Tampilkan postingan dengan label Jl. Sindoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jl. Sindoro. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Mei 2018 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Sedekah Umroh Gratis

Program Umroh Gratis
Untuk memberikan penghargaan atas kontribusi para Imam/Marbot Masjid/Mushola, selaku admin Grup Umroh Hemat,  saya membuat Program Umroh Gratis,  dengan estimasi Biaya Rp 25juta (Paket Umroh Full Service)
Semisal kita patungan minimal Rp 100ribu,  maka dibutuhkan 250 donatur,  bagi yang berminat bisa menambahkan kode unik 99. Sebagai contoh donasi 100rb,  maka bisa transfer sejumlah Rp 100.099, ke rekening:
Mandiri-1390002077760
BCA-0960355253
Atas nama Syarif Thoyib
Konfirmasi - 085693772077

Umroh Hemat Februari 2018

UMROH HEMAT 2018
Jadwal 28 Feb - 10 Maret 2018
Cairo 1hr
Madinah 5hr
Mekkah 5hr
❗Harga 20jt All in starting CGK
🏨Hotel Madinah Sourfah Aljadid / Setaraf (150m dari Nabawi)
🏨Hotel Mekkah Golden Abror / Setaraf (400m dr Masjidil Haram)
🏨Hotel Hyatt Cairo
💟Harga Sudah termasuk:
- tiket PP starting CGK to CGK (daerah lain tergantung tiket ke KLnya)
- visa Umroh, Visa Mesir
- city tour Madinah, Mekkah, Jeddah, Cairo
- Muthawif
- catering 3× sehari menu Indonesia
- akomodasi & transportasi
- Buku doa
- ZamZam 5 liter
Blm termasuk:
- pembuatan passport,
- suntik maningitis ,surat lain bila perlu
📝Ketentuan Pendaftaran:
Cukup DP tiket 9 jt
Sisa Pelunasan bisa dicicil dan dibayar paling telat 1 Februari 2018.
Seat terbatas!
info 085693772077
Kamis, 11 Agustus 2016 - , , , , , , , , , , 0 komentar

FANTASTIS! Berkat Kecintaannya Pada Qur’an, Wanita ini BANGKIT.

 
“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.
Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.
“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Al Quran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.
Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”
Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.
Semasa hidupnya, selain mengajar masyarakat awam, Kiai Soleh Darat juga aktif mengisi pengajian di kalangan priyayi. Di antara jamaah pengajiannya adalah Raden Ajeng Kartini, anak Bupati Jepara.
RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur’an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Akhirnya Kiai Shaleh Darat menentang larangan ini.
Selesai, kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an itu diberi nama Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur’an. Tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Jilid pertama yang terdiri dari 13 juz. Mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim.
Kitab itu dihadiahkannya kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat, Bupati Rembang. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.
Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan: “Selama ini al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”
Melalui kitab itu pula Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya. Yaitu Surat Al-Baqarah ayat 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minadh-Dhulumaati ilan Nuur).
Kartini terkesan dengan kalimat Minadh-Dhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya.
Kisah ini sahih, dinukil dari Prof KH Musa al-Mahfudz Yogyakarta, dari Kiai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kiai Soleh Darat.
Luar biasa bukan?? Wujud cinta R.A Kartini pada Al Qur’an Terwujudkan dalam tulisannya “habis gelap terbitlah terang”... Apa yang akan Anak-Anak Anda lahirkan jika mereka bisa mencintai Al Qur’an Sedalam itu??
Selasa, 02 Agustus 2016 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Ebiet G Ade

Ebiet G Ade, nama aslinya Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far 1954, lahir di Wanadadi, Banjarnegara. Semasa muda merantau ke Yogyakarta dan disana ia banyak bergumul dengan seniman seniman Yogya saat itu.
Tahun tahun pergumulannya di Malioboro adalah antara tahun 1971 sampai dengan 1979, ia amat menyukai puisi tapi ia tidak bisa seperti WS Rendra yang mampu membaca puisi dengan daya getar yang tinggi, Ebit G Ade membaca puisi dengan petikan gitar disaat itulah ia menemukan daya hidup puisi yang ia tulis...
Ebiet G Ade, bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib sejak muda, mereka berdua adalah dedengkot Malioboro dibawah kekuatan mistikal narasi Umbu Landu Paranggi, Ebiet memilih jalan hidupnya sebagai penyanyi...
Dan ia besar jadi penyanyi, awalnya ia banyak menulis lagu tentang penderitaan dan bencana, Di bulan Juni 1978, ia menulis " Berita Kepada Kawan " setelah bencana gas beracun di Dataran Tinggi Dieng. Pada tahun 1981, ia menulis " Sebuah Tragedi 1981 " mengenai tenggelamnya KMP Tampomas II di Kepulauan Masalembu. Setelah letusan Gunung Galunggung pada 1982, ia menulis " Untuk Kita Renungkan ". Lagu " Masih Ada Waktu " juga didasarkan saat kejadian kecelakaan kereta api Bintaro.
Ada juga lagu kenangan yang membuat hati selalu gemetar bila mendengar lagu Ebiet seperti lagu : "Titip Rindu Buat Ayah" lagu lagu Ebiet G Ade amat populer di tahun 80-an, bahkan sampai saat ini masih banyak orang menyanyikannya.
Nama Ebiet dari gurunya, saat itu ia kursus bahasa Inggris, kebetulan gurunya adalah native speaker dari Inggris yang memanggilnya Ebiet dari Abid, biasalah orang Inggris kan bilang A jadi E, disinilah nama Ebiet bermula, begitu juga dengan kata A ADE, singkatan dari Ghoffar dan ADE kependekan dari nama ayahnya Aboe Dja'far...
Rumah Ebiet ada di Ciganjur dan menghadap taman DKI Tabebuya yang indah, rumahnya pas turunan Herman Susilo dan di tahun 80-an, rumah ebiet kerap jadi seruan kenek Mikrolet M 20, "Ebiet...ebiet... kiri"
Lagu lagu Ebiet amat puitis, karena memang bila ia mencipta lagu, biasanya ia menulis puisi dulu lalu diramu dengan petikan gitar.
Kalimat lagu lagunya amat puitis, seperti kata ini :
Ijinkanlah ku kecup keningmu
bukan hanya ada di dalam angan
esok pagi, kau buka jendela
'kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu, aku mulai bosan
bercumbu dengan bayang-bayang
bantulah aku temukan diri,
menyambut pagi, membuang sepi...

Ebiet G Ade

Ebiet G Ade, nama aslinya Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far 1954, lahir di Wanadadi, Banjarnegara. Semasa muda merantau ke Yogyakarta dan disana ia banyak bergumul dengan seniman seniman Yogya saat itu.
Tahun tahun pergumulannya di Malioboro adalah antara tahun 1971 sampai dengan 1979, ia amat menyukai puisi tapi ia tidak bisa seperti WS Rendra yang mampu membaca puisi dengan daya getar yang tinggi, Ebit G Ade membaca puisi dengan petikan gitar disaat itulah ia menemukan daya hidup puisi yang ia tulis...
Ebiet G Ade, bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib sejak muda, mereka berdua adalah dedengkot Malioboro dibawah kekuatan mistikal narasi Umbu Landu Paranggi, Ebiet memilih jalan hidupnya sebagai penyanyi...
Dan ia besar jadi penyanyi, awalnya ia banyak menulis lagu tentang penderitaan dan bencana, Di bulan Juni 1978, ia menulis " Berita Kepada Kawan " setelah bencana gas beracun di Dataran Tinggi Dieng. Pada tahun 1981, ia menulis " Sebuah Tragedi 1981 " mengenai tenggelamnya KMP Tampomas II di Kepulauan Masalembu. Setelah letusan Gunung Galunggung pada 1982, ia menulis " Untuk Kita Renungkan ". Lagu " Masih Ada Waktu " juga didasarkan saat kejadian kecelakaan kereta api Bintaro.
Ada juga lagu kenangan yang membuat hati selalu gemetar bila mendengar lagu Ebiet seperti lagu : "Titip Rindu Buat Ayah" lagu lagu Ebiet G Ade amat populer di tahun 80-an, bahkan sampai saat ini masih banyak orang menyanyikannya.
Nama Ebiet dari gurunya, saat itu ia kursus bahasa Inggris, kebetulan gurunya adalah native speaker dari Inggris yang memanggilnya Ebiet dari Abid, biasalah orang Inggris kan bilang A jadi E, disinilah nama Ebiet bermula, begitu juga dengan kata A ADE, singkatan dari Ghoffar dan ADE kependekan dari nama ayahnya Aboe Dja'far...
Rumah Ebiet ada di Ciganjur dan menghadap taman DKI Tabebuya yang indah, rumahnya pas turunan Herman Susilo dan di tahun 80-an, rumah ebiet kerap jadi seruan kenek Mikrolet M 20, "Ebiet...ebiet... kiri"
Lagu lagu Ebiet amat puitis, karena memang bila ia mencipta lagu, biasanya ia menulis puisi dulu lalu diramu dengan petikan gitar.
Kalimat lagu lagunya amat puitis, seperti kata ini :
Ijinkanlah ku kecup keningmu
bukan hanya ada di dalam angan
esok pagi, kau buka jendela
'kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu, aku mulai bosan
bercumbu dengan bayang-bayang
bantulah aku temukan diri,
menyambut pagi, membuang sepi...

berbagi manfaat

Jamil Azzaini - Menjadi Pemimpin itu Menyenangkan

Di tahun 2016 ini, saya berkeliling ke berbagai perusahaan memberikan pembekalan kepada para leader dari level supervisor hingga direksi. Ternyata, selama saya berinteraksi dengan mereka saya menemukan fakta bahwa diantara para pemimpin tersebut ada yang pada awalnya tidak bersedia dan tidak siap menjadi pemimpin.

Sama seperti saya, pada awalnya saya juga tidak bersedia menjadi CEO atau Direktur di Kubik. Saya selalu menghindar dan berusaha agar para owner atau komisaris tidak memilih atau menunjuk saya. Dalam proses penghindaran itu, saya merenung “mengapa saya selalu menghindar? Atau mengapa saya harus menjadi CEO padahal saya sudah sangat menikmati kehidupan saya?

Setelah melakukan perenungan dan pencarian akhirnya saya sampai pada ketetapan “oke, saya siap menjadi CEO.” Apa perenungannya sehingga saya sampai pada ketetapan tersebut. Ada banyak alasan sehingga saya menerima amanah yang sangat menantang tersebut. Beberapa diantaranya, pertama, amanah itu akan membantu mempercepat tercapainya visi hidup saya.

Perlu Anda ketahui, salah satu visi hidup saya adalah memiliki 10.000 kader yang berprofesi sebagai trainer, entrepreneur dan leader. Untuk mengkader trainer, saya sudah punya akademi trainer. Untuk melahirkan dan membesarkan entreprenur saya sudah punya komunitas pengusaha. Sementara untuk melahirkan leader saya belum punya institusi yang bisa membantu mempercepat tercapainya visi tersebut. Kubik sebagai institusi yang memang sudah lama dan ahli berkecimpung di dunia leadership adalah pilihan yang tepat.

Alasan kedua, saya perlu meningkatkan rasa syukur saya dengan cara mengoptimalkan kemampuan yang saya miliki untuk lebih banyak menghasilkan karya. Latar belakang pendidikan, pengalaman, relasi dan investasi sosial lain yang sudah saya bangun perlu dioptimalkan untuk lebih banyak menebar manfaat melalui Kubik. Mengungkit keberhasilan bagi banyak orang.

Ketiga, melatih sabar. Memegang amanah yang menantang, pastilah banyak cobaan dan hal-hal baru yang mengasah kesabaran. Saya ingin, kualitas sabar saya meningkat. Saya ingin, saya semakin terlatih untuk semakin sabar menghadapi berbagai persoalan maupun tantangan.

Karena tiga alasan utama inilah akhirnya saya bersedia menjadi CEO Kubik. Apabila saya tidak menemukan alasan yang kuat, pastilah saya tidak mau menjadi pemimpin. Jangan menjadi pemimpin hanya karena SK, pengangkatan, dan keterpaksaan. Segera temukan alasan yang kuat agar kita bisa memimpin dengan menyenangkan. Mau?

Salam SuksesMulia
Jamil Azzaini
Kamis, 14 Juli 2016 - , , , , , , , , 0 komentar

berbagi cerita...(copas)

A nice story to share....

Suatu ketika, pimpinan Mercedes Benz, sebut saja Mr Benz menelpon seorg tukang ledeng yg direkomendasikan temannya utk memperbaiki kran air yg bocor di rumah. temannya bilang tukang ledeng yg satu ini bisa diandalkan.

Ketika dihubungi ternyata sang tukang ledeng sedang banyak pekerjaan dan baru bisa datang 2 hari lagi. akhirnya Mr Benz setuju utk menunggu 2 hari.

Keesokan harinya, sang tukang ledeng menghubungi Bos Mercy tsb sekedar menyampaikan terima kasih krn sdh bersedia menunggu 1 hari lagi. sang Bos pun terkesan atas pelayanan dan cara berbicara sang tukang ledeng tsb.

Pada hari yg disepakati, sang tukang ledeng datang ke rumah tsb utk memperbaiki kran yg bocor.

Setelah di utak atik sana dan sini, kran pun selesai diperbaiki dan sang tukang ledeng pulang stlh menerima pembayaran atas jasanya.

Sekitar 2 minggu stlh itu, sang tukang ledeng menghubungi lagi Mr Benz sekedar menanyakan apakah kran yg diperbaiki sdh benar2 beres atau masih timbul masalah?

Mr Benz berpikir orang ini luar biasa. walaupun cuma tukang ledeng tetapi begitu memperhatikan kepuasan pelanggan.

Bbrp bln kemudian Mr. Benz merekrut sang tukang ledeng utk bekerja di perusahaannya, tentu sang tukang ledeng kaget, apalagi sebelumnya ia tdk tahu orang yg dibantunya adalah pimpinan sebuah perusahaan otomotif terbesar di dunia.

Pertanyaanya, kira2 pekerjaan apa untuknya sekarang?
Apakah tukang tersebut akan diangkat menjadi pengawas saluran air dan perledengan di pabrik Mercedez ?
Apakah keahlian di bidang pipa yang membuatnya direkrut?

TIDAK!

Bukan keahliannya sebagai tukang pipa yg membuatnya mendapat posisi baru, tapi dedikasinya yg ingin selalu membuat pelanggan puaslah yang membuatnya menjadi pegawai terhormat.

Tukang ledeng ini bernama :
Christopher L. Jr.
Ia direkrut utk mengurusi customer Mercedes Benz dgn tujuan utama agar pemilik mobil Mercedez puas atas pelayanan perusahaan otomotif tsb.

Dgn pekerjaan barunya, sang tukang pipa kini harus mengembangkan bakatnya di bidang kepuasan pelanggan, sebuah bidang yg sebelumnya sama sekali tak terpikirkan sebagai pekerjaaannya.

Sang tukang pipa tdk menyangka bahwa keramahannya melayani pelanggan, keinginannya memuaskan pelanggan, ternyata merupakan keahlian yg sangat berharga dan langka.

Karena keahlian itu bukan hanya menyangkut ilmu, tapi hati manusia.

Tak terpikir olehnya, sebuah sikap yg dianggap sekedar nilai tambah (value) pekerjaaan, ternyata mempunyai nilai besar.

Karirnya melesat hingga ia menjabat sebagai General Manager di Customer-Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!

Suatu lompatan yang tinggi bagi seorang tukang pipa...

Seriuslah terhadap setiap pelayanan & pekerjaan,
lakukan dgn sepenuh hati & hati hati,
dan lakukan dengan mutu & dedikasi yg tinggi.

Kita tidak tahu, rezeki besar itu ada dimana.

Maksimalkan saja potensi potensi kecil yang mungkin diremehkan kebanyakan orang..
Selasa, 12 Juli 2016 - , , , , , , , , 0 komentar

CARA KAPITALISME MENGUASAI DUNIA

[Tulisan panjaaaaang dari Ustadz Dwi Condro Triyono, Ph.D ini nambah ilmu banget, baca pelan-pelan dan pahami yak, sayang kalo kelewatan]
Sistem ekonomi kapitalisme telah mengajarkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya akan terwujud jika semua pelaku ekonomi terfokus pada akumulasi kapital (modal).
Mereka lalu menciptakan sebuah mesin “penyedot uang” yang dikenal dengan lembaga perbankan. Oleh lembaga ini, sisa-sisa uang di sektor rumah tangga yang tidak digunakan untuk konsumsi akan “disedot”.
Lalu siapakah yang akan memanfaatkan uang di bank tersebut? Tentu mereka yang mampu memenuhi ketentuan pinjaman (kredit) dari bank, yaitu: fix return dan agunan. Konsekuensinya, hanya pengusaha besar dan sehat sajalah yang akan mampu memenuhi ketentuan ini. Siapakah mereka itu? Mereka itu tidak lain adalah kaum kapitalis, yang sudah mempunyai perusahaan yang besar, untuk menjadi lebih besar lagi.
Nah, apakah adanya lembaga perbankan ini sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan cara apa?
Yaitu dengan pasar modal. Dengan pasar ini, para pengusaha cukup mencetak kertas-kertas saham untuk dijual kepada masyarakat dengan iming-iming akan diberi deviden.
Siapakah yang memanfaatkan keberadaan pasar modal ini? Dengan persyaratan untuk menjadi emiten dan penilaian investor yang sangat ketat, lagi-lagi hanya perusahaan besar dan sehat saja yang akan dapat menjual sahamnya di pasar modal ini.
Siapa mereka itu? Kaum kapitalis juga, yang sudah mempunyai perusahaan besar, untuk menjadi lebih besar lagi. Adanya tambahan pasar modal ini, apakah sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan cara apa lagi?
Cara selanjutnya yaitu dengan “memakan perusahaan kecil”. Bagaimana caranya? Menurut teori Karl Marx, dalam pasar persaingan bebas, ada hukum akumulasi kapital (the law of capital accumulations), yaitu perusahaan besar akan “memakan” perusahaan kecil. Contohnya, jika di suatu wilayah banyak terdapat toko kelontong yang kecil, maka cukup dibangun sebuah mal yang besar. Dengan itu toko-toko itu akan tutup dengan sendirinya.
Dengan apa perusahaan besar melakukan ekspansinya? Tentu dengan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Agar perusahaan kapitalis dapat lebih besar lagi, mereka harus mampu memenangkan persaingan pasar. Persaingan pasar hanya dapat dimenangkan oleh mereka yang dapat menjual produk-produknya dengan harga yang paling murah. Bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan mengusai sumber-sumber bahan baku seperti: pertambangan, bahan mineral, kehutanan, minyak bumi, gas, batubara, air, dsb. Lantas, dengan cara apa perusahaan besar dapat menguasai bahan baku tersebut? Lagi-lagi, tentu saja dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika perusahaan kapitalis ingin lebih besar lagi, maka cara berikutnya adalah dengan “mencaplok” perusahaan milik negara (BUMN).
Kita sudah memahami bahwa perusahaan negara umumnya menguasai sektor-sektor publik yang sangat strategis, seperti: sektor telekomunikasi, transportasi, pelabuhan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertambangan, kehutanan, energi, dsb. Bisnis di sektor yang strategis tentu merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, karena hampir tidak mungkin rugi. Lantas bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan mendorong munculnya Undang-Undang Privatisasi BUMN. Dengan adanya jaminan dari UU ini, perusahaan kapitalis dapat dengan leluasa “mencaplok” satu per satu BUMN tersebut. Tentu tetap dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika dengan cara ini kaum kapitalis sudah mulai bersinggungan dengan UU, maka sepak terjangnya tentu akan mulai banyak menemukan hambatan. Bagaimana cara mengatasinya?
Caranya ternyata sangat mudah, yaitu dengan masuk ke sektor kekuasaan itu sendiri. Kaum kapitalis harus menjadi penguasa, sekaligus tetap sebagai pengusaha.
Untuk menjadi penguasa tentu membutuhkan modal yang besar, sebab biaya kampanye itu tidak murah. Bagi kaum kapitalis hal itu tentu tidak menjadi masalah, sebab permodalannya tetap akan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika kaum kapitalis sudah melewati cara-cara ini, maka hegemoni (pengaruh) ekonomi di tingkat nasional hampir sepenuhnya terwujud. Hampir tidak ada problem yang berarti untuk dapat mengalahkan kekuatan hegemoni ini. Namun, apakah masalah dari kaum kapitalis sudah selesai sampai di sini?
Tentu saja belum. Ternyata hegemoni ekonomi di tingkat nasional saja belumlah cukup. Mereka justru akan menghadapi problem baru. Apa problemnya?
Problemnya adalah terjadinya ekses produksi. Bagi perusahaan besar, yang produksinya terus membesar, jika produknya hanya dipasarkan di dalam negeri saja, tentu semakin lama akan semakin kehabisan konsumen. Lantas, kemana mereka harus memasarkan kelebihan produksinya? Dari sinilah akan muncul cara-cara berikutnya, yaitu dengan melakukan hegemoni di tingkat dunia.
Caranya adalah dengan membuka pasar di negara-negara miskin dan berkembang yang padat penduduknya. Teknisnya adalah dengan menciptakan organisasi perdagangan dunia (WTO), yang mau tunduk pada ketentuan perjanjian perdagangan bebas dunia (GATT), sehingga semua negara anggotanya akan mau membuka pasarnya tanpa halangan tarif bea masuk, maupun ketentuan kuota impornya (bebas proteksi).
Dengan adanya WTO dan GATT tersebut, kaum kapitalis dunia akan dengan leluasa dapat memasarkan kelebihan produknya di negara-negara “jajahan”-nya.
Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaga andalannya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Jika kapitalis dunia ingin lebih besar lagi, maka caranya tidak hanya cukup dengan mengekspor kelebihan produksinya. Mereka harus membuka perusahaannya di negara-negara yang menjadi obyek ekspornya. Yaitu dengan membuka Multi National Coorporations (MNC) atau perusahaan lintas negara, di negara-negara sasarannya.
Dengan membuka langsung perusahaan di negara tempat pemasarannya, mereka akan mampu menjual produknya dengan harga yang jauh lebih murah. Strategi ini juga sekaligus dapat menangkal kemungkinan munculnya industri-industri lokal yang berpotensi menjadi pesaingnya.
Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal.
Apakah dengan membuka MNC sudah cukup? Jawabnya tentu saja belum. Masih ada peluang untuk menjadi semakin besar lagi. Caranya? Yaitu dengan menguasai sumber-sumber bahan baku yang ada di negara tersebut.
Untuk melancarkan jalannya ini, kapitalis dunia harus mampu mendikte lahirnya berbagai UU yang mampu menjamin agar perusahaan asing dapat menguasai sepenuhnya sumber bahan baku tersebut.
Contoh yang terjadi di Indonesia adalah lahirnya UU Penanaman Modal Asing (PMA), yang memberikan jaminan bagi perusahaan asing untuk menguasai lahan di Indonesia sampai 95 tahun lamanya (itu pun masih bisa diperpanjang lagi). Contoh UU lain, yang akan menjamin kebebasan bagi perusahaan asing untuk mengeruk kekayaan SDA Indonesia adalah: UU Minerba, UU Migas, UU Sumber Daya Air, dsb.
Menguasai SDA saja tentu belum cukup bagi kapitalis dunia. Mereka ingin lebih dari itu. Dengan cara apa? Yaitu dengan menjadikan harga bahan baku lokal menjadi semakin murah. Teknisnya adalah dengan menjatuhkan nilai kurs mata uang lokalnya.
Untuk mewujudkan keinginannya ini, prasyarat yang dibutuhkan adalah pemberlakuan sistem kurs mengambang bebas bagi mata uang lokal tersebut. Jika nilai kurs mata uang lokal tidak boleh ditetapkan oleh pemerintah, lantas lembaga apa yang akan berperan dalam penentuan nilai kurs tersebut?
Jawabannya adalah dengan Pasar Valuta Asing (valas). Jika negara tersebut sudah membuka Pasar Valasnya, maka kapitalis dunia akan lebih leluasa untuk “mempermainkan” nilai kurs mata uang lokal, sesuai dengan kehendaknya. Jika nilai kurs mata uang lokal sudah jatuh, maka harga bahan-bahan baku lokal dijamin akan menjadi murah, kalau dibeli dengan mata uang mereka.
Jika ingin lebih besar lagi, ternyata masih ada cara selanjutnya. Cara selanjutnya adalah dengan menjadikan upah tenaga kerja lokal bisa menjadi semakin murah. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melakukan proses liberalisasi pendidikan di negara tersebut. Teknisnya adalah dengan melakukan intervesi terhadap UU Pendidikan Nasionalnya.
Jika penyelenggaraan pendidikan sudah diliberalisasi, berarti pemerintah sudah tidak bertanggung jawab untuk memberikan subsidi bagi pendidikannya. Hal ini tentu akan menyebabkan biaya pendidikan akan semakin mahal, khususnya untuk pendidikan di perguruan tinggi. Akibatnya, banyak pemuda yang tidak mampu melanjutkan studinya di perguruan tinggi.
Keadaan ini akan dimanfaatkan dengan mendorong dibukanya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak-banyaknya. Dengan sekolah ini tentu diharapkan akan banyak melahirkan anak didik yang sangat terampil, penurut, sekaligus mau digaji rendah. Hal ini tentu lebih menguntungkan, jika dibanding dengan mempekerjakan sarjana. Sarjana biasanya tidak terampil, terlalu banyak bicara dan maunya digaji tinggi.
Sebagaimana telah diuraikan di atas, cara-cara hegemoni kapitalis dunia di negara lain ternyata banyak mengunakan intervesi UU. Hal ini tentu tidak mudah dilakukan, kecuali harus dilengkapi dengan cara yang lain lagi. Nah, cara inilah yang akan menjamin proses intervensi UU akan dapat berjalan dengan mulus. Bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan menempatkan penguasa boneka. Penguasa yang terpilih di negara tersebut harus mau tunduk dan patuh terhadap keinginan dari kaum kapitalis dunia. Bagaimana strateginya?
Strateginya adalah dengan memberikan berbagai sarana bagi mereka yang mau menjadi boneka. Sarana tersebut, mulai dari bantuan dana kampanye, publikasi media, manipulasi lembaga survey, hingga intervesi pada sistem perhitungan suara pada Komisi Pemilihan Umumnya.
Nah, apakah ini sudah cukup? Tentu saja belum cukup. Mereka tetap saja akan menghadapi problem yang baru. Apa problemnya?
Jika hegemoni kaum kapitalis terhadap negara-negara tertentu sudah sukses, maka akan memunculkan problem baru. Problemnya adalah “mati”-nya negara jajahan tersebut. Bagi sebuah negara yang telah sukses dihegemoni, maka rakyat di negara tersebut akan semakin miskin dan melarat. Keadaan ini tentu akan menjadi ancaman bagi kaum kapitalis itu sendiri. Mengapa?
Jika penduduk suatu negeri itu jatuh miskin, maka hal itu akan menjadi problem pemasaran bagi produk-produk mereka. Siapa yang harus membeli produk mereka jika rakyatnya miskin semua? Di sinilah diperlukan cara berikutnya.
Agar rakyat negara miskin tetap memiliki daya beli, maka kaum kapitalis dunia perlu mengembangkan Non Government Organizations (NGO) atau LSM. Tujuan pendirian NGO ini adalah untuk melakukan pengembangan masyarakat (community development), yaitu pemberian pendampingan pada masyarakat agar bisa mengembangkan industri-industri level rumahan (home industry), seperti kerajinan tradisionil maupun industri kreatif lainnya. Masyarakat harus tetap berproduksi (walaupun skala kecil), agar tetap memiliki penghasilan.
Agar operasi NGO ini tetap eksis di tengah masyarakat, maka diperlukan dukungan dana yang tidak sedikit. Kaum kapitalis dunia akan senantiasa men-support sepenuhnya kegiatan NGO ini. Jika proses pendampingan masyarakat ini berhasil, maka kaum kapitalis dunia akan memiliki tiga keuntungan sekaligus, yaitu: masyarakat akan tetap memiliki daya beli, akan memutus peran pemerintah dan yang terpenting adalah, negara jajahannya tidak akan menjadi negara industri besar untuk selamanya.
Sampai di titik ini kapitalisme dunia tentu akan mencapai tingkat kejayaan yang nyaris “sempurna”. Apakah kaum kapitalis sudah tidak memiliki hambatan lagi? Jawabnya ternyata masih ada. Apa itu? Ancaman krisis ekonomi. Sejarah panjang telah membuktikan bahwa ekonomi kapitalisme ternyata menjadi pelanggan yang setia terhadap terjadinya krisis ini.
Namun demikian, bukan berarti mereka tidak memiliki solusi untuk mengatasinya. Mereka masih memiliki jurus pamungkasnya. Apa itu?
Ternyata sangat sederhana. Kaum kapitalis cukup “memaksa” pemerintah untuk memberikan talangan (bailout) atau stimulus ekonomi. Dananya berasal dari mana? Tentu akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagaimana kita pahami bahwa sumber pendapatan negara adalah berasal dari pajak rakyat. Dengan demikian, jika terjadi krisis ekonomi, siapa yang harus menanggung bebannya. Jawabnya adalah: rakyat, melalui pembayaran pajak yang akan terus dinaikkan besarannya, maupun jenis-jenisnya.
Bagaimana hasil akhir dari semua ini? Kaum kapitalis akan tetap jaya dan rakyat selamanya akan tetap menderita. Dimanapun negaranya, nasib rakyat akan tetap sama. Itulah produk dari hegemoni kapitalisme dunia

Penetapan 1 Ramadhan 1437H

Alhamdulillah, Pemerintah RI melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa tahun ini tanggal 6 Juni 2016, semoga semua berjalan lancar

Assalamualaikum wr. wb.
Menyambut Tahun Baru Islam 1438 H, Yayasan Wakaf Minhajul Munawwaroh dan Yayasan At Thoyyibah menyelenggarakan serangkaian acara, diantaranya:


  1. Sepeda Hias dan Santai ( anggaran Rp 4.000.000 )
  2. Lomba Hafalan Quran, Sholat dan Adzan ( anggaran Rp 3.000.000 )
  3. Sunatan Massal ( anggaran Rp 5.000.000 )
  4. Olimpiade Remaja Masjid/Mushola ( anggaran Rp 5.000.000 )
  5. Tahlil Massal ( anggaran Rp 3.000.000 )
  6. Pengajian Akbar ( anggaran Rp 10.000.000 )
Totak Biaya dibutuhkan sekitar Rp  30.000.000 (tiga puluh juta rupiah)

khusus untuk acara nomer 1 sampai 4, insya Alloh di tangani para remaja Masjid dan Mushola
bagi donatur bisa berpartisipasi dengan cara mentransfer donasi ke rekening Mandiri-1390002077760 dan BCA-0960355253 atas nama Syarif Thoyib, konfirmasi ke 085693772077 via SMS/WA

DOKTER-PRENEUR! DOKTER LULUSAN UGM YANG JADI PEMBERSIH SEPATU



DOKTER-PRENEUR! DOKTER LULUSAN UGM YANG JADI PEMBERSIH SEPATU

Dari hobi membersihkan sepatu, dokter muda ini punya 20 cabang usaha Shoes And Care hingga di Singapura!

Sudah 4 bulan saya tidak siaran Kongkow Bisnis di Geronimo FM Jogja, malam tadi saya diundang lagi buat membredel tamunya di Acara Kobis Live di Dixie. Menarik kali ini.. Saya harus berdecak kagum dengan keuletannya! Baca obrolannya dibawah ini.. Akan bikin kepalamu meletup!!

"Nama Saya Tirta Hudhi, umur saya 25 tahun mas.. Saya tukang bersih-bersih sepatu, karena itu hobi saya sejak dulu. Seneng kalo ngelihat sepatu yang bersih. Pekerjaan sampingan saya sebagai dokter umum di RSA UGM di Ringroad Utara Jogja, rencana mau ambil spesialis bedah juga.. "

Whoootttt!! *saya mendelik
"Bentar-bentar! Dokter beneran kamu ini? Bukan dokter bedah sepatu... "

"Beneran mas.. Asli saya Karanganyar (Solo coret hehe) 3,5 tahun saya kuliah kedokteran di UGM dari tahun 2009, lanjut koas selesai tahun 2015, langsung kerja di rumah sakit. Dulu waktu ngekost di daerah Pogung saya seneng bener bersih-bersih sepatu, terus saya pajang di depan kamar kost, eh banyak temen-temen yang nitip, lama-lama makin banyak. Ada temen yang usul, sekalian aja kamu bisnisin dapet duit. Eh bener juga ya.. Pas waktu itu saya harus membeli buku-buku kedokteran yang mahal, gak mau jadi beban orang tua saya harus membeli buku-buku itu sendiri. Jadi kalo pulang kuliah jam 3 sore, saya di kost membersihkan sepatu pesanan, sampai jam 9 malam, lanjut belajar deh!"

"Wow! Gak gengsi kamu ini.. Mahasiswa kedokteran jadi tukang bersih-bersih sepatu?"

"Ngapain juga gengsi mas, dapat uang halal kok. Sampai akhirnya saya online-kan di forum jual beli kaskus, pesanan makin banyak bahkan dari luar kota. Sepatu dikirim ke jogja, saya dibersihan terus dikirimkan lagi. Modal pertama hanya 400 ribu saja, buat beli alat-alatnya. Tahun berikutnya saya mendapat investor dari kawan ayah saya, 25 juta bikin toko pertama di alun-alun kidul Jogja. Dalam 3 bulan sudah balik modal, saya bagi hasil 20% untuk investornya."

"Wuuuik... Dari bersih-bersih sepatu bisa dapet 8 jutaan dong sebulan!"

"Saya mainkan di semua sosial media, pesanan jasa makin banyak, pernah kami dapat kiriman sepatu dari Bali, harganya itu 120 juta.. Sepatu mahaaal.. Padahal ongkos membersihkannya hanya 100ribu, dia puas akhirnya rutin jadi pelanggan kami. Satu outlet sekarang ada 2-3 karyawan. Saya mulai ekspansi bertahap ke berbagai kota, Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Medan, Tangerang, Pelembang hingga ke Singapura. Total ada 20 outlet saat ini dengan 85 karyawan. Outlet yang di Singapore karyawan saya juga orang sana.. Bukan dari Indonesia"

"Dalam 3 tahun bisnismu bisa cepat ekspansinya, kamu mengajak investor atau dengan utang?"

"Dari 20 outlet yang saya miliki 75% milik saya sendiri, 25% join dengan investor. Saya tidak pernah mengembangkan usaha dengan utang mas. Tiap dapat untung dari outlet-outlet saya putar terus untuk membuka cabang baru. Ayah saya mengajarkan jangan pernah membuka usaha dengan utang.. Itu hanya akan memberatkan, padahal ayah saya dulu kerjanya di BPR" lanjut Tirta sambil tertawa..

"Kamu masarin jasa kamu lewat sosial media?"

"Iya mas, all sosmed kami pakai. Kami di Shoes And Care pernah dapat penghargaan dari Google Singapore sebagai salah satu jasa yang paling banyak dicari di internet. Karena hasil kerja kami bagus dan memuaskan, ada perusahaan di Italy yang merekomendasikan kami menjadi rujukan untuk perawatan sepatu di Asia Tenggara. Kamu juga kaget pernah dapat kiriman sepatu dari Belanda. Ongkos bersihinnya 10 Euro, ongkos kirimnya 40 Euro. Lebih mahal ongkirnya, Tapi orangnya puas.. Seminggu beres sepatu kami kirimkan lagi ke Belanda"

"Muantab.... target kamu apa ke depan?"

"MEA sudah terbuka mas, saya punya impian Outlet Shoes And Care akan ada di Thailand, Vietnam, Malaysia, Brunei dan negara-negara lainnya, tapi saya tetap jadi dokter bedah di Jogja saja.."

Pasti bisaaa Tirtaaa!

Saya bertanya lagi di jeda waktu, ketika tidak on air diselingi lagi live dari band disana.

"Dengan 20 outlet, produk jasa.. Kamu pasti mampu dong beli mobil cash sendiri sekarang?"

"Mampu mas.. "

"Sudah beli? Mobil apa?"

"Belum mas.. Saya masih pakai Honda Supra 125 kemana-mana, uangnya mending saya tabung buat buka outlet lagi nantinya.."

Hehehe!! Tamparan kerasssss dari mas Dokter buat yang sok gaya beli mobil kreditan! Yang sudah sukses dan mampu beli  cash aja menunda kesenangan, daripada yang maksa beli demi pamer dan gaya hidup tapi habis itu pusiiiiiing mikir cicilan!

Ok mas Dokter!! Suksesss terus untukmu!
MAINKAN!!! Yang merduuuu... 🎶🎼

Salam,
@Saptuari

Mereka Cari Jalan, Bukan Cari Uang


Prof Rhenald Kasali
Senin, 18 Mei 2015 | 05:00 WIB
@Rhenald_Kasali
Duduk di depan saya dua perempuan muda. Sarjana Hukum lulusan UI. Wajah dan penampilan kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk “cepat kaya”. Asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya.
Tapi keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior: Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan Najwa Shihab, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura.
Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua-tiga bulan ke depan. Dan mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar. Bahkan mungkin dengan “tukang pukul” yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas.
Uang atau Meaning?
Di luar sana, anak-anak muda lainnya setengah mati cari kerja. Ikut seleksi menjadi calon PNS, pegawai bank, konsultan IT, guru, dosen dan seterusnya.
Seperti kebanyakan kaum muda lainnya, mereka semua didesak keluarga agar cepat mendapat pekerjaan, membantu keuangan keluarga, dan menikah pada waktunya. Cepat lulus, dan dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus.
Tak sedikit di antara mereka yang beruntung bertemu orang-orang hebat, dari perusahaan terkemuka, mendapatkan pelatihan di luar negeri, atau penempatan di kota-kota besar dunia.
Tetapi semua itu akan berubah. Sebab atasan yang menyenangkan tak selamanya duduk di sana. Kursi Anda bisa berpindah ke tangan orang lain. Kaum muda akan terus berdatangan dan ilmu-ilmu baru terus berkembang. Bulan madu karier pun akan berakhir. Mereka akan tampak tua di mata kaum muda yang belakangan hadir.
Sebagian dari mereka juga ada yang menjadi wirausaha. Tidak sedikit yang tersihir oleh kode-kode yang dikirim sejumlah orang tentang jurus-jurus cara cepat menjadi kaya raya. Bisa saja mereka berhasil meraih banyak hal begitu cepat. Tetapi benarkah mereka berhasil selama-lamanya?
Pengalaman saya menemukan, orang-orang yang dulu begitu getol mencari uang kini justru tak mendapatkan uang. Di usia menjelang pensiun, semakin banyak orang yang datang mengunjungi teman-teman lama sekedar untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian lagi hanya bisa sharing senandung duka.
Kontrak rumah dan uang kuliah anak yang belum dibayar, pasangan yang pergi meninggalkan keluarga dan serangan penyakit bertubi-tubi. Padahal dulu mereka begitu getol mengejar gaji besar, berpindah-pindah kerja demi kenaikan pendapatan.
Saya ingin memberitahu anda nasehat yang pernah disampaikan oleh Co-Founder Apple: Guy Kawasaki kepada kaum muda ia pernah mengatakan begini:
“Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’ maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”
Lantas apa itu meaning?
Meaning itulah yang sedang dikerjakan anak-anak perempuan tadi yang saya temui dalam tapping program televisi Mata Najwa edisi hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei beberapa hari ke depan. Menjadi relawan dalam team pemberantas illegal fishing.
Dan itu pulalah yang dulu dilakukan oleh para mahasiswa kedokteran di STOVIA yang mendirikan Boedi Oetomo yang menandakan Kebangkitan Nasional Indonesia. Bahkan itu pula yang dijalankan oleh seorang insinyur lulusan ITB yang merintis kemerdekaan Indonesia, Ir. Soerkarno. Itu pula yang dilakukan para CEO terkemuka saat mereka muda.
Di seluruh dunia, para pemimpin itu lahir dari kegigihannya membangun meaning, bukan mencari kerja biasa. Dalam kehidupan modern, itu pulalah jalan yang ditempuh para miliarder dunia. Mereka bukanlah pengejar uang, melainkan pengejar mimpi-mimpi indah. Seperti yang diceritakan oleh banyak eksekutif Jerman yang dulu menghabiskan waktu berbulan-bulan kerja sosial di Afrika. "Tidak saya duga, apa yang saya lakukan 20 tahun lalu itulah yang diperhatikan pemegang saham," ujar mereka.
Saya jadi ingat dengan beberapa orang yang mencari kerja di tempat saya, baik di UI maupun di berbagai aktivitas saya. Ada yang benar-benar realistis, datang dengan gagasan untuk membangun meaning dan ada yang sudah tak sabaran mendapatkan gaji besar.
Kelompok yang pertama, sekarang bisa saya sebutkan mereka berada di mana saja. Sebagian sudah menjadi CEO, pemimpin pada berbagai organisasi dan tentu saja wirausaha yang hebat atau Ph.D lulusan universitas terkemuka.
Namun kelompok yang kedua, datang dengan tawaran yang tinggi. Ya, mereka menilai diri jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Dan tak jarang ada yang diminta berhenti oleh keluarganya hanya beberapa bulan setelah bekerja, demi mencari pekerjaan yang gajinya lebih besar. Amatilah mereka yang baru menikah. Kalau bukan pasangannya, bisa jadi orangtua atau mertua ikut mengubah arah hidup dan merekapun masuk dalam pusaran itu.
Padahal, semua orang tahu orang yang mengejar meaning itu menjalankan sesuatu yang mereka cintai dan menimbulkan kebahagiaan. Dan bahagia itu benih untuk meraih keberhasilan. Orang yang mengejar gaji berpikir sebaliknya, kaya dulu, baru bahagia. Dan ini tumbuh subur kala orang dituntut lingkungannya untuk mengkonsumsi jauh lebih besar dari pendapatan.
Sebaliknya, mereka yang membangun meaning, tahu persis, musuh utama mereka adalah konsumsi yang melebihi pendapatan.
Potret Diri
Kalau saya merefleksikan ke belakang tentang hal-hal yang saya jalani dalam hidup saya, maka dapat saya katakan saya telah menjalani semua yang saya sebutkan di atas. Sementara teman-teman yang 30 tahun lalu memamerkan kartu kreditnya (saat itu adalah hal baru bagi bangsa ini), pekerjaan dengan gaji besar, jabatan dan seterusnya, kini justru tengah mengalami masa-masa yang pahit.
Seorang pengusaha besar mengatakan begini: “Uang itu memang tak punya mata, tetapi mempunyai penciuman. Ia tak bisa dikejar, tapi datang tiada henti pada mereka yang meaning-nya kuat.”
Di dinding perpustakaan kampus Harvard saya suka tertegun membaca esay-esay singkat yang ditulis oleh para aplikan yang lolos seleksi. Dan tahukah Anda, mereka semua menceritakan perjalanan membangun meaning. Maka saya tak heran saat Madame Sofia Blake, istri duta besar Amerika Serikat di sini berkunjung ke Rumah Perubahan minggu lalu, ia pun membahas hal yang sama untuk membantu 25 putra-putri terbaik Indonesia agar bisa tembus diterima di kampus utama dunia.
Meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang, yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang anda sebut sebagai branding. Anda bisa mendapatkannya bukan melalui jalan pintas atau lewat jalur cara cepat kaya.
Meaning itu dibangun dengan cara yang berbeda dari yang ditempuh pekerja biasa. Dari terobosan-terobosan baru. Dan kadang, dari bimbingan orang-orang besar yang memberikan contoh dan mainan baru. Ya, contoh dan mainan itulah yang perlu kita cari, dan terobosan-terobosan yang kita lakukan kelak memberikan jalan terbuka.
Selamat mencoba. Selamat hari Kebangkitan Nasional. Jangan lupa pemuda yang dulu membangkitkan kesadaran berbangsa di negri ini adalah juga para pembangun meaning.

Mari Galakkan Ekonomi Umat

SINOPSIS: "The American Dream"  liat video disini https://www.youtube.com/watch?v=cDe-2GN4NQE&feature=youtu.be
Pada jaman dulu, sebelum manusia mengenal uang, transaksi perdagangan dilakukan secara barter (bertukar barang). Persoalan muncul ketika salah satu pihak tidak berminat dengan barang yang akan dipertukarkan, sehingga transaksi tidak terjadi. Begitu rumitnya mencari kesesuaian antar barang yang akan dipertukarkan maka lahirlah sebuah gagasan untuk menemukan sebuah benda yang memiliki nilai tukar universal. Lalu dipilihlah kepingan emas sebagai alat tukar. Dengan demikian setiap barang bisa langsung ditukar dengan sekeping emas yang memiliki nilai tertentu. Menyimpan emas ternyata melahirkan kesulitan baru hingga muncullah seorang agen penyimpan emas. Tentu saja agen ini meminta sedikit bayaran atas jasanya untuk menyimpan dan melindungi emas-emas itu. Lalu setiap keping emas yang disimpannya diganti dengan selembar kertas yang di dalamnya tertulis sejumlah nilai yang sama dengan keeping emas yang disimpan itu. Nah dari sinilah muncul gagasan pembuatan uang kertas dan agen itu selanjutnnya dikenal dengan nama: Bank. Tapi kemudian muncul masalah baru. Bahwa nilai nominal dari uang kertas itu jauh lebih tinggi dari nilai intrinsiknya. Untuk mencetak uang 100 dolar misalnya, hanya dibutuhkan kertas dan ongkos cetak yang nilainya mungkin hanya 1 cent saja.
Perbedaan nilai yang sangat jauh inilah yang kemudian melahirkan kejahatan baru, dimana setiap lembar uang yang dicetak tidak lagi diimbangi dengan penyimpanan kepingan emas. Akibatnya, ketika semua orang beramai-ramai menukarkan uang kertas yang dipegangnya dengan emas miliknya yang tersimpan di bank, terungkaplah bahwa emas itu telah raib. Atas raibnya emas-emas itu maka sang bankir dapat ditetapkan sebagai perampok, sehingga dia layak dihukum gantung. Bagi bankir yang serakah tidak hanya berhenti sampai di situ. Setelah mencetak uang kertas sebanyak-banyaknya  kemudian uang itu dipinjamkan kepada banyak pihak, dalam bentuk cash maupun kartu kredit.
Semakin banyak uang itu dipinjamkan, akan semakin besar pula keuntungan yang diperoleh Bank nakal ini. Apalagi bila pengembalian pinjaman itu ditambah dengan bunga. Contoh ekstrem yang diangkat dalam film kartun ini adalah pertempuan antara tentara Inggris dengan Perancis di Waterloo tahun 1815, dimana dana untuk peperangan ini diperoleh oleh kedua belah pihak justru dari bankir yang sama, yaitu The Red Shield yang berkantor pusat di Jerman. Ketika tentara Perancis yang dipimpin oleh Napolen menyerah, The Red Shield dengan cepat mengirim kurirnya ke Inggris dan memberi kabar palsu bahwa tentara Inggris kalah perang. Maka nilai saham berbagai industri di Inggris terjun bebas. Saat itulah The Red Shield membeli semua saham, dengan harga sangat murah. Hal ini membuat The Red Sheild kaya raya dalam waktu amat singkat. Selain dari pada itu, Inggris juga masih harus melunasi hutang-hutangnya kepada The Red Sheild untuk beaya perang. Plus ditambah bunganya pula. Maka rakyat Ingris lah yang akhirnya harus menanggung hutang-hutang itu dalam bentuk pajak. Tak hanya Inggris, negara kaya yang juga menjadi incaran The Red Shield adalah Amerika Serikat. Thomas Jefferson, Presiden AS yang ke 3 (berkuasa tahun 1801 - 1809), mengetahui hal ini dan berusaha mati-matian menentangnya. Tapi beliau tidak begitu berhasil karena The Red Shield masih sangat kuat, walaupun hanya mampu bertahan hingga 20 tahun kemudian. Sebab Andrew Jackson, presiden Amerika yang ke 7 (berkuasa tahun 1829 – 1837) berhasil membantainya di tahun 1836. Menjelang akhir hidupnya presiden Andrew Jackson sempat mengucapkan kalimat puitiknya: “I killed The Bank” Atas keberhasilan Andrew Jackson itu maka pencetakan uang kertas yang dikeluarkan oleh negara selalu diimbangi dengan penyimpanan emas yang setara nilainya. Pada masa ini Amerika mengalami pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi dalam sejarah dunia manapun. Namun gurita perbankan di bawah bendera The Red Shield tak tinggal diam.
Mereka terus berusaha untuk menguasai keuangan negara adidaya ini. Untuk tujuan itu sebuah pertemuan rahasia dilakukan di pulau Jeckyll pada tahun 1910. Tokoh-tokoh besar yang sudah sedemikian kaya raya hadir dalam pertemuan itu. Di antaranya adalah raja minyak, John D. Rockefeller dan raja bank, J.P Morgan. Maka tiga tahun kemudian lahirlah bank central yang diberi nama The Federal Reserve (The Fed). Keberadaan The Fed dan IRS (Internal Revenue Service) ditandatangani oleh kaki tangan The Red Shield di gedung putih yang bahkan baru berstatus sebagai calon presiden AS yang ke 28, yaitu Woodrow Wilson. Atas penandatangan itu maka The Fed akhirnya secara sah memiliki hak ekseklusif untuk mencetak uang dollar AS.
Dan selanjutnya mereka meminjamkan uang cetakannya itu kepada pemerintah AS, dan tentu saja, kepada bank-bank swasta dengan berbagai variasi bunga. Mereka terus menerus mencetak uang hingga setiap lembar kertas menjadi benar-benar tidak bernilai lagi (inflasi).  Dengan memberi pinjaman kepada pemerintah AS berarti seluruh warga negara Amerika langsung berhutang kepada The Fed.
Dan hutang itu harus dibayar kembali  kepada The Fed, melalui IRS, dalam bentuk pajak yang beraneka ragam. Kasus ini kemudian dikategorikan sebagai bentuk perampokan terbesar dalam sejarah umat manusia. Pada tanggal 4 Juni 1963 presiden AS yang ke 35, JF Kennedy, menandatangani surat Perintah Pelaksanaan 11110 dalam rangka untuk melepaskan diri dari cengkeraman The Fed. Surat Perintah ini memberi keleluasaan kepada Bendahara Negara untuk mencetak uang yang sesunguhnya, tanpa campur tangan The Fed. Dan nampaknya cukup berhasil. Rencana Kennedy untuk mengerogoti kekuasaan The Fed pun dimulai. Akan tetapi akibatnya justru sangat fatal. Enam bulan setelah menandatangani surat  Perintah itu, JF Kennedy ditembak kepalanya ketika sedang berpawai di Dallas.
Penggantinya, presiden Lyndon B. Johnson, lantas membubarkan rencana Kennedy itu. Maka sejak saat  itu tidak ada lagi presiden AS yang berani mengusik kekuatan rahasia yang dimiliki The Fed. Selanjutnya The Fed melakukan konsolidasi dengan bank-bank besar seperti: Citibank, Goldman Sachs, Bear Stern dan Meryl Lynch.
The Fed terus menerus mencetak dan mencetak uang lebih banyak lagi tanpa perlu dipertanggung-jawabkan kepada siapapun. Selain semakin membesar, kekuatan The Fed juga dilindungi undang-undang. Inilah yang membuat mereka sangat sulit dikalahkan.
Rabu, 25 Februari 2015 - , , , , , , , , , 0 komentar

impianku alias target optimistis

sehebat-hebatnya manusia, dia akan dikenang, karena meninggalkan jejak, manusia sejagat raya liat gambar monalisa, karena ada lukisannya, begitu juga, impian hanya angan-angan belaka kalo tidak berbentuk tulisan...
ini sebagian impianku ( my dream) dari rencana Yayasan At Thoyyibah, semoga banyak pihak mendukung dan mewujudkannya...



apalagi kita mau bergotong royong, insya Alloh semua terasa ringan, tinggal kita mau apa tidak untuk mengambil keputusan...
semoga terwujud apa yang menjadi impian Yayasan At Thoyyibah
Sabtu, 03 Januari 2015 - , , , , , , , , , , , , 0 komentar

passport, mengawali tahun 2015

tahun 2014 saya bertekad untuk membuat passport, dan itu aku niatkan waktu masih kerja di Solo, April 2014 mutasi kerja ke Kebumen, dan teman-teman komunitas sangat memotivasi untuk melaksanakan ibadah Umroh BackPacker (UBP2014) dan di kantor yang baru, ternyata ada teman yang ikut rombongan UBP2014
setelah baca-baca di mbah google.com dan share cerita teman-teman, akhirnya aku bulatkan tekad untuk registrasi via online, klik disini kemudian mengikuti petunjuk dan pengisian biodata, maka ada email masuk untuk konfirmasi data, setelah dicetak kemudian meluncur ke BNI untuk pembayaran sebesar Rp 355ribu plus Rp 5rb untuk biaya, langkah selanjutnya konfirmasi pembayaran via online untuk penjadwalan pengambilan foto dan biometrik, diambil 10 sidik jari kedua tangan..
tanggal 22 Desember 2014 meluncur ke Kantor Imigrasi II Cilacap, berkas0-berkas yang harus disiapkan adalah fotokopi KK,KTP,Akte Kelahiran/Ijazah terakhir dengan ukuran kwarto atau A4 serta meterai Rp 6ribu, berkas bawa asli dan fotokopi, kemudian mengambil nomer antrian, untuk pengambilan foto wajah dan biometrik.
setelah semua selesai, sesuai SOP (standar operating procedure) maka passport jadi dalam waktu 3 hari kerja, isteriku tersayang Barokahtun Alfiah dan ananda Inas Amirah Hasna mengambil passport yang sudah jadi tanggal 2 Januari 2015, passport berlaku selama 5 tahun sampai dengan tanggal 22 Desember 2019.

dan saya berharap passport ini digunakan pertama kali untuk berkunjung dalam rangka Haji dan Umroh bersama keluarga dan kedua orang tua, semoga Alloh Ta'ala mengabulkan doa dan hajat ini, amin ya robbal 'alamin
Minggu, 28 Desember 2014 - , , , , , , , , , , 0 komentar

HIDUP tanpa HUTANG

cerita temen piket ronda tadi malem, 27122014...

A dan isteri berdasarkan petuah ortu, untuk tidak mengambil hutang Bank, apapun alasannya, A balik tanya ke aku, memang punya hutang? aku jawab punya, manusiawi
akhirnya cerita berlanjut, A membangun rumah dengan tabungannya tanpa hutang, aku taksir habis 500jutaan, dijawab lebih dari itu. aku bilang, utk ukuran desa, semisal rumah itu dijual, tidak akan laku semisal dengan biaya yang dikeluarkan untuk membangunnya.

Rumahnya dibangun dengan dana seadanya, kalo pas kosng ya berhenti kerja tukangnya, sempet crash dengan tukang dan kalo ketemu belum mau bicara, alasannya sederhana, yang membangun awal dengan berjalannya waktu, ganti tukang, padahal sudang disampaikan, bahwa membangun rumahnya, menyesuaikan dengan dana yang tersedia.

termasuk ketika melakukan pengecoran, tukangnya bilang 2minggu saja, sudah bisa dilanjutkan, tapi A minta waktu sebulan lebih, karena kehabisan dana, dan tidak mau berhutang biaya tukang, semisal pekerjaan dilanjutkan, alhasil bangunan itu jadi 2 tahun lebih.
hikmah yang bisa aku ambil, salh satunya adalah ternyata bisa membangun rumah dengan bertahap, tidak harus langsung jadi, dan tanpa berHUTANG ke bank, rumah itupun jadi, aku hanya bergumam sip,sip, top sambil aku acungi jempol.

tak terasa piket ronda sampai jam 2 dinihari.
Kita ini dengan segala kelebihan dan kekurangan, tentunya bisa untuk melakukan hal yang sama dan tanpa perlu berHUTANG bank, memang perlu komitmen dan prihatin menghadapi omongan tetangga, dan bahkan keluarga besar lainnya, toh kita-kita juga yang menjalani.
So, semoga niat awal dan aksi Komunitas Bebas Riba (KOBAR) ini selalu dalam keberkahan Alloh Ta'ala dan dimudahkan segala urusan, amin ya robbal 'alamin
Maos,28122014.1358


Minggu, 07 Desember 2014 - , , , , , , , , , , , , 0 komentar

Laporan akhir tahun 2014

Jazakalloh untuk semua partisipasi,kontribusi,doa dan donasi untuk Yayasan At Thoyyibah sehingga telah melakukan beberapa kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, semoga amal kebajikan kita semua mendapatkan balasan yang berlipat-lipat dari Alloh Ta'ala, amin ya robbal 'alamin
antara lain:
  1. Sedekah Sarung dan Mukena serta Alquran
  2. Pemasangan Keramik dan Pengecatan Mushola
  3. Bantuan Sarana dan Prasarana Usaha Pemulung
  4. PAUD GRATIS
  5. Perpustakaan Desa 
  6. Pelatihan Komputer untuk Anak-anak dan Guru
  7. Insentif untuk Tenaga Pengajar TPA//TK/Ustadz 
  8. Beasiswa Murid Madratsah Tsanawiyah
  9. Aksi Peduli Sekolah 
  10. Renovasi Masjid 
  11. Bantuan Biaya Berobat
  12. dan lainnya.
Bapak dan Ibu yang berminat untuk DONASI bisa menghubungi:
Yayasan At Thoyyibah
Jalan Nusa Indah 536 Maoslor, Maos, Cilacap-53272
HP.085693772077
Rekening Mandiri-1390002077760 a.n. Syarif Thoyib
Rekening BCA-0960355253 a.n. Syarif Thoyib 

semua Cabang Cilacap



Proposal Sekolah Sepak Bola (SSB) At Thoyyibah



Proposal Pendirian SSB At Thoyyibah


1.1     Pendahuluan
Pemerintah Indonesia mempunyai suatu keinginan untuk menyelamatkan generasi muda usia dini agar terhindar dari bahaya Narkotika, Obat-obatan terlarang, dan kenakalan remaja. Berbagai cara dan kegiatan, telah dilakukan oleh pemerintah dan juga masyarakat agar keinginan tersebut bisa dilaksanakan.
Satu dari banyaknya cara yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat adalah dengan mendirikan sarana olahraga dan juga pra sarananya. Harapannya adalah agar generasi muda Indonesia memanfaatkan waktu kosong yang dimilikinya dengan berolahraga. Selain bisa membuat tubuh menjadi sehat, olahraga juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi mereka yang mempunyai kemampuan dalam satu cabang olahraga.
Niat baik pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba dan perbuatan yang tidak baik lainnya, juga harus mendapatkan dukungan dari masyarakat dengan cara berperan aktif untuk mengikuti program yang dilaksanakan oleh pemerintah atau menyelenggarakan kegiatan yang tidak bergantung kepada pemerintah. Satu upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan mendirikan Sekolah Sepak Bola.
Sekolah sepak bola merupakan sarana yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang masih berusia muda untuk berlatih sepak bola. Di sekolah sepak bola, biasanya peserta didik dibagi kedalam tiga kelompok umur yaitu U-10 tahun, U-15 tahun, dan U-18 tahun. Setiap kelompok umur memiliki kurikulum yang berbeda. Kelompok umur U-10 tahun biasanya diberikan materi bermain sepak bola yang membuat mereka menjadi senang. Kelompok umur U-15 tahun, diberikan materi tentang teknik dasar bermain sepak bola. Sedangkan kelompok umur U-18 tahun, diberikan materi mengenai teknik dasar dan etika dalam bermain sepak bola.
Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Yayasan At Thoyyibah mempunyai niat untuk mendirikan sekolah sepak bola. Sekolah sepak bola ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi generasi muda usia dini agar mencintai permainan sepak bola, berlatih teknik dasar bermain sepak bola, serta memahami etika dan sportifitas dalam bermain sepak bola. Selain itu, sekolah sepak bola ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda yang selama ini bermain sepak bola, namun tidak mempunyai kesempatan untuk mengikuti kompetisi agar bisa mengikuti kompetisi.
Oleh karena itu, atas dasar kepedulian terhadap generasi muda usia dini dan membantu mewujudkan program  pemerintah Indonesia seperti yang telah disebutkan sebelumya, maka kami mengajak Bapak/Ibu untuk ikut berkontribusi dalam pendirian sekolah Sepak Bola At Thoyyibah ini. Kontribusi tersebut bisa dalam bentuk dana atau perlengkapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembinaan generasi muda usia dini ini.
1.2     Dasar Pemikiran
1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dimana Jalur pendidkan di luar sekolah mempunyai kedudukan yang sama dengan dalam sekolah saling mengisi dan saling melengkapi sehingga tidak terjadi ketimpangan.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 1991 tentang pendidikan luar sekolah dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 1991 tentang keinginan pemerintah untuk tetap mengakui keberadaan Pendidikan luar sekolah.
3. Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1999 tentang Arah kebijaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu, dan menyeluruh, melalui berbagai upaya pro aktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lingkungan sesuai dengan potensinya.
4. Pendidikan merupakan hak Yayasan negara, baik formal atau non formal.
1.3     Tujuan
 1. Memberikan wadah bagi generasi muda usia dini untuk bermain dan mencintai sepak bola serta mengembangkan kemampuan yang dimilikinya dan memiliki pemahaman spiritual yang sangat baik.
2. Menghindarkan generasi muda usia dini dari bahaya penggunaan Narkotika, Obat-0batan terlarang, serta kegiatan yang tidak bermanfaat lainnya.
3.  Menghasilkan pemain sepak bola professional yang bisa memperkuat Tim Nasional Indonesia dalam pertandingan-pertandingan resmi sehingga memberikan rasa bangga bagi masyarakat di daerah dan bangsa Indonesia.
1.4     Sasaran Peserta
1. Generasi muda usia dini yang berusia dibawah 10 tahun.
2. Remaja yang berusia 11 tahun dan berada dibawah 15 tahun.
3. Remaja yang berusia 16 tahun dan berada dibawah 18 tahun

1.5     Target Peserta Didik
Target dari pelaksanaan pendidikan di sekolah sepak bola ini yaitu sebanyak enam puluh orang dimana masing-masing kelompok umur berisi dua puluh orang pemain.

1.6     Tempat Pelaksanaan
Lapangan Desa Maoslor, Maos, Clacap

1.7     Struktur Kepengurusan
          1.    Pembina                 :         1.    Ketua RW.10 Desa Maoslor
                                                           2.    Ketua RW.11 Desa Maoslor
                                                              
          2.    Ketua                       :         Syarif Thoyib
          3.    Sekretaris              :         Adis Sobri
          4.    Bendahara             :        Itmam Munawir Zarkasyi
          5.    Perlengkapan       :         Jabbet Hamdan
          6.    Pelatih                     :         Aris Suryono
         
1.8     Bantuan yang Diharapkan
1. Rencana Anggaran Biaya
Adapun bantuan yang diharapkan yaitu dana yang akan digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah Sepak Bola At Thoyyibah atau perlengkapan yang akan digunakan oleh peserta didik di Sekolah Sepak Bola At Thoyyibah seperti yang terdapat pada tabel dibawah ini.
NO.
Nama Barang
Harga
Unit
Total
1.
Pembersihan Lapangan
500.000
-
   500.000
2.
Bola Ukuran 4
200.000
10
2.000.000
3.
Cone
  50.000
24
1.200.000
4.
Gawang Rintang
250.000
4
1.000.000
5.
Jaring Gawang
100.000
2
   200.000
7.
Rompi
  50.000
24
1.200.000
9.
Bambu Untuk Gawang
100.000
10
1.000.000
11.
Pendaftaran SSB
400.000
-
   400.000
TOTAL
7.500.000
2. Anggaran Tersedia
NO.
Nama Barang
Harga
Jumlah
Total
1.
Pendaftaran Peserta
  15.000
60
   900.000
2.
Dana Pengurus
600.000
-
   600.000
TOTAL
1.500.000

3. Kekurangan Anggaran
Kekurangan anggaran dana yang diperlukan untuk pendirian Sekolah Sepak Bola At Thoyyibah ini yaitu sebesar Rp. 6.000.000 (Enam Juta Rupiah).
Bantuan bisa diberikan secara langsung kepada Pengurus SSB At Thoyyibah atau bisa juga melalui Bank Mandiri Cabang Cilacap - 1390002077760 dan  BCA Cabang Cilacap – 0960355253 atas nama Syarif Thoyib. Selain itu, bisa juga menghubungi Oyong Hairudin di nomor handphone 0856-93772077 dan e-mail dengan alamat syarif.thoyib@gmail.com.
1.9     Penutup
Demikian atas perhatian dan bantuannya, saya ucapkan terima kasih

Sekolah Sepak Bola At Thoyyibah

Syarif Thoyib
KETUA