransi, investasi, cara menjual dan lain-lain.

Wassalamu`alaikum Wr Wb
See U at The Top together with TAKAFUL
Best Regards,
Yuli Lestari (08122608161)
Business Owner AL-FATH PT. Takaful

Balada Ustadz YM

Assalamualaikumwarohmatullohiwabarokatuh...
kaget juga, setelah nonton TV bakda buka puasa kemarin sore, kams 18 Juli 2013...
TVOne dan MetroTV tayangin tentang proyek Patungan Usaha ustadz YM..
sebulan atau 2 bulan lalu, situs www.detik.com menurunkan laporan khusus tentang Bisnis Ajaib Ustadz YM, karena sampai saat ini saya masih percaya dg ustadz YM, saya baca sampai selesai, ambil sisi positifnya, intinya tetep jalan, perbaiki dan sempurnakan agar lebih baik, itu poinnya.
dan ketika di MetroTV wawancara langsung dg Bp. Yanuar Rizqy(pengamat Investasi), alhamdulillah, ketemu titik terang, yang bikin gemes, host MetroTV, sedikit-2 motong pembicaraan dan iklan, tapi gak papa..itulah perjuangan. ketika jeda sholat tarawih sebelum witir, saya isi dengan kultum, saya sampaikan uneq-uneg saya, intinya:
  1. inilah saatnya bersatu, setelah terpecahbelah secara politik, aliran dan lainnya, umat Islam susah banget bersatu.
  2. moment Romadhon 1434H bisa jadi sasaran tembak ustadz YM, tapi saya masih percaya dengan beliau, insya Alloh tidak niat sedikitpun, untuk penyelewengan
  3. kritik, saran dan masukan sangat penting untuk perbaikan ke depan, insya Alloh niatluhur untuk "Beli Ulang Indonesia" segera terwujud, kalau tidak sekarang, kapan? kalau tidak kita, siapa???
  4. mari pegang erat persaudaraan, saatnya umat Islam bersatu
  5. jangan biarkan musuh tertawa terbahak-bahak melihat ini
saya berpesan kepada para jamaah, agar jaga kekompakan dan silaturahmi, saya yakin Indonesia dan Islam Esok khan Lebih Baik, maju Terus dan Tetap Semangat, Dream, Pray and Action
Wassalamualaikum Wr Wb.
Syarif Thoyib - 085693772077 - 19072013
http://chirpstory.com/li/49447
http://chirpstory.com/li/52650
http://chirpstory.com/li/52707

Senin, 18 Maret 2013 - , , , , , , , , , , , 0 komentar

milad-12, usia pernikahan Kami

mengingat sesuatu yang terjadi 12 tahun ini
  1. 18 Maret 2001, telah menikah Syarif Thoyib Bin Dimyati Khaliri Thoyib dengan Barokahtun Alfiah Binti Anwarudin-Kirdan di Maoslor RT.003 RW.010 Kec. Maos Kab. Cilacap.
  2. 21 Desember 2001, membeli sepeda motor Honda Supra X dengan cara Arisan Motor dari Asli Motor Klaten cabang Cilacap.
  3. 9 Januari 2002, telah lahir anak pertama dengan nama Inas Amirah Hasna, sekarang duduk di kelas 6 SDN Maoslor 04.
  4. 7 Desember 2002, terpilih sebagai ketua RT untuk masa jabatan 2003-2006
  5. 16 April 2004 memulai membangun rumah kerjasama dengan mertua selesai 6 bulan kemudian, sekitar Oktober 2004.
  6. 2 Oktober 2004 membeli motor Honda Karisma X juga dari hasil arisan motor
  7. 16-18 Desember 2005 Diklat Manajemen Qolbu di Geger Kalong, Bandung.
  8. tahun 2006 terpilih menjadi ketua RW
  9. awal 2007 terserang penyakit gatal-gatal disekujur tubuh...metode penyembuhan dah dicoba, dari bedak anti gatal, makan tokek, suntik dokter dan lain sebagainya.
  10. 16 Juli 2007, Inas memulai sekolah di SDN 04 Maoslor.
  11. akhir Oktober 2007 mutasi kerja ke KPP Pratama Surakarta
  12. 19 Maret 2008, lahir anak ke-2 dengan nama Muhammad Raihan Syarif
  13. Juni 2009 beli mobil untuk pertama kali dengan nomor plat R 9007 BT Avanza G second 2005, juga sepeda motor BEAT.
  14. september 2010 jual mobil tersebut. NOvember 2010 beli mobil kedua dengan nomor R 9404 H
  15. 21 Maret 2011 beli rumah di Colomadu, Karanganyar
  16. 2 April 2011, mutasi ke Kanwil DJP Jawa Tengah II.
  17. 18 Maret 2013, sudah 12 tahun usia pernikahan kami.
semoga tetap menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Wa rohmah, barokalloh....mohon maaf kalau ada khilaf, terima kasih atas segala doanya...
Kamis, 27 Desember 2012 - , , , , , , , , , 0 komentar

Up My Life - 2013


Nama                    : Syarif Thoyib
Alamat                  : Jalan Nusa Indah 536 Maoslor, Maos , Cilacap
Saat ini saya masih bekerja sebagai PNS di Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Jawa Tengah II Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat.
Selain itu, saya juga berbisnis berbagai macam, mulai pulsa, loket PPOB, Property, Logam Mulia, Dinar, Dirham, Oriflame, K-Link, SophieParis dan masih banyak lagi.
Tahun 2010 saya mengalami kekacauan usaha, karena kena tipu bisnis model investasi, dengan mengalami kerugian , mungkin secara total jenderal sekitar 200juta rupiah, dengan dibantu mertua dan isteri, kejadian aku lupakan, dan mulai merintis dari bawah lagi.
Dan saat ini, kertas ini saya tulis, saya mempunyai beberapa obsesi, dan insya Alloh dimudahkan dengan disertai Sholat, Puasa, dzikir, sedekah dan lain sebagainya, diantaranya:
  1. Berangkat haji bersama isteri Barokahtun Alfiah
  2. Memberangkatkan haji Orang Tua dan Mertua
  3. Punya usaha dengan cabang sebanyak 25buah ditahun 2013 dengan karyawan 50 orang
  4. Membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya
  5. Mendirikan sebuah yayasan yang bergerak dibidang Pendidikan dan Sosial
  6. Membeli lahan seluas 1 ha untuk didirikan sebuah Pondok Pesantren Penghafal Al-Quran dengan cara patungan usaha
  7. Membuka usaha rental mobil
  8. Mengurangi beban riba dan pada gilirannya menciptakan ekonomi syariah
  9. Meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

Semoga Alloh Ta’ala memberkahi dan memudahkan niat yang telah saya tulis ini, amin ya robbal ‘alamin
Rabu, 05 Desember 2012 - , , , , 0 komentar

Anak kecil menafkahi Keluarga Besarnya

Anak kecil itu menafkahi keluarga besarnya. Keluarga yang sangat besar.

Kedua orangtuanya, kakek neneknya, kakak dan adiknya, paman dan bibinya, serta keponakan dan saudaranya semua. Anak kecil itu harus menghidupi mereka semua.

Memang kedua orangtuanya dan kakak adiknya juga bekerja untuk memperoleh penghasilan. Namun tetap saja anak kecil itu yang menjadi tumpuan dengan penghasilan lebih dari 70 persen penghasilan total keluarga itu.

Memang sudah menjadi takdir, bahwa anak kecil itu yang bertugas mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Andaikan anak kecil tersebut tidak mencari nafkah, niscaya keluarga itu tidak akan bertahan hidup lama. Sebuah amanah besar yang harus dipikul seorang anak kecil.

Anak kecil itu dibiarkan bekerja sendiri dengan tenaga sendiri dan relasi kerja yang dimiliki sendiri. Tidak semua anggota keluarga bersedia membantu, walaupun sekedar memberikan informasi/data dimana pekerjaan yang banyak menghasilkan uang.

Kakek neneknya, pamannya, bibinya, keponakanya dan kakak adiknya enggan memberikan informasi dan data, padahal mereka semua memiliki data dan informasi tersebut. Anak kecil itu sering merasa kesulitan untuk memperoleh informasi ataupun data. Sehingga hal ini berpengaruh pada produktivitas anak kecil tersebut.

Susah payah dan banting tulang mengumpulkan pundi-pundi uang. Hanya sedikit anggota keluarga ataupun saudarnya yang bersedia membantu. Kondisi yang demikian sering menyebabkan pendapatan anak kecil itu tidak maksimal. Tidak sesuai target yang dibebankan dipundaknya.

Kalau penghasilanya tidak memenuhi target yang dibebankan, otomatis konsekuensi harus diterima anak kecil itu. Luapan kemarahan harus rela diterima. Sesuatu yang rasanya tidak adil.

Saudaranya hanya tahu bahwa mereka harus dijatah uang sejumlah sekian untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Kalau kurang, otomastis kesalahan harus ditimpakan pada anak kecil itu.

Pada sisi lain, acapkali orangtuanya, kakek neneknya, kakak adiknya, paman bibinya ataupun keponakannya tidak berhemat dalam membelanjakan uang tersebut. Uang yang dikumpulkan dengan susah payah dibelanjakan secara tidak efisien. Bahkan tidak jarang dibelanjakan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Kalupun diingatkan, justru kemarahan dan omelan yang diterima.

Anak kecil itu hanya bisa menerima dengan iklhas. Anak kecil itu menyadari dan memahami bahwa anggota keluarga yang melontarkan omelan dan cacian tersebut pada dasarnya karena alasan kecintaan pada keluarga ini. Bagaimana membangun keluarga ini secara bermartabat sehingga meningkat kesejahteraannya. Alasan yang sama dengan anak kecil itu, bahwa dia menerima iklhas beban pekerjaan itu karena kecintaan pada keluarga.

Tugas anak kecil itu memang berat, tapi itulah amanah yang harus ditunaikan. Anak kecil itulah Direktorat Jenderal Pajak. Dengan biaya operasional sebesar Rp5 triliun, Direktorat Jenderal Pajak harus mampu menghimpun penerimaan pajak sebesar Rp885 triliun. Rasio biaya operasional dengan pendapatan yang diperoleh sebesar 0,5  persen. Padahal cost of collection beberapa negara  mencapai  tiga persen sebagaimana yang pernah diungkapkan Dirjen Pajak Fuad Rahmany.

Jumlah pegawai pajak saat ini sekitar 32 ribu orang. Secara sederhana dapat dihitung bahwa setiap pegawai pajak berkontribusi sebesar Rp27 miliar terhadap penerimaan negara. Pada sisi lainnya setiap pegawai pajak menghabiskan biaya sekitar Rp150 juta untuk biaya operasional pemungutan pajak. Angka di atas hanyalah perhitungan sederhana. Ilustrasi yang menggambarkan bahwa pegawai pajak memiliki efisiensi dan produktivitas yang baik.

Penerimaan pajak beberapa tahun terakhir menunjukkan kenaikan yang signifikan. Pertumbuhan rata-rata penerimaan pajak selama kurun waktu 2005-2010 tercatat sebesar 16,05 persen. Sementara pencapaian di 2011 bertumbuh sebesar 18,27 persen (lebih besar dari rata-rata 2005-2010). Bahkan pertumbuhan penerimaan pajak Semester 1-2012 mencapai angka 19,48 persen(pertumbuhan tertinggi sejak 2005).  Diharapkan penerimaan 2012 mencapai target. Realisasi di semester pertama telah mencapai 45 persen, sementara tingkat penerimaan pajak akan relatif naik di semester kedua berdasarkan pola penerimaan pajak selama 10 tahun ini.

Namun demikian pendapatan negara masih jauh dari mencukupi untuk kebutuhan belanja. Setiap tahun terjadi defisit anggaran. Tahun 2012 ini diperkirakan defisit anggaran sebesar Rp 190 Triliun. Darimana uang untuk menutup defisit tersebut, secara sederhana hanya dengan dua cara, yaitu menaikkan pendapatan atau mengurangi belanja negara. Alternatif lainnya adalah menutup belanja dengan  uang pinjaman. Itu langkah yang diambil pemerintah saat ini.

Pos penerimaan juga digenjot untuk menutuf defisit. Pendapatan negara bersumber pada penerimaan pajak dan penerimaan bukan pajak. Meningkatkan penerimaan dari pos pendapatan pajak menjadi pilihan pemerintah saat ini. Direktorat Jenderal Pajak dengan segala sumber daya yang ada dituntut untuk menopang kebutuhan belanja negara. Direktorat jenderal pajak akan mampu menutupi beban belanja negara bilamana dilakukan dua langkah besar. Pertama adalah penguatan Direktorat Jenderal Pajak secara kelembagaan dan yang kedua adalah peningkatan kapasitas sumber daya organisasi.

Pertama adalah penguatan secara kelembagaan. Saat ini Direktorat Jenderal Pajak berada di bawah Kementerian Keuangan. Direktorat Jenderal Pajak dipimpin seorang pejabat eselon I di bawah Menteri Keuangan. Direktorat Jenderal Pajak membawahi lebih dari 500 Kantor yang terdiri atas kantor wilayah, kantor pelayanan, kantor penyuluhan maupun kantor lainnya. Jumlah pegawai terbesar di Kementerian Keuangan. Perlu dikaji lebih jauh terkait pemberdayaan organisasi Direktorat Jenderal Pajak dengan meningkatkan status dan kedudukan unit kerja ini. Apakah setingkat dengan kementerian atau badan khusus yang bertanggung jawab secara langsung kepada presiden.

Penguatan kelembagaan ini akan memudahkan Direktorat Jenderal Pajak dalam upaya optimalisasi penerimaan pajak. Upaya Ekstensifikasi dan Intensifikasi berjalan lebih maksimal. Contoh sederhana adalah pemanfaatn data pihak ketiga. Selama ini data wajib pajak tidak dimiliki. Padahal Undang Undang 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan sudah mengatur dengan jelas dipasal 35 dan 35A. Pasal 35A ayat 1 berbunyi, “setiap instansi pemerintah, lembaga, asosiasi, dan pihak lain, wajib memberikan data dan informasi yang berkaitan dengan perpajakan kepada Direktorat Jenderal Pajak yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (2).”

Langkah kedua adalah peningkatan kapasitas sumber daya. Sumber daya yang utama saat ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Hampir semua kantor pelayanan pajak saat ini kekurangan jumlah pegawai. Direktorat Jenderal Pajak memiliki 32 ribu pegawai, dimana kebutuhan yang ideal adalah sekitar 60 ribu pegawai. Jumlah SDM masih jauh dari ideal. Untuk itu perlu dilakukan langkah nyata untuk peningkatan kapasitas sumber daya meliputi penambahan jumlah pegawai dan peningkatan kualitas pegawai. Langkah ini tentu akan menambah biaya operasional. Cost of collection akan meningkat tajam, namun tidak akan lebih dari 1,5 persen. Masih rendah dibandingkan beberapa negara tetangga.

Dua langkah tersebut setidaknya akan membuat Direktorat Jenderal Pajak tumbuh dari anak kecil menjadi pria dewasa. Pria dewasa yang mampu menjadi tulang punggung dalam mencukupi kebutuhan hidup keluarga.



Oleh EF. Budi Utomo
Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja.

Okezone