Tampilkan postingan dengan label Raihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raihan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Juli 2016 - , , , , , , , , 0 komentar

CARA KAPITALISME MENGUASAI DUNIA

[Tulisan panjaaaaang dari Ustadz Dwi Condro Triyono, Ph.D ini nambah ilmu banget, baca pelan-pelan dan pahami yak, sayang kalo kelewatan]
Sistem ekonomi kapitalisme telah mengajarkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya akan terwujud jika semua pelaku ekonomi terfokus pada akumulasi kapital (modal).
Mereka lalu menciptakan sebuah mesin “penyedot uang” yang dikenal dengan lembaga perbankan. Oleh lembaga ini, sisa-sisa uang di sektor rumah tangga yang tidak digunakan untuk konsumsi akan “disedot”.
Lalu siapakah yang akan memanfaatkan uang di bank tersebut? Tentu mereka yang mampu memenuhi ketentuan pinjaman (kredit) dari bank, yaitu: fix return dan agunan. Konsekuensinya, hanya pengusaha besar dan sehat sajalah yang akan mampu memenuhi ketentuan ini. Siapakah mereka itu? Mereka itu tidak lain adalah kaum kapitalis, yang sudah mempunyai perusahaan yang besar, untuk menjadi lebih besar lagi.
Nah, apakah adanya lembaga perbankan ini sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan cara apa?
Yaitu dengan pasar modal. Dengan pasar ini, para pengusaha cukup mencetak kertas-kertas saham untuk dijual kepada masyarakat dengan iming-iming akan diberi deviden.
Siapakah yang memanfaatkan keberadaan pasar modal ini? Dengan persyaratan untuk menjadi emiten dan penilaian investor yang sangat ketat, lagi-lagi hanya perusahaan besar dan sehat saja yang akan dapat menjual sahamnya di pasar modal ini.
Siapa mereka itu? Kaum kapitalis juga, yang sudah mempunyai perusahaan besar, untuk menjadi lebih besar lagi. Adanya tambahan pasar modal ini, apakah sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan cara apa lagi?
Cara selanjutnya yaitu dengan “memakan perusahaan kecil”. Bagaimana caranya? Menurut teori Karl Marx, dalam pasar persaingan bebas, ada hukum akumulasi kapital (the law of capital accumulations), yaitu perusahaan besar akan “memakan” perusahaan kecil. Contohnya, jika di suatu wilayah banyak terdapat toko kelontong yang kecil, maka cukup dibangun sebuah mal yang besar. Dengan itu toko-toko itu akan tutup dengan sendirinya.
Dengan apa perusahaan besar melakukan ekspansinya? Tentu dengan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Agar perusahaan kapitalis dapat lebih besar lagi, mereka harus mampu memenangkan persaingan pasar. Persaingan pasar hanya dapat dimenangkan oleh mereka yang dapat menjual produk-produknya dengan harga yang paling murah. Bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan mengusai sumber-sumber bahan baku seperti: pertambangan, bahan mineral, kehutanan, minyak bumi, gas, batubara, air, dsb. Lantas, dengan cara apa perusahaan besar dapat menguasai bahan baku tersebut? Lagi-lagi, tentu saja dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika perusahaan kapitalis ingin lebih besar lagi, maka cara berikutnya adalah dengan “mencaplok” perusahaan milik negara (BUMN).
Kita sudah memahami bahwa perusahaan negara umumnya menguasai sektor-sektor publik yang sangat strategis, seperti: sektor telekomunikasi, transportasi, pelabuhan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertambangan, kehutanan, energi, dsb. Bisnis di sektor yang strategis tentu merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, karena hampir tidak mungkin rugi. Lantas bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan mendorong munculnya Undang-Undang Privatisasi BUMN. Dengan adanya jaminan dari UU ini, perusahaan kapitalis dapat dengan leluasa “mencaplok” satu per satu BUMN tersebut. Tentu tetap dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika dengan cara ini kaum kapitalis sudah mulai bersinggungan dengan UU, maka sepak terjangnya tentu akan mulai banyak menemukan hambatan. Bagaimana cara mengatasinya?
Caranya ternyata sangat mudah, yaitu dengan masuk ke sektor kekuasaan itu sendiri. Kaum kapitalis harus menjadi penguasa, sekaligus tetap sebagai pengusaha.
Untuk menjadi penguasa tentu membutuhkan modal yang besar, sebab biaya kampanye itu tidak murah. Bagi kaum kapitalis hal itu tentu tidak menjadi masalah, sebab permodalannya tetap akan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika kaum kapitalis sudah melewati cara-cara ini, maka hegemoni (pengaruh) ekonomi di tingkat nasional hampir sepenuhnya terwujud. Hampir tidak ada problem yang berarti untuk dapat mengalahkan kekuatan hegemoni ini. Namun, apakah masalah dari kaum kapitalis sudah selesai sampai di sini?
Tentu saja belum. Ternyata hegemoni ekonomi di tingkat nasional saja belumlah cukup. Mereka justru akan menghadapi problem baru. Apa problemnya?
Problemnya adalah terjadinya ekses produksi. Bagi perusahaan besar, yang produksinya terus membesar, jika produknya hanya dipasarkan di dalam negeri saja, tentu semakin lama akan semakin kehabisan konsumen. Lantas, kemana mereka harus memasarkan kelebihan produksinya? Dari sinilah akan muncul cara-cara berikutnya, yaitu dengan melakukan hegemoni di tingkat dunia.
Caranya adalah dengan membuka pasar di negara-negara miskin dan berkembang yang padat penduduknya. Teknisnya adalah dengan menciptakan organisasi perdagangan dunia (WTO), yang mau tunduk pada ketentuan perjanjian perdagangan bebas dunia (GATT), sehingga semua negara anggotanya akan mau membuka pasarnya tanpa halangan tarif bea masuk, maupun ketentuan kuota impornya (bebas proteksi).
Dengan adanya WTO dan GATT tersebut, kaum kapitalis dunia akan dengan leluasa dapat memasarkan kelebihan produknya di negara-negara “jajahan”-nya.
Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaga andalannya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika kapitalis dunia ingin lebih besar lagi, maka caranya tidak hanya cukup dengan mengekspor kelebihan produksinya. Mereka harus membuka perusahaannya di negara-negara yang menjadi obyek ekspornya. Yaitu dengan membuka Multi National Coorporations (MNC) atau perusahaan lintas negara, di negara-negara sasarannya.
Dengan membuka langsung perusahaan di negara tempat pemasarannya, mereka akan mampu menjual produknya dengan harga yang jauh lebih murah. Strategi ini juga sekaligus dapat menangkal kemungkinan munculnya industri-industri lokal yang berpotensi menjadi pesaingnya.
Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Apakah dengan membuka MNC sudah cukup? Jawabnya tentu saja belum. Masih ada peluang untuk menjadi semakin besar lagi. Caranya? Yaitu dengan menguasai sumber-sumber bahan baku yang ada di negara tersebut.
Untuk melancarkan jalannya ini, kapitalis dunia harus mampu mendikte lahirnya berbagai UU yang mampu menjamin agar perusahaan asing dapat menguasai sepenuhnya sumber bahan baku tersebut.
Contoh yang terjadi di Indonesia adalah lahirnya UU Penanaman Modal Asing (PMA), yang memberikan jaminan bagi perusahaan asing untuk menguasai lahan di Indonesia sampai 95 tahun lamanya (itu pun masih bisa diperpanjang lagi). Contoh UU lain, yang akan menjamin kebebasan bagi perusahaan asing untuk mengeruk kekayaan SDA Indonesia adalah: UU Minerba, UU Migas, UU Sumber Daya Air, dsb.
Menguasai SDA saja tentu belum cukup bagi kapitalis dunia. Mereka ingin lebih dari itu. Dengan cara apa? Yaitu dengan menjadikan harga bahan baku lokal menjadi semakin murah. Teknisnya adalah dengan menjatuhkan nilai kurs mata uang lokalnya.
Untuk mewujudkan keinginannya ini, prasyarat yang dibutuhkan adalah pemberlakuan sistem kurs mengambang bebas bagi mata uang lokal tersebut. Jika nilai kurs mata uang lokal tidak boleh ditetapkan oleh pemerintah, lantas lembaga apa yang akan berperan dalam penentuan nilai kurs tersebut?
Jawabannya adalah dengan Pasar Valuta Asing (valas). Jika negara tersebut sudah membuka Pasar Valasnya, maka kapitalis dunia akan lebih leluasa untuk “mempermainkan” nilai kurs mata uang lokal, sesuai dengan kehendaknya. Jika nilai kurs mata uang lokal sudah jatuh, maka harga bahan-bahan baku lokal dijamin akan menjadi murah, kalau dibeli dengan mata uang mereka.
Jika ingin lebih besar lagi, ternyata masih ada cara selanjutnya. Cara selanjutnya adalah dengan menjadikan upah tenaga kerja lokal bisa menjadi semakin murah. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melakukan proses liberalisasi pendidikan di negara tersebut. Teknisnya adalah dengan melakukan intervesi terhadap UU Pendidikan Nasionalnya.
Jika penyelenggaraan pendidikan sudah diliberalisasi, berarti pemerintah sudah tidak bertanggung jawab untuk memberikan subsidi bagi pendidikannya. Hal ini tentu akan menyebabkan biaya pendidikan akan semakin mahal, khususnya untuk pendidikan di perguruan tinggi. Akibatnya, banyak pemuda yang tidak mampu melanjutkan studinya di perguruan tinggi.
Keadaan ini akan dimanfaatkan dengan mendorong dibukanya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak-banyaknya. Dengan sekolah ini tentu diharapkan akan banyak melahirkan anak didik yang sangat terampil, penurut, sekaligus mau digaji rendah. Hal ini tentu lebih menguntungkan, jika dibanding dengan mempekerjakan sarjana. Sarjana biasanya tidak terampil, terlalu banyak bicara dan maunya digaji tinggi.
Sebagaimana telah diuraikan di atas, cara-cara hegemoni kapitalis dunia di negara lain ternyata banyak mengunakan intervesi UU. Hal ini tentu tidak mudah dilakukan, kecuali harus dilengkapi dengan cara yang lain lagi. Nah, cara inilah yang akan menjamin proses intervensi UU akan dapat berjalan dengan mulus. Bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan menempatkan penguasa boneka. Penguasa yang terpilih di negara tersebut harus mau tunduk dan patuh terhadap keinginan dari kaum kapitalis dunia. Bagaimana strateginya?
Strateginya adalah dengan memberikan berbagai sarana bagi mereka yang mau menjadi boneka. Sarana tersebut, mulai dari bantuan dana kampanye, publikasi media, manipulasi lembaga survey, hingga intervesi pada sistem perhitungan suara pada Komisi Pemilihan Umumnya.
Nah, apakah ini sudah cukup? Tentu saja belum cukup. Mereka tetap saja akan menghadapi problem yang baru. Apa problemnya?
Jika hegemoni kaum kapitalis terhadap negara-negara tertentu sudah sukses, maka akan memunculkan problem baru. Problemnya adalah “mati”-nya negara jajahan tersebut. Bagi sebuah negara yang telah sukses dihegemoni, maka rakyat di negara tersebut akan semakin miskin dan melarat. Keadaan ini tentu akan menjadi ancaman bagi kaum kapitalis itu sendiri. Mengapa?
Jika penduduk suatu negeri itu jatuh miskin, maka hal itu akan menjadi problem pemasaran bagi produk-produk mereka. Siapa yang harus membeli produk mereka jika rakyatnya miskin semua? Di sinilah diperlukan cara berikutnya.
Agar rakyat negara miskin tetap memiliki daya beli, maka kaum kapitalis dunia perlu mengembangkan Non Government Organizations (NGO) atau LSM. Tujuan pendirian NGO ini adalah untuk melakukan pengembangan masyarakat (community development), yaitu pemberian pendampingan pada masyarakat agar bisa mengembangkan industri-industri level rumahan (home industry), seperti kerajinan tradisionil maupun industri kreatif lainnya. Masyarakat harus tetap berproduksi (walaupun skala kecil), agar tetap memiliki penghasilan.
Agar operasi NGO ini tetap eksis di tengah masyarakat, maka diperlukan dukungan dana yang tidak sedikit. Kaum kapitalis dunia akan senantiasa men-support sepenuhnya kegiatan NGO ini. Jika proses pendampingan masyarakat ini berhasil, maka kaum kapitalis dunia akan memiliki tiga keuntungan sekaligus, yaitu: masyarakat akan tetap memiliki daya beli, akan memutus peran pemerintah dan yang terpenting adalah, negara jajahannya tidak akan menjadi negara industri besar untuk selamanya.
Sampai di titik ini kapitalisme dunia tentu akan mencapai tingkat kejayaan yang nyaris “sempurna”. Apakah kaum kapitalis sudah tidak memiliki hambatan lagi? Jawabnya ternyata masih ada. Apa itu? Ancaman krisis ekonomi. Sejarah panjang telah membuktikan bahwa ekonomi kapitalisme ternyata menjadi pelanggan yang setia terhadap terjadinya krisis ini.
Namun demikian, bukan berarti mereka tidak memiliki solusi untuk mengatasinya. Mereka masih memiliki jurus pamungkasnya. Apa itu?
Ternyata sangat sederhana. Kaum kapitalis cukup “memaksa” pemerintah untuk memberikan talangan (bailout) atau stimulus ekonomi. Dananya berasal dari mana? Tentu akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagaimana kita pahami bahwa sumber pendapatan negara adalah berasal dari pajak rakyat. Dengan demikian, jika terjadi krisis ekonomi, siapa yang harus menanggung bebannya. Jawabnya adalah: rakyat, melalui pembayaran pajak yang akan terus dinaikkan besarannya, maupun jenis-jenisnya.
Bagaimana hasil akhir dari semua ini? Kaum kapitalis akan tetap jaya dan rakyat selamanya akan tetap menderita. Dimanapun negaranya, nasib rakyat akan tetap sama. Itulah produk dari hegemoni kapitalisme dunia

Mereka Cari Jalan, Bukan Cari Uang


Prof Rhenald Kasali
Senin, 18 Mei 2015 | 05:00 WIB
@Rhenald_Kasali
Duduk di depan saya dua perempuan muda. Sarjana Hukum lulusan UI. Wajah dan penampilan kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk “cepat kaya”. Asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya.
Tapi keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior: Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan Najwa Shihab, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura.
Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua-tiga bulan ke depan. Dan mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar. Bahkan mungkin dengan “tukang pukul” yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas.
Uang atau Meaning?
Di luar sana, anak-anak muda lainnya setengah mati cari kerja. Ikut seleksi menjadi calon PNS, pegawai bank, konsultan IT, guru, dosen dan seterusnya.
Seperti kebanyakan kaum muda lainnya, mereka semua didesak keluarga agar cepat mendapat pekerjaan, membantu keuangan keluarga, dan menikah pada waktunya. Cepat lulus, dan dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus.
Tak sedikit di antara mereka yang beruntung bertemu orang-orang hebat, dari perusahaan terkemuka, mendapatkan pelatihan di luar negeri, atau penempatan di kota-kota besar dunia.
Tetapi semua itu akan berubah. Sebab atasan yang menyenangkan tak selamanya duduk di sana. Kursi Anda bisa berpindah ke tangan orang lain. Kaum muda akan terus berdatangan dan ilmu-ilmu baru terus berkembang. Bulan madu karier pun akan berakhir. Mereka akan tampak tua di mata kaum muda yang belakangan hadir.
Sebagian dari mereka juga ada yang menjadi wirausaha. Tidak sedikit yang tersihir oleh kode-kode yang dikirim sejumlah orang tentang jurus-jurus cara cepat menjadi kaya raya. Bisa saja mereka berhasil meraih banyak hal begitu cepat. Tetapi benarkah mereka berhasil selama-lamanya?
Pengalaman saya menemukan, orang-orang yang dulu begitu getol mencari uang kini justru tak mendapatkan uang. Di usia menjelang pensiun, semakin banyak orang yang datang mengunjungi teman-teman lama sekedar untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian lagi hanya bisa sharing senandung duka.
Kontrak rumah dan uang kuliah anak yang belum dibayar, pasangan yang pergi meninggalkan keluarga dan serangan penyakit bertubi-tubi. Padahal dulu mereka begitu getol mengejar gaji besar, berpindah-pindah kerja demi kenaikan pendapatan.
Saya ingin memberitahu anda nasehat yang pernah disampaikan oleh Co-Founder Apple: Guy Kawasaki kepada kaum muda ia pernah mengatakan begini:
“Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’ maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”
Lantas apa itu meaning?
Meaning itulah yang sedang dikerjakan anak-anak perempuan tadi yang saya temui dalam tapping program televisi Mata Najwa edisi hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei beberapa hari ke depan. Menjadi relawan dalam team pemberantas illegal fishing.
Dan itu pulalah yang dulu dilakukan oleh para mahasiswa kedokteran di STOVIA yang mendirikan Boedi Oetomo yang menandakan Kebangkitan Nasional Indonesia. Bahkan itu pula yang dijalankan oleh seorang insinyur lulusan ITB yang merintis kemerdekaan Indonesia, Ir. Soerkarno. Itu pula yang dilakukan para CEO terkemuka saat mereka muda.
Di seluruh dunia, para pemimpin itu lahir dari kegigihannya membangun meaning, bukan mencari kerja biasa. Dalam kehidupan modern, itu pulalah jalan yang ditempuh para miliarder dunia. Mereka bukanlah pengejar uang, melainkan pengejar mimpi-mimpi indah. Seperti yang diceritakan oleh banyak eksekutif Jerman yang dulu menghabiskan waktu berbulan-bulan kerja sosial di Afrika. "Tidak saya duga, apa yang saya lakukan 20 tahun lalu itulah yang diperhatikan pemegang saham," ujar mereka.
Saya jadi ingat dengan beberapa orang yang mencari kerja di tempat saya, baik di UI maupun di berbagai aktivitas saya. Ada yang benar-benar realistis, datang dengan gagasan untuk membangun meaning dan ada yang sudah tak sabaran mendapatkan gaji besar.
Kelompok yang pertama, sekarang bisa saya sebutkan mereka berada di mana saja. Sebagian sudah menjadi CEO, pemimpin pada berbagai organisasi dan tentu saja wirausaha yang hebat atau Ph.D lulusan universitas terkemuka.
Namun kelompok yang kedua, datang dengan tawaran yang tinggi. Ya, mereka menilai diri jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Dan tak jarang ada yang diminta berhenti oleh keluarganya hanya beberapa bulan setelah bekerja, demi mencari pekerjaan yang gajinya lebih besar. Amatilah mereka yang baru menikah. Kalau bukan pasangannya, bisa jadi orangtua atau mertua ikut mengubah arah hidup dan merekapun masuk dalam pusaran itu.
Padahal, semua orang tahu orang yang mengejar meaning itu menjalankan sesuatu yang mereka cintai dan menimbulkan kebahagiaan. Dan bahagia itu benih untuk meraih keberhasilan. Orang yang mengejar gaji berpikir sebaliknya, kaya dulu, baru bahagia. Dan ini tumbuh subur kala orang dituntut lingkungannya untuk mengkonsumsi jauh lebih besar dari pendapatan.
Sebaliknya, mereka yang membangun meaning, tahu persis, musuh utama mereka adalah konsumsi yang melebihi pendapatan.
Potret Diri
Kalau saya merefleksikan ke belakang tentang hal-hal yang saya jalani dalam hidup saya, maka dapat saya katakan saya telah menjalani semua yang saya sebutkan di atas. Sementara teman-teman yang 30 tahun lalu memamerkan kartu kreditnya (saat itu adalah hal baru bagi bangsa ini), pekerjaan dengan gaji besar, jabatan dan seterusnya, kini justru tengah mengalami masa-masa yang pahit.
Seorang pengusaha besar mengatakan begini: “Uang itu memang tak punya mata, tetapi mempunyai penciuman. Ia tak bisa dikejar, tapi datang tiada henti pada mereka yang meaning-nya kuat.”
Di dinding perpustakaan kampus Harvard saya suka tertegun membaca esay-esay singkat yang ditulis oleh para aplikan yang lolos seleksi. Dan tahukah Anda, mereka semua menceritakan perjalanan membangun meaning. Maka saya tak heran saat Madame Sofia Blake, istri duta besar Amerika Serikat di sini berkunjung ke Rumah Perubahan minggu lalu, ia pun membahas hal yang sama untuk membantu 25 putra-putri terbaik Indonesia agar bisa tembus diterima di kampus utama dunia.
Meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang, yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang anda sebut sebagai branding. Anda bisa mendapatkannya bukan melalui jalan pintas atau lewat jalur cara cepat kaya.
Meaning itu dibangun dengan cara yang berbeda dari yang ditempuh pekerja biasa. Dari terobosan-terobosan baru. Dan kadang, dari bimbingan orang-orang besar yang memberikan contoh dan mainan baru. Ya, contoh dan mainan itulah yang perlu kita cari, dan terobosan-terobosan yang kita lakukan kelak memberikan jalan terbuka.
Selamat mencoba. Selamat hari Kebangkitan Nasional. Jangan lupa pemuda yang dulu membangkitkan kesadaran berbangsa di negri ini adalah juga para pembangun meaning.
Minggu, 22 Mei 2016 - , , , , , , , , , , , , 0 komentar

sambut Ramadhan 1437H

tidak terasa, sebentar lagi Ramadhan 1437H kurang lebih 2 pekan lagi...mari kita sambut dengan hati yang gembira, laksana menyambut tamu agung
yuk rencanakan kegiatannya:
  1. Pengajian Akbar
  2. Festival Anak Sholeh
  3. Buka dan Sahur Bersama
  4. Berbagi Inspirasi dan Informasi
  5. Remaja Berkarya

Selasa, 08 Desember 2015 - , , , , , , , , 0 komentar

dah berapa kali menunaikan Ibadah Haji dan Umroh?

Haji nya Mabrur tapi tidak berangkat haji
.
Adalah ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di makkah yang menceritakan riwayat ini.Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka,
“Berapa banyak yang datang tahun ini? ” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”“Tidak satupun”
.
Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.“Apa?” ia menangis dalam mimpinya.“Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”“Kok bisa”“Itu Kehendak Allah”“Siapa orang tersebut?”“Sa’id bin Muhafah, tukang sol sepatu di kota Damsyiq (damaskus sekarang)”Mendengar ucapan itu, ulama itu langsungterbangun.
.
Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya.Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namannya Sa’id bin Muhafah.“Ada, ditepi kota” Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya.
.
Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu“Betul, siapa tuan?”“Aku Abdullah bin Mubarak” Said pun terharu, "Bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”Sejenak Ulama itu kebingungan, dari manaia memulai pertanyaannya, akhirnya iapunmenceritakan perihal mimpinya.“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”“Wah saya sendiri tidak tahu!”“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini"Maka Sa’id bin Muhafah bercerita..
.
“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalumendengar :Labbaika Allahumma labbaika.
Labbaika la syarika laka labbaika.Innal hamda wanni’mata laka wal mulka.laa syarika laka.
Ya Allah, aku datang karena panggilanMu.Tiada sekutu bagiMu.Segala ni’mat dan puji adalah kepunyanMudan kekuasaanMu.Tiada sekutu bagiMu.
.
Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangisYa allah aku rindu Mekah Ya Allah aku rindu melihat kabah Ijinkan aku datang.ijinkan aku datang ya Allah.Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang darihasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.
.
“Saya sudah siap berhaji ”“Tapi anda batal berangkat haji”“ Benar”“ Apa yang terjadi?”“Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?“ya sayang”“Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku”"Ustadz, sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh.Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.
.Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan “tidak boleh tuan” “Dijual berapapun akan saya beli”“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.Akhirnya saya tanya kenapa?Sambil menangis, janda itu berkata “dagingini halal untuk kami dan haram untuk tuan” katanya.Dalam hati saya : Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim? Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Dirumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak. Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan matikelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram".
.
Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang.Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis, kami akhirnya memasakmakanan dan mendatangi rumah janda itu.“Ini masakan untuk mu”"Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.”"Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”Ya Allah disinilah HajikuYa Allah disinilah Mekahku..
.
Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air matanya.Fi kitab irsyadul ibad ila sabiila rosyad.Tak bosan membaca kisah ini berulang utkmengingatkan diri sendiri.
.
mohon bagikan dan sharekan syiar dakwah . .
gabung disini : www.facebook.com/AmraTravel 
Minggu, 10 Mei 2015 - , , , 0 komentar

Riba?????

💥Riba dosa dan bahayanya🌹

🍃Di akhir zaman sekarang ini, telah nampak praktek riba tersebar di mana-mana. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.” (HR. Bukhari, 2083)
🌴Oleh karena itu, sangat penting sekali kaum muslimin mengetahui apa riba, bentuknya dan bagaimana dampak bahanya.
🌴Pengertian Riba.
Riba berarti tambahan (al fadhl waz ziyadah). (Al Mu'jam Al Wasith, 350).
Riba dapat berarti bertambah dan tumbuh (zaada wa namaa). (Al Qomus Al Muhith, 3/423)
🌱Di antara definisi riba yang praktis adalah: "Suatu akad/transaksi pada barang tertentu yang ketika akad berlangsung tidak diketahui kesamaannya menurut ukuran syari'at, atau adanya penundaan penyerahan kedua barang atau salah satunya." (Mughnil Muhtaj, 6/309)
Menurut Ibnu Qudamah, riba adalah: "Penambahan pada barang dagangan/komoditi tertentu." (Al Mughni, 7/492)
🌴Macam-macam Bentuk Riba 
Riba dibagi menjadi dua:
🌱 1. Riba Nasi`ah, yang berarti mengakhirkan masa pembayaran, ini terbagi menjadi dua:
-Seseorang atau perusahaan tertentu memberikan pinjaman kepada seorang nasabah dengan membayar bunga sekian persen dalam kurun waktu tertentu dan dibayar dalam bentuk angsuran.
-Pihak nasabah membayar tambahan bunga baru dari bunga sebelumnya disebabkan karena tertundanya pembayaran pinjaman setelah jatuh tempo. Semakin lama tertunda pinjaman itu, maka semakin banyak tumpukan hutang yang harus ditanggung oleh pihak nasabah. Ini disebut riba jahiliyyah.
🌱2. Riba Fadhl, yaitu jual beli dengan sistim barter pada barang yang sejenis tapi timbangannya berbeda
🌴Hukum Riba.
Seperti kita ketahui bersama dan ini bukanlah suatu hal yang asing lagi bahwa riba adalah sesuatu yang diharamkan dalam syari'at Islam.
Ibnu Qudamah mengatakan, "Riba itu diharamkan berdasarkan dalil Al Qur'an, As Sunnah, dan Ijma’.” (Al Mughni, 7/492)
Firman Allah,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ  
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Ali Imron: 130)
Firmannya,“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al Baqarah: 275)
🌴Dosa dan Bahayanya Riba.
Nabi bersabda,  “Jauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau mengatakan, “ Menyekutukan Allah, Sihir, Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, Memakan harta anak yatim, memakan riba, melarikan diri dari medan peperangan, menuduh wanita yang menjaga kehormatannya lagi (bahwa ia dituduh berzina)." (HR. Bukhari, 2766;Muslim, 89)
Dalam riwayat Muslim, "Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba dan dua orang saksinya." Beliau mengatakan, "Mereka semua itu sama."(HR. Muslim,1598)
Rasulullah bersabda : " Satu dirham dari riba yang dimakan oleh seseorang dan ia tahu itu (riba), maka lebih besar disisi Allah daripada berzina tiga puluh enam kali " (HR. Imam Ahmad dan Ath Thabrani dishahihkan Al-Bany di shahihul jami')
Rasulullah bersabda : " Riba itu memiliki tujuh puluhan pintu, yang paling ringan adalah seperti seseorang yang menggauli ibunya sendiri " (Hadist ini dishahihkan syaikh Al Al Bani di shahihul jami')
🌴Hukum Bekerja di Bank.
Fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz رحمه الله: "… Tidak diperbolehkan bekerja di bank seperti itu (yang melakukan transaksi riba).
Sebab bekerja di sana termasuk ta'awun (tolong-menolong) di atas dosa dan permusuhan. Allah berfirman: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (Al-Ma'idah: 2)
Al-Lajnah Ad-Da'imah juga mengeluarkan fatwa yang sama dengan ini. (13/344-345)
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin رحمه الله menyatakan, haramnya bekerja di Bank Ribawy berlaku umum bagi siapa saja yang bekerja di bank-bank ribawi, walaupun hanya sebagai sopir atau sekuriti (petugas keamanan). Juga berlaku pada semua lembaga ribawi selain bank.
Bahkan hukumnya pun berlaku bagi pihak yang tidak punya pilihan pekerjaan kecuali di bank ribawi, atau pihak yang kondisi ekonominya pailit dan hanya ada lowongan pekerjaan di bank ribawi, sebagaimana fatwa Asy-Syaikh Ibnu Ba.(Fiqh wa Fatawa Buyu' lihat Fiqh wa Fatawa Buyu' (hal. 133).
🌴Bahaya dan Dampak Negatif Riba yang Begitu Mengerikan.
🌱1. Beratnya dosa riba.
Sabda Nabi,"Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali." (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman. Disohihkan Syaikh Al Albani dalam Al-Misykatul)
🌱2. Mendatangkan bencana.
Rasulullah bersabda,"Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah." (HR. Al Hakim. Disohihkan Al Albani)
🌱3. Tidak diterima ibadah yang dbiayai dari riba, seperti haji, shadaqah dan infak.
Rasulullah bersabda, "Sesunguhnya Allah itu baik dan Dia tidak menerima kecuali dari hasil yang baik"(HR Muslim). 
🌱4. Terhalangnya doa orang yang memakan riba.
Rasulullah bersabda, "Ada seorang yang menengadahkan tangannya ke langit berdo'a, "Ya Rabbi, Ya Rabbi, sementara makanannya haram, pakaiannya haram, dan daging yang tumbuh dari hasil yang haram, maka bagaimana mungkin do'anya dikabulkan." (HR.Muslim)
🌱5. Hilangnya keberkahan umur dan membuat pelakunya melarat.
Rasulullah bersabda, "Tidaklah seseorang memperbanyak harta kekayaan dari hasil riba, melainkan berakibat pada kebangkrutan dan melarat." (HR.Ibnu Majah).
🌱6. Sistim riba menjadi sebab utama kebangkrutan negara dan bangsa.  Pengembangan keuangan dan ekonomi dengan sistim riba merupakan penjajahan ekonomi secara sistimatis dan terselubung oleh negara-negara pemilik modal, dengan cara pemberian pinjaman lunak.
🌱8. Memakan riba menjadi sebab utama su`ul khatimah, karena riba merupakan bentuk kezhaliman yang menyengsarakan orang lain, dengan cara menghisap "darah dan keringat" pihak peminjam, itulah yang disebut rentenir atau lintah darat.
🌱9. Pemakan riba akan bangkit di hari Kiamat kelak seperti orang gila dan kesurupan. Sebagaimana penafsiran Syaikh Muhammad al-Utsaimin terhadap Al-Baqoroh:275)
🌱10, Tersebarnya penyakit stress dan gila di masyarakat.
Nabi besabda, "Tidaklah menjamur riba di suatu kaum melainkan akan muncul pula penyakit gila didalamnya." (HR Ibnu Majah disohihkan Al-Mundziry). Wallahu a'lam
🌱Dinukil dari berbagai sumber mausu'ah fil fiqh
🍃

🌴.🌱🍒🌻🌿💥🌺💥🌿🌻🍒🌱.🌴

Senin, 23 Maret 2015 - , , , , , , , , , 0 komentar

One Village One Playground (OVOP)

 
Assalamualaikum..
salam kenal
kenalkan nama Syarif Thoyib - Owner Yayasan At Thoyyibah
PNS di KPP Pratama Kebumen...
foto liat di sini : https://www.facebook.com/abiraihan/media_set?set=a.10201809188130944.1073741832.1219352865&type=3
One Village One PlayGroun =  Satu Desa Satu Taman Bermain
ide awalnya pas liat kickandy dg tamu Ridwan Kamil dan Imam B Prasodjo
minimal lahan 300m2, dibagi dalam Ruang Utama berupa pendopo (Ruang Administrasi, Perpustakaan, Ruang Rapat/Pertemuan, Ruang Tamu, Mushola, dst)
Halaman Depan untuk area bermain anak-anak
Halaman belakang area Beternak (Ikan, Ayam, bebek)
Halaman samping are berkebun
itu mungkin pengantarnya, silakan dikembangkan
ttd
Syarif Thoyib-085693772077

Penjual Koran ke Baitulloh (insya Alloh)





Beliau bernama Dimyati Khoiril Thoyib, tinggal di Pasar Kliwon RT.001 RW.001 Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta..
bercita-cita untuk bisa menunaikan Ibadah Haji/Umroh ke baitulloh...
profesi sehari-harinya adalah menjadi Penjual Koran sejak 1998 sampai sekarang...setelah berpindah-pindah tempat pangkalan, sekarang pangkalanya di depan RSI Kustati, Solo....
berangkat setelah sholat Subuh di surau(mushola kecil) di daerah Mertodranan, sekitar jam 05.00 pagi mulai mengayuh sepeda kumbang, untuk menuju pangkalan koran di Toko Buku Matahari, dan berjalan lebih dari 17 tahun berjalan...
doa-doa dipanjatkan disetiap sholat Tahajud untuk bisa menunaikan Ibadah Haji/Umroh, oleh salah seorang anaknya dimodali untuk membuka tabungan haji di Bank Syariah Mandiri sekitar pangkalan, sampai sekarang sudah terkumpul hampir 8 juta rupiah, mungkin masih jauh dari kebutuhan minimal untuk mendapatkan satu kursi porsi haji yang minimal 25jutaan, tapi ikhtiar dan usaha dilakukan untuk bisa mewujudkan cita-citanya dan berpasrah diri/bertawakal , semoga Alloh SWT mewujudkan cita-citanya.

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imraan [3]; ayat: 96-97)

Anda berminat untuk Donasi kepada beliau, agar bisa mewujudkan cita-citanya, silakan transfer donasi Rekening Yayasan At Thoyyibah dengan nomer 139-0002077760 dari Bank Mandiri dan BCA-0960355253 atas nama Syarif Thoyib, info lebih lengkap hubungi 085693772077
Sabtu, 03 Januari 2015 - , , , , , , , , , , , , 0 komentar

passport, mengawali tahun 2015

tahun 2014 saya bertekad untuk membuat passport, dan itu aku niatkan waktu masih kerja di Solo, April 2014 mutasi kerja ke Kebumen, dan teman-teman komunitas sangat memotivasi untuk melaksanakan ibadah Umroh BackPacker (UBP2014) dan di kantor yang baru, ternyata ada teman yang ikut rombongan UBP2014
setelah baca-baca di mbah google.com dan share cerita teman-teman, akhirnya aku bulatkan tekad untuk registrasi via online, klik disini kemudian mengikuti petunjuk dan pengisian biodata, maka ada email masuk untuk konfirmasi data, setelah dicetak kemudian meluncur ke BNI untuk pembayaran sebesar Rp 355ribu plus Rp 5rb untuk biaya, langkah selanjutnya konfirmasi pembayaran via online untuk penjadwalan pengambilan foto dan biometrik, diambil 10 sidik jari kedua tangan..
tanggal 22 Desember 2014 meluncur ke Kantor Imigrasi II Cilacap, berkas0-berkas yang harus disiapkan adalah fotokopi KK,KTP,Akte Kelahiran/Ijazah terakhir dengan ukuran kwarto atau A4 serta meterai Rp 6ribu, berkas bawa asli dan fotokopi, kemudian mengambil nomer antrian, untuk pengambilan foto wajah dan biometrik.
setelah semua selesai, sesuai SOP (standar operating procedure) maka passport jadi dalam waktu 3 hari kerja, isteriku tersayang Barokahtun Alfiah dan ananda Inas Amirah Hasna mengambil passport yang sudah jadi tanggal 2 Januari 2015, passport berlaku selama 5 tahun sampai dengan tanggal 22 Desember 2019.

dan saya berharap passport ini digunakan pertama kali untuk berkunjung dalam rangka Haji dan Umroh bersama keluarga dan kedua orang tua, semoga Alloh Ta'ala mengabulkan doa dan hajat ini, amin ya robbal 'alamin

Komunitas Bebas Riba (KOBAR)




  Saya pernah menulis ide bisnis/sosial/pendidikan seperti di http://chirpstory.com/li/49447 mungkin tidak sama persis, paling tidak apa yang ada dalam uneg-uneg tersalurkan dengan hastag #Ide2Liar
===========================================================
Copas dari Ardian Squ Candra
Bersama temen2 di instansi kantor kami, kami membentuk komunitas Bebas Riba di group whassap. Kami berkumpul dan berencana untuk patungan menolong saudaranya untuk terbebas dari hutang riba, dgn memberi pinjaman tanpa bunga dan tanpa mengambil manfaat. Insyaa Allah syar'i.
Siapa sangka biidznillah dalam bbrapa hari sudah berkumpul temen2 donatur sudah seratus orang lebih dari seluruh indonesia.
Join jadi donatur ngga ada keuntungan secara ekonomi karena ini bukan investasi bisnis. Keuntungan yg diharapkan adalah terbebasnya satu demi satu sodara kita dari jerat riba. Karena kita semua berada dalam satu perahu yg sama. Keuntungan yang diharapkan adalah ridho ALLAH, ketika kita mencoba mengamalkan tiga dari empat amalan yg paling dicintai Allah: membantu meringankan kesulitan saudaranya, membebaskan hutangnya dan meletakkan kegembiraan di hatinya.
Saat ini memang hanya intern temen2 di instansi kami saja. Tapi siapa tau ya ikhwah, suatu saat nanti bisa jadi koperasi BMT syariah. Bisa membantu2 temen2 lain sebanyak2nya dan berkembang.
Bukankah perjalanan ribuan kilometer pasti diawali dengan satu langkah kaki.
Kita kuat kalo bersatu.
Muslim united!!
*kepalkan tangan ke udara
======================================================
ini semua bisa jalan dan sukses apabila didukung oleh kita semua, terutama umat Islam, kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang , kapan lagi?
ada yang nanya 5W+1H?
What=Komunitas yang bertujuan membebaskan transaksi RIBAWI
When=sekarang aja
Where=diseluruh muka bumi
Who=kita-kita umat Islam
Why=sesuai dengan ajaran agama

http://amzan.faa.im/allah-menghalalkan-jual-beli-dan-menghar.xhtml
How =caranya samakan visi dan misi, bentuk suatu komunitas, dan terus sosialiasasi
========================================================
diharapkan ide dan ikhtiar ini mendapat sambutan yang positif.
Kami harapkan saran,masukan,kritik demi kesuksesannya.

Syarif Thoyib
085693772077
30112014.1055/Maos-Cilacap
========================================================
contoh aturan mainnya:
ATURAN MAIN :
1. DONATUR
a. Donatur setoran awal di bulan desember, 500rb dgn ujung nominal diisi no urut. Jd setiap donatur hrs segera setor data, privacy, kpd admin dan segera tau nomer urutnya. Ini udah umum ya, semua mgkn udh tau. Setiap melakukan setoran, selalu diberi nomor urut.
b. Donatur setelah nyetor ga perlu laporan ke admin, karena udah bakal tampak di rekening siapa yg ufh setor. Kita tinggal tandain aja.
c. Setoran akan dicatat rinci hingga ke angka2 kecil, bukan pembulatan
d. Khusus donatur dgn status uang pinjaman tidak akan diberi akad perjanjian dengan komunitas (cukup dicatat oleh pengurus dan diumumkan untuk disaksikan oleh member). Uang hanya boleh diambil kembali setelah 6 bulan dari penyetoran jika donatur berkehendak (misalnya ada keperluan). Mohon menyampaikan pemberitahuan minimal dua bulan sebelumnya.
e. Untuk setoran bulan kedua dan seterusnya (setoran rutin), diharapkan member menyetor minimal 100.000 per bulan ( dapat dirapel dan tidak dipaksakan). Setoran rutin ini tetap ditambahkan nomor urut masing2 member di belakang nominal setoran (misalnya 100.001). Status setoran bulan kedua dan seterusnya dianggap sebagai simpanan member tanpa bunga, dan dapat diambil oleh member sesuai aturan pada poin 1d
f. Kondisi keuangan dan arus kas komunitas akan dilaporkan setiap bulannya melalui Forum xxxxx. Jika anggota berniat untuk melihat kondisi simpanannya, dapat menghubungi bendahara/admin.
g. Donatur dapat menyetorkan donasinya melalui nomor rekening xxxxxxx. Rekening ini bersifat sementara, dan Pengurus akan segera membuat rekening baru di Bank Syariah tanpa bunga
2. PEMINJAM
a. Sebelum menentukan calon peminjam, pengurus akan melakukan pendataan anggota yang memiliki hutang riba dan berniat mengajukan pinjaman
b. Pengurus akan menganalisa dan mempertimbangkan member mana yg akan dipinjami terlebih dahulu, disesuaikan dgn jumlah dana yg ada. Kriteria peminjam yg dilayani berdasarkan urutan permohonan masuk, sambil mempertimbangkan apabila dana mencukupi. Pinjaman yg diberikan adalah utk melunasi hutang riba sehingga si peminjam benar2 bebas riba, alhamdulillah
c. Member yg telah dibantu diharapkan benar2 tdk lagi terlibat hutang riba. Karena itu kepada ybs tidak akan dibantu lagi/tidak diberikan pinjaman lagi dalam komunitas ini.
d. Persyaratan administasi peminjaman :
Calon peminjam yang sudah ditentukan sebagai peminjam, dimohonan untuk melengkapi persyaratan administrasi. Syarat administasi berupa aplikasi permohonan yang harus ditandatangani oleh pihak istri/suami/kerabat dekat (bagi yang belum memiliki pasangan). Aplikasi permohonan dilengkapi dengan :
1. Fotokopi KTP Suami dan istri/kerabat dekat
2. Kartu Keluarga (jika ada)
3. Surat pernyataan bersedia dipotong bendahara & surat pernyataan bendahara bersedia memotong
4. Bukti hutang riba ( dokumen cicilan/rekening koran 3 bulan terakhir)
5. Surat pernyataan tidak akan memiliki hutang riba dan kesediaan menjadi donatur setelah utang lunas
6. Surat pengakuan hutang ke lembaga/komunitas bebas riba
e. Dana pinjaman baru ditransfer setelah berkas administrasi diterima lengkap administrator/sekretaris. Segala biaya yang timbul selama proses peminjaman, menjadi tanggung jawab peminjam
f. besar angsuran yang dapat disetujui untuk peminjam adalah sama atau lebih besar dari angsuran pinjaman (hutang riba) yang dilunasi.
g. Bagi member yang masih memiliki pinjaman, tidak diperkenankan menarik dana simpanannya, sampai pinjaman tersebut lunas. Dan setelah pinjamannya lunas, diharapkan agar terus memberikan donasinya demi kelangsungan program komunitas

Proposal Sekolah Sepak Bola (SSB) At Thoyyibah



Proposal Pendirian SSB At Thoyyibah


1.1     Pendahuluan
Pemerintah Indonesia mempunyai suatu keinginan untuk menyelamatkan generasi muda usia dini agar terhindar dari bahaya Narkotika, Obat-obatan terlarang, dan kenakalan remaja. Berbagai cara dan kegiatan, telah dilakukan oleh pemerintah dan juga masyarakat agar keinginan tersebut bisa dilaksanakan.
Satu dari banyaknya cara yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat adalah dengan mendirikan sarana olahraga dan juga pra sarananya. Harapannya adalah agar generasi muda Indonesia memanfaatkan waktu kosong yang dimilikinya dengan berolahraga. Selain bisa membuat tubuh menjadi sehat, olahraga juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi mereka yang mempunyai kemampuan dalam satu cabang olahraga.
Niat baik pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba dan perbuatan yang tidak baik lainnya, juga harus mendapatkan dukungan dari masyarakat dengan cara berperan aktif untuk mengikuti program yang dilaksanakan oleh pemerintah atau menyelenggarakan kegiatan yang tidak bergantung kepada pemerintah. Satu upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan mendirikan Sekolah Sepak Bola.
Sekolah sepak bola merupakan sarana yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang masih berusia muda untuk berlatih sepak bola. Di sekolah sepak bola, biasanya peserta didik dibagi kedalam tiga kelompok umur yaitu U-10 tahun, U-15 tahun, dan U-18 tahun. Setiap kelompok umur memiliki kurikulum yang berbeda. Kelompok umur U-10 tahun biasanya diberikan materi bermain sepak bola yang membuat mereka menjadi senang. Kelompok umur U-15 tahun, diberikan materi tentang teknik dasar bermain sepak bola. Sedangkan kelompok umur U-18 tahun, diberikan materi mengenai teknik dasar dan etika dalam bermain sepak bola.
Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Yayasan At Thoyyibah mempunyai niat untuk mendirikan sekolah sepak bola. Sekolah sepak bola ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi generasi muda usia dini agar mencintai permainan sepak bola, berlatih teknik dasar bermain sepak bola, serta memahami etika dan sportifitas dalam bermain sepak bola. Selain itu, sekolah sepak bola ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda yang selama ini bermain sepak bola, namun tidak mempunyai kesempatan untuk mengikuti kompetisi agar bisa mengikuti kompetisi.
Oleh karena itu, atas dasar kepedulian terhadap generasi muda usia dini dan membantu mewujudkan program  pemerintah Indonesia seperti yang telah disebutkan sebelumya, maka kami mengajak Bapak/Ibu untuk ikut berkontribusi dalam pendirian sekolah Sepak Bola At Thoyyibah ini. Kontribusi tersebut bisa dalam bentuk dana atau perlengkapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembinaan generasi muda usia dini ini.
1.2     Dasar Pemikiran
1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dimana Jalur pendidkan di luar sekolah mempunyai kedudukan yang sama dengan dalam sekolah saling mengisi dan saling melengkapi sehingga tidak terjadi ketimpangan.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 1991 tentang pendidikan luar sekolah dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 1991 tentang keinginan pemerintah untuk tetap mengakui keberadaan Pendidikan luar sekolah.
3. Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1999 tentang Arah kebijaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu, dan menyeluruh, melalui berbagai upaya pro aktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lingkungan sesuai dengan potensinya.
4. Pendidikan merupakan hak Yayasan negara, baik formal atau non formal.
1.3     Tujuan
 1. Memberikan wadah bagi generasi muda usia dini untuk bermain dan mencintai sepak bola serta mengembangkan kemampuan yang dimilikinya dan memiliki pemahaman spiritual yang sangat baik.
2. Menghindarkan generasi muda usia dini dari bahaya penggunaan Narkotika, Obat-0batan terlarang, serta kegiatan yang tidak bermanfaat lainnya.
3.  Menghasilkan pemain sepak bola professional yang bisa memperkuat Tim Nasional Indonesia dalam pertandingan-pertandingan resmi sehingga memberikan rasa bangga bagi masyarakat di daerah dan bangsa Indonesia.
1.4     Sasaran Peserta
1. Generasi muda usia dini yang berusia dibawah 10 tahun.
2. Remaja yang berusia 11 tahun dan berada dibawah 15 tahun.
3. Remaja yang berusia 16 tahun dan berada dibawah 18 tahun

1.5     Target Peserta Didik
Target dari pelaksanaan pendidikan di sekolah sepak bola ini yaitu sebanyak enam puluh orang dimana masing-masing kelompok umur berisi dua puluh orang pemain.

1.6     Tempat Pelaksanaan
Lapangan Desa Maoslor, Maos, Clacap

1.7     Struktur Kepengurusan
          1.    Pembina                 :         1.    Ketua RW.10 Desa Maoslor
                                                           2.    Ketua RW.11 Desa Maoslor
                                                              
          2.    Ketua                       :         Syarif Thoyib
          3.    Sekretaris              :         Adis Sobri
          4.    Bendahara             :        Itmam Munawir Zarkasyi
          5.    Perlengkapan       :         Jabbet Hamdan
          6.    Pelatih                     :         Aris Suryono
         
1.8     Bantuan yang Diharapkan
1. Rencana Anggaran Biaya
Adapun bantuan yang diharapkan yaitu dana yang akan digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah Sepak Bola At Thoyyibah atau perlengkapan yang akan digunakan oleh peserta didik di Sekolah Sepak Bola At Thoyyibah seperti yang terdapat pada tabel dibawah ini.
NO.
Nama Barang
Harga
Unit
Total
1.
Pembersihan Lapangan
500.000
-
   500.000
2.
Bola Ukuran 4
200.000
10
2.000.000
3.
Cone
  50.000
24
1.200.000
4.
Gawang Rintang
250.000
4
1.000.000
5.
Jaring Gawang
100.000
2
   200.000
7.
Rompi
  50.000
24
1.200.000
9.
Bambu Untuk Gawang
100.000
10
1.000.000
11.
Pendaftaran SSB
400.000
-
   400.000
TOTAL
7.500.000
2. Anggaran Tersedia
NO.
Nama Barang
Harga
Jumlah
Total
1.
Pendaftaran Peserta
  15.000
60
   900.000
2.
Dana Pengurus
600.000
-
   600.000
TOTAL
1.500.000

3. Kekurangan Anggaran
Kekurangan anggaran dana yang diperlukan untuk pendirian Sekolah Sepak Bola At Thoyyibah ini yaitu sebesar Rp. 6.000.000 (Enam Juta Rupiah).
Bantuan bisa diberikan secara langsung kepada Pengurus SSB At Thoyyibah atau bisa juga melalui Bank Mandiri Cabang Cilacap - 1390002077760 dan  BCA Cabang Cilacap – 0960355253 atas nama Syarif Thoyib. Selain itu, bisa juga menghubungi Oyong Hairudin di nomor handphone 0856-93772077 dan e-mail dengan alamat syarif.thoyib@gmail.com.
1.9     Penutup
Demikian atas perhatian dan bantuannya, saya ucapkan terima kasih

Sekolah Sepak Bola At Thoyyibah

Syarif Thoyib
KETUA