Tampilkan postingan dengan label dani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dani. Tampilkan semua postingan

berbagi manfaat

Jamil Azzaini - Menjadi Pemimpin itu Menyenangkan

Di tahun 2016 ini, saya berkeliling ke berbagai perusahaan memberikan pembekalan kepada para leader dari level supervisor hingga direksi. Ternyata, selama saya berinteraksi dengan mereka saya menemukan fakta bahwa diantara para pemimpin tersebut ada yang pada awalnya tidak bersedia dan tidak siap menjadi pemimpin.

Sama seperti saya, pada awalnya saya juga tidak bersedia menjadi CEO atau Direktur di Kubik. Saya selalu menghindar dan berusaha agar para owner atau komisaris tidak memilih atau menunjuk saya. Dalam proses penghindaran itu, saya merenung “mengapa saya selalu menghindar? Atau mengapa saya harus menjadi CEO padahal saya sudah sangat menikmati kehidupan saya?

Setelah melakukan perenungan dan pencarian akhirnya saya sampai pada ketetapan “oke, saya siap menjadi CEO.” Apa perenungannya sehingga saya sampai pada ketetapan tersebut. Ada banyak alasan sehingga saya menerima amanah yang sangat menantang tersebut. Beberapa diantaranya, pertama, amanah itu akan membantu mempercepat tercapainya visi hidup saya.

Perlu Anda ketahui, salah satu visi hidup saya adalah memiliki 10.000 kader yang berprofesi sebagai trainer, entrepreneur dan leader. Untuk mengkader trainer, saya sudah punya akademi trainer. Untuk melahirkan dan membesarkan entreprenur saya sudah punya komunitas pengusaha. Sementara untuk melahirkan leader saya belum punya institusi yang bisa membantu mempercepat tercapainya visi tersebut. Kubik sebagai institusi yang memang sudah lama dan ahli berkecimpung di dunia leadership adalah pilihan yang tepat.

Alasan kedua, saya perlu meningkatkan rasa syukur saya dengan cara mengoptimalkan kemampuan yang saya miliki untuk lebih banyak menghasilkan karya. Latar belakang pendidikan, pengalaman, relasi dan investasi sosial lain yang sudah saya bangun perlu dioptimalkan untuk lebih banyak menebar manfaat melalui Kubik. Mengungkit keberhasilan bagi banyak orang.

Ketiga, melatih sabar. Memegang amanah yang menantang, pastilah banyak cobaan dan hal-hal baru yang mengasah kesabaran. Saya ingin, kualitas sabar saya meningkat. Saya ingin, saya semakin terlatih untuk semakin sabar menghadapi berbagai persoalan maupun tantangan.

Karena tiga alasan utama inilah akhirnya saya bersedia menjadi CEO Kubik. Apabila saya tidak menemukan alasan yang kuat, pastilah saya tidak mau menjadi pemimpin. Jangan menjadi pemimpin hanya karena SK, pengangkatan, dan keterpaksaan. Segera temukan alasan yang kuat agar kita bisa memimpin dengan menyenangkan. Mau?

Salam SuksesMulia
Jamil Azzaini

Penjual Koran ke Baitulloh (insya Alloh)





Beliau bernama Dimyati Khoiril Thoyib, tinggal di Pasar Kliwon RT.001 RW.001 Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta..
bercita-cita untuk bisa menunaikan Ibadah Haji/Umroh ke baitulloh...
profesi sehari-harinya adalah menjadi Penjual Koran sejak 1998 sampai sekarang...setelah berpindah-pindah tempat pangkalan, sekarang pangkalanya di depan RSI Kustati, Solo....
berangkat setelah sholat Subuh di surau(mushola kecil) di daerah Mertodranan, sekitar jam 05.00 pagi mulai mengayuh sepeda kumbang, untuk menuju pangkalan koran di Toko Buku Matahari, dan berjalan lebih dari 17 tahun berjalan...
doa-doa dipanjatkan disetiap sholat Tahajud untuk bisa menunaikan Ibadah Haji/Umroh, oleh salah seorang anaknya dimodali untuk membuka tabungan haji di Bank Syariah Mandiri sekitar pangkalan, sampai sekarang sudah terkumpul hampir 8 juta rupiah, mungkin masih jauh dari kebutuhan minimal untuk mendapatkan satu kursi porsi haji yang minimal 25jutaan, tapi ikhtiar dan usaha dilakukan untuk bisa mewujudkan cita-citanya dan berpasrah diri/bertawakal , semoga Alloh SWT mewujudkan cita-citanya.

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imraan [3]; ayat: 96-97)

Anda berminat untuk Donasi kepada beliau, agar bisa mewujudkan cita-citanya, silakan transfer donasi Rekening Yayasan At Thoyyibah dengan nomer 139-0002077760 dari Bank Mandiri dan BCA-0960355253 atas nama Syarif Thoyib, info lebih lengkap hubungi 085693772077
Kamis, 13 Juni 2013 - , , , , , , 0 komentar

Team Marketing Takaful Keluarga Cilacap



Assalamu'alaikum wr wb.,

Kami dari PT Asuransi Takaful Keluarga, asuransi pertama dan terbaik syariah mengundang akhhi/ukhti, ikhwan/akhwat, rekan-rekan untuk bergabung dalam mengembangkan ekonomi syariah, dengan menjadi "Takaful Financial Consultant (TFC)" Asuransi Syariah.

Bisa untuk full time / freelance.


Profesi di bidang asuransi syariah saat ini sangat menjanjikan, terbukti dengan semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya asuransi yang berbasis syariah.
Berkarir di dunia asuransi syariah, berarti kita juga mempunyai andil dalam memajukan perekonomian Islam dan memberikan perlindungan finansial kepada keluarga-keluarga Indonesia yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.


Persyaratan:

1.Muslim/Muslimah dan memiliki wawasan ke-Islam-an,
2.Pendidikan minimal SMU +, lulusan D3-S2 semua jurusan,
3.Memiliki jaringan yang luas, dan menyukai bidang penjualan,
4.Mempunyai motivasi yang kuat untuk sukses dan mejadi kaya dunia akhirat,
5.Mempunyai rekening bank syariah karena komisi, bonus dll akan langsung ditransfer oleh perusahaan,
6.Pengalaman tidak diperlukan dan terbuka juga untuk eks agen-agen asuransi selain Takaful,
7.Bisa bekerja part time/full time.

Fasilitas:

- Pendapatan tak terbatas s/d passive income,

- Asuransi kesehatan, jiwa & kecelakaan,
- Training berkelanjutan, termasuk wawasan keislaman,
- Jenjang karir yang jelas,
- Bonus pergi haji/umroh gratis, kendaraan, laptop dan hadiah lainnya,
- Jenjang komisi yang sangat menarik,
- Support dari team manager, administrasi yang handal & syariah.

Jika berminat, silahkan email cv ke syarif.thoyib@gmail.com
 
Man jadda wa jada! Barang Siapa bersungguh-sungguh, Insya Alloh tercapai cita-citanya
Hidup ini singkat, maka manfaatkanlah
Insan terbaik adalah yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

Syarif Thoyib
Takaful Financial Consultant Of Representative Office
085693772077
www.syarift.blogspot.com
Senin, 18 Maret 2013 - , , , , , , , , , , , 0 komentar

milad-12, usia pernikahan Kami

mengingat sesuatu yang terjadi 12 tahun ini
  1. 18 Maret 2001, telah menikah Syarif Thoyib Bin Dimyati Khaliri Thoyib dengan Barokahtun Alfiah Binti Anwarudin-Kirdan di Maoslor RT.003 RW.010 Kec. Maos Kab. Cilacap.
  2. 21 Desember 2001, membeli sepeda motor Honda Supra X dengan cara Arisan Motor dari Asli Motor Klaten cabang Cilacap.
  3. 9 Januari 2002, telah lahir anak pertama dengan nama Inas Amirah Hasna, sekarang duduk di kelas 6 SDN Maoslor 04.
  4. 7 Desember 2002, terpilih sebagai ketua RT untuk masa jabatan 2003-2006
  5. 16 April 2004 memulai membangun rumah kerjasama dengan mertua selesai 6 bulan kemudian, sekitar Oktober 2004.
  6. 2 Oktober 2004 membeli motor Honda Karisma X juga dari hasil arisan motor
  7. 16-18 Desember 2005 Diklat Manajemen Qolbu di Geger Kalong, Bandung.
  8. tahun 2006 terpilih menjadi ketua RW
  9. awal 2007 terserang penyakit gatal-gatal disekujur tubuh...metode penyembuhan dah dicoba, dari bedak anti gatal, makan tokek, suntik dokter dan lain sebagainya.
  10. 16 Juli 2007, Inas memulai sekolah di SDN 04 Maoslor.
  11. akhir Oktober 2007 mutasi kerja ke KPP Pratama Surakarta
  12. 19 Maret 2008, lahir anak ke-2 dengan nama Muhammad Raihan Syarif
  13. Juni 2009 beli mobil untuk pertama kali dengan nomor plat R 9007 BT Avanza G second 2005, juga sepeda motor BEAT.
  14. september 2010 jual mobil tersebut. NOvember 2010 beli mobil kedua dengan nomor R 9404 H
  15. 21 Maret 2011 beli rumah di Colomadu, Karanganyar
  16. 2 April 2011, mutasi ke Kanwil DJP Jawa Tengah II.
  17. 18 Maret 2013, sudah 12 tahun usia pernikahan kami.
semoga tetap menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Wa rohmah, barokalloh....mohon maaf kalau ada khilaf, terima kasih atas segala doanya...
Senin, 18 Februari 2013 - , , , , , , 0 komentar

kultwit Pendirian Minimarket


1.aku mau nawarin #Ide2Liar tentang pendirian #Minimarket alternatif, disamping yang sudah ada dan menggurita
2.ini juga menjawab kegalauan rekan-rekan yang pingin mendirikan #Minimarket tapi pingin dengan konsep yang lebih Islami dan berkarakter
3.insya Alloh dengan niat yang tulus dan dengan #PatunganModal , maka #Minimarket ini bisa terwujud dengan kita bergotong royong utk ACTION
4.Anggaran yang dibutuhkan berapa? sekitar 500juta, ide awalnya adalah dengan membeli salahsatu #Minimarket waralaba yg sudah punya nama
5.dengan anggaran segitu, menurut aku, habis semua anggaran #Minimarket hanya utk pengurusan ijin pendirian, biaya dan pendampingan
6.oleh karena itu saya usul, agar pendirian #Minimarket dengan konsep KITA, kita juga punya aset properti, yg insya Alloh nilainya naik
7.itungan, 100juta beli lahan 200m2, 100juta utk dirikan bangunan, 50juta seting dan desain, 200juta modal dagang, 50jt cadangn #Minimarket
8.dengan #PatunganModal 100 orang, per orang hanya perlu invest 5juta utk dirikan #Minimarket ,minimal dah dapat lahan seluas 200m2
9.target Sales Per Day sebesar 5juta , insya Alloh tercapai, dengan doa,niat tulus dan ikhtiar, siapakn 10 tenaga lapangan utk #Minimarket
10.salah satu strategi pemasarannya utk #Minimarket adalah menggandeng para pemilik warung-2 tradisional & jamaah mushola-masjid,beri modal
11.warung tradisional adl salah satu ujung tombak pemasaran #Minimarket yg akan kita dirikan,dg diberi modal dagang, cek tiap hari
12.dagangan #Minimarket diisi dengan barang- barang yg mudah laku semisal sembako alias sembilan bahan pokok. Action Now
13. Jgn kalah dg #Minimarket sebelah, kita juga bisa melayani pembayaran tagihan bulanan misal PLN,Telkom,PDAM,cicilan Leasing dan lainnya
14. Putar roda ekonomi masyarakat dg tetap memberi akses mereka tetap jualan dg konsep #Minimarket yg kita rancang
15.andai kita bisa koordinir 25 warung tradisional sbg ujung tombak pemasaran #Minimarket dg modal 200rb/hari, artinya harian dah 5jutaan
16.25 warung ini ada disekitar kita, jadi tidak perlu jauh-jauh melintasi kelurahan/desa sebelah, & bisa mempererat silaturahmi #Minimarket
Bagi yang mau join #Minimarket silakan kontak via sms ke 085693772077 cek di kultwit dg hastag #Minimarket
Selasa, 29 Januari 2013 - , , , 0 komentar

Dilema Pendidikan Kita

DILEMA Pendidikan Kita

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat.
“Maaf Bapak dari mana?”
“Dari Indonesia”, jawab saya.
Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.
“Saya mengerti”, jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu.
“Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini”, lanjutnya.
“Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ”, dia pun melanjutkan argumentasinya.
“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat”, ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.
Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan study jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya.
“Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan”, ujarnya dengan penuh kesungguhan.
Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut,
“Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”
Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN
Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.
 
repost Rhenald Khasali
Rabu, 04 Juli 2012 - , , , 0 komentar

yuk bersedekah

KISAH NYATA USTAD YUSUF MANSUR

Di suatu perjalanan dari Sukabumi menuju Jakarta, 3 bulan yang lalu, sebelum bulan Ramadhan.

Saat tertidur di perjalanan, terbangunlah Ustad Yusuf Mansur (dibangunkan Allah SWT) dengan rasa kepingin pipis. Tidak jauh di depan ada sebuah SPBU, diputuskanlah untuk buang air kecil di SPBU tersebut.

Setelah mobil di parker dan turun dari mobil, terlihat berlari tergopoh-gopoh seorang satpam SPBU menghampirinya.

“Assalammualaikum pak ustad”, salam si satpam.

“Waalaikumsalam”, ustad menjawab.

“Begini pak Ustad saya ingin cerita alias ngobrol-ngobrol dengan pak Ustad”, sambar si satpam. “Oh ya pak nanti ya setelah saya buang air kecil, tunggu dulu aja di sini sebentar”, kata Ustad Yusuf Mansur sembari dia berjalan menuju toilet. Akan tetapi, si satpam bukannya menunggu malahan dia mengikuti di belakang Ustad, si Ustad pun mengulangi perkataannya.

“Pak tunggu aja sebentar ga lama ko”.

Si satpam pun nyengir sembari berkata, “saya mau shalat ashar dulu pak”. Ustad melihat jam tangannya yang menunjuk jam 16.55.
”Baru mau shalat ashar? Ya sudah cepet waktu ashar bentar lagi habis”. “Ya pak, waktu tugas saya baru selesai jadi baru sempet shalat”, jawab si satpam.

Di dalam toilet setelah selesai buang air kecil Ustad Yusuf merenenung, “Tadi tertidur terus kebangun karena pingin pipis, pas ada SPBU, terus mampir, terus ketemu si satpam. Pasti Allah SWT sudah menjodohkan saya dengan si satpam itu tadi. Ya sudah akan saya dengar dia mau cerita apa.”

Ustad Yusuf Mansur diajak ngobrol di kantin SPBU.

“Begini pak Ustad saya udah bosen kerja di sini, saya ga betah”, kata si satpam

“Lho ga betah? Udah berapa lama kerja di sini?”, Tanya Ustad

“Udah 7 tahun pak”, jawab si satpam

“Nah itu betah namanya, kerja udah 7 tahun”, kata ustad lagi
“Bukan gitu pak, habis ga ada kerjaan lain pak.”

“Terus kenapa bisa ga betah?”

“Gajinya kecil pak ustad.”

“Emang berapa gaji?”

“Gaji perbulan saya 1,7 jt.”

“Alhamdulillah, segitu kurang pak? Bapak udah punya istri dan anak? pasti ada yang salah dengan bapak”, sambar Ustad Yusuf Mansur.

Si satpampun nyengir kuda, “hehe, saya ambil motor pak dan saya punya istri dan seorang anak.”

“Ya benar tebakan saya, emang uang cicilannya berapa per bulan?”
“925.000 per bulan pak”. (Pantes aja gaji kaga cukup, itu namanya besar pasak dari pada tiang)

“Saya pingin hidup saya berubah pak Ustad ga gini-gini aja”, lanjut si satpam.

“Ada 2 syarat kalau anda pingin berubah. Yang pertama benerin dulu tuh shalat bapak, bagaimana mau berubah kalo shalat aja telat. Solatlah tepat pada waktunya, begitu suara adzan terdengar maka berhentilah dari semua aktivitas, bergegas ambil wudhu dan kerjakaan shalat.”

Shalat ashar kurang lebih jam 15.00, tapi Anda mengerjakan pukul 17.00, berarti bapak telat 2 jam. Sehari 5 waktu shalat, 2 x 5 = 10 jam, sebulan 10 x 30 = 300 jam (12,5 hari), setahun 12,5 x 12 = 150 hari (5 bln), masa kerja 7 x 5 = 35 bln (3 th). Itu baru di kali waktu kerja bapak 7 thn di SPBU, kalo di kali umur bapak sesudah masa baligh sampe sekarang? Udah habis waktu bapak sia-siakan, percepatan waktu bapak jelas kalah dengan teman-teman bapak, sodara-sodara bapak yang menunaikan ibadah solat tepat pada waktunya. Yang lain udah naik pesawat, bapak masih naik sepeda aja. Yang lain udah hidup enak bapak masih gini-gini aja.”, papar Ustad Yusuf Mansur

Sambil manthuk-manthuk si satpam bertanya lagi, “Syarat yang ke 2 apa pak Ustad?”

“Yang ke 2 berinfak dan bersedekahlah kamu, sisihkanlah dari penghasilan bapak.”

Si satpam pun nyamber, “OK pak saya mau benerin shalat saya, tapi untuk syarat yang ke 2 saya ga sanggup pak Ustad, gimana mau infak dan sedekah? Penghasilan saya aja pas-pasan bahkan kurang pak Ustad.”

Sambil geleng-geleng pak Ustad berkata, “Semua makhluk yang ada di jagat raya ini sudah di atur rezekinya masing-masing oleh Allah SWT, hewan-hewan dan tumbuhan tak terkecuali. Jangankan orang yang bekerja, pengangguran aja sudah dibagi rezekinya, apalagi yang bekerja, saya mau nanya, mana ada sekarang pengangguran yang tidak makan sehari-harinya? Pasti makan, kalo ada yang tidak atau kurang makan, silahkan datang ke rumah saya untuk makan. Namanya syarat berarti wajib, mau berubah nasibnya ga?

“Mau pak ustad, tapi berapa sedekahnya?”

“Ssebulan gaji deh.”

“Sebulan gaji? terus makan keluarga saya?”

“Gini aja bapak bilang ke atasan, bon dulu uang gaji bulan depan untuk infak dan sedekah”. Si satpam terbengong-bengong, pertentangan batin sangatlah kuat antara ikhlas dan tidak, pecahlah itu perang baratayudha di dalam hatinya.

Dan akhirnya, sambil menghela nafas panjang si satpam berkata, “Baiklah pak Ustad 2 syarat tadi akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, terima kasih pak Ustad saya udah mengganggu waktu Ustad.

“Alhamdulillah, ngga apa-apa, lakukanlah syarat tadi dengan semata-mata mengharap ridho Allah SWT.”

Berpisahlah si satpam dengan Ustad Yusuf Mansur.

Malam harinya si satpam gendu-gendu rasa dengan istrinya, apa-apa yang sudah di obrolin dengan Ustad Yusuf. Alhamdulillah sang istri pun mendukung niatan dari suaminya dengan penuh hati.
Kemudian, pagi harinya si satpam menghadap kepada komandannya,

“Ndan, saya mau ngebon uang gaji saya bulan depan, boleh ga ndan?”

“Boleh aja, tapi alasannya buat apa?” Tanya balik si komandan.
Si satpam pun terdiam, iya iya buat apa? Masa alasan ngebon untuk infak dan sedekah, kan ga lucu.

“Heh di Tanya ko malah diam!” komandan menyentak.

“Ya ndan kemarin saya ketemu Ustad Yusuf Mansur, syarat untuk merubah nasib saya salah satunya bersedekaoh, jadi saya ngebon mau buat sedekah ndan”, jawabnya dengan lirih dan aga malu-malu.

Si komandannya ketawa…

“Hahaha masa kamu kasbon buat sedekah? Yang bener aja? tapi OK lah, nanti ya saya Tanya boz besar dulu, kan dia yang meng-ACC.”

Si komandan pun langsung bergegas menghadap boz untuk mengutarakan hajat si satpam anak buahnya.

“Pagi boz, gini salah satu satpam anak buah saya, mau ngebon uang gajinya bulan depan, di ACC ga boz?”

“Buat apaan?”

“Katanya sih mau di gunakan untuk sedekah bos.”

“Mau buat sedekah?” Sambil mantuk-mantuk dan cengar-cengir si bos menyambar lagi,” aneh banget, ya sudah, bilang ama dia boleh, akan saya kasih dia bon gaji bulan depan, suruh ke sini dia.”
Si satpam masuk ruangan bos nya.

“Katanya kamu mau kasbon gaji bulan depan dan uangnya mau buat sedekah?”

“Iya boss, saya mau merobah nasib.”

“Merobah gimana?”

Si satpam pun menjelaskan ke bos nya, kalo mau berubah nasib harus sedekah. Dan si bos pun percaya ga percaya.

Singkat cerita si satpam udah mendapatkan uangnya dan telah menghabiskannya untuk berinfak dan sedekah bagi sodara-sodara dan tetangganya yang kurang mampu.

Hari-hari pun berlalu, sampai tibalah di bulan yang baru. Alhamdulillah semua teman-temannya pada gajian, sendiri-sendiri ga gajian, karena bulan lalu udah di bon. Tapi hari demi hari berlalu, seorang teman satpamnya bertanya-tanya apakah si satpam itu tadi hidupnya serba kekurangan atau tidak, temannya pun melakukan survey, oh ternyata si satpam telah menjual motornya, pantes lempeng aja dia. Si bos pun terus bertanya-tanya sambil menunggu si satpam kenapa ga datang-datang lagi, lempeng amat tu bocah ya, merasa penasaran si bos pun memanggil si satpam untuk menghadapnya di kantin.

“Gimana mau ngebon lagi ga untuk bulan depan, kan uang bulan ini udah ga ada?” tantang si bos.

“Alhamdulilah ga pak bos.”

Tiba-tiba temennya nyeletuk dari belakang, “dia abis jual motornya bos.”

“Ooh abis jual motor, pantes ka ga ngebon lagi.”

“Ga bos saya jual motor ga buat saya dan keluarga makan bos, tetapi saya jual untuk menambahi sodakoh saya!” Elak si satpam
Tambah terbengong-bengong si bos dan penasaran,

“Gini bos saya ceritain, selepas saya bersedekah hari-hari terakhir di bulan lalu saya sempet terbesit di hati rasa was-was dan gundah. Mau makan apa saya dan keluarga saya bulan depan. Eh di awal bulan kemaren Alhamdulillah nama istri saya nyangkut di surat warisan keluarga di kampung, di situ tertera angka 17 jt untuk istri saya”.

Si bos pun nyamber lagi. ”lah kenapa kamu jual itu motor?”

“Saya malu sama Ustad Yusuf Mansur, seandainya pada saat itu saya jual motor untuk sedekah pasti Allah SWT akan membalasnya dengan lebih besar lagi. Alhamdulillah sekarang saya dan istri punya warung sembako di rumah sebagai usaha sampingan, semoga dengan ini nasib saya sedikit-sedikit akan berubah menjadi baik dan lebih mulia di mata Allah SWT.”

“Aamiin.”

Semoga dari cerita nyata ini dapat memotivasi teman-teman, bapak-bapak dan ibu-ibu untuk mencontoh si satpam tadi. Ada 2 syarat jika anda sekalian ingin merubah nasib anda di muka bumi ini dan mulia di mata Alloh SWT:

1. Sholat tepat waktu
2. Berinfak dan bersedekahlah dalam keadaan lapang maupun sempit dengan iklas

Kedua syarat tersebut dilakukan dengan semata-mata untuk mendapat ridho Allah SWT.

(Narasumber: Ustad. Yusuf Mansur)

PEDULI SESAMA RUMAH GEMILANG SOLO

Salurkan sebagian rezeki anda melalui salah satu nomor rekening berikut :

nomor rekening: BRI 1440-01000016503
MANDIRI - 139-0002077760
BCA - 0960355253
 email: syarif.thoyib@gmail.com

nomor handphone: >>> 085693772077 <<<
Kamis, 03 Mei 2012 - , , , 0 komentar

Diklat Ujian Dinas Kalasan

akhirnya ada panggilan untuk diklat ini, setelah menunggu beberapa saat..
setelah regitrasi tanggal 23 April 2012 bersama pak Arie Dianto, mbak Nana, mas Arief Sagita, dan mas Iwan, ternyata kondisi fisik tidak mendukung, dugaanku adalah pada waktu malam, aku perintah mas Yasin untuk mencarikan makan malam, mungkin dah mulai basi, seninnya aku KO, ketika regitrasi badan dah mulai gak enak, panas banget badanku..
nafsu makan hilang, malamnya mas Yasin kerokin aku, dan dibawa tiduran terus...
hari selasa, seharian gak ngantor, karena badan masih terasa menggigil dan panas....hal ini berlangsung sampai hari jumat,dah mulai mendingan, sorenya mudik bareng Pak Martin, Ibnu, Dani dan pak Marimin..alhamdulillah..selamat sampai Maos sekitar jam 22.35WIB...
hari minggu siang janjian sama pak Kiswo  ketemu di SPBU Buntu bersama mas Afif dan dan mas Fathur..
senin 30 April mulai diklat di Kalasan, akhirnya bertemu dengan rekan-rekan lama, Siti Marwiyah, Sugeng, Krisdian, Dharmawan, Suparno, Ferial, Chandra, Nurillah dan lain-lainnya..
semoga Lulus semua...amin
Senin, 26 Maret 2012 - , , , 0 komentar

nyetir ngantuk


sesuai rencana, hari Ahad, tanggal 25 Maret 2012, mudik arah Solo berangkat lebih awal dari biasanya, hari tersebut, acaranya padat sekali..
pagi-pagi dah persiapan untuk pengajian rutin ahad pon dimushola Al-Mushtofa, berhubung ketua takmirnya adalah saya sendiri, maka diberi kesempatan untuk menyampaikan kata sambutan..sesuai jadwal acara dimulai jam 09.00 WIB
anak-anak yang ikut les mulai berdatangan, sementara jamaah yang mau pengajian masih sepi..
akhirnya aku arahkan anak-anak untuk membantu mbungkusi snack untuk jamaah yang hadir..
karena jam karet, akhirnya anak-anak memulai kegiatan lesnya, sambil dibantu Itma dan Tomo
sekitar jam 10.00 acara pengajian dimulai, setelah pembukaan dan pembacaan ayat suci Alquran, kemudian memberikan sambutan dengan menyampaikan pesan untuk mengingatkan diri sendiri dan keluarga serta para jamaah untuk selalu mengingatkan anak-anak soal Ibadah terutama sholat, mengawasi pergaulan generasi penerus bangsa, juga mengawasi proses belajarnya.
bakda dhuhur jam 12.45 wib, setelah berpaamitan dengan keluarga dan mertua, meluncur sendirian, dengan tujuan kebumen, ngobrol dengan mas Yudhi, kakaknya Asep teman seangkatan, sekitar jam 16.00 wib pamitan dan meluncur ke arah wates, karena Triatmoko alias AAT, setelah menunggu beberapa menit, aat diantar ibunya , sekitar jam 17.45 berangkat lagi, sampai di sentolo, mampir ke SPBU untuk isi BBM dan sholat Maghrib.
kemudian mampir ke Ambarukmo Plaza nyari promo netbook dan ke Gramedia beli buku
sekitar 20.45 wib keluar ketika nyampai Klaten, dan didepan lampu merah, aku tertidur beberapa detik, sedikit panik, baru kali ini, alhamdulillah..selamat sampai tujuan
Jumat, 10 Februari 2012 - , , , , , , , , , 0 komentar

cerdas cermat konyol


peristiwa ini terjadi ketika saya masih sekolah di SMP Islam Diponegoro
dan cerita bermula ketika sekolahku diundang untuk mengikuti acara cerdas cermat di TVRI Yogyakarta..
terima kasih saya ucapkan terutama untuk Bapak Wartoyo dan Bp Supraptono yang telah melatih teman-teman dengan tanya jawab pendek untuk menghadapi moment tersebut, dan ini adalah pertama kalinya saya ke stasiun TVRI Yogyakarta dan belum pernah kesana lagi sampai sekarang..
dihari yang telah ditentukan, kita mempersiapkan diri dengan mobil untuk menuju yogyakarta...
menempuh perjalanan sekitar 2jam, sambil mampir sholat di masjid sebelah candi prambanan..

kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Stasiun TVRI, dan acara yang ditunggu-tunggu akan segera dimulai...
yang menarik dari cerita saya adalah..ketika memasuki babak cepat-tepat, dimana kalau peserta menjawab benar dapat nilai 100, tapi ketika menjawab salah dikurangi 100, dewan juri mengajukan pertanyaan:
"Serangan Umum 1 Maret 1949 dimana para Pejuang menggunakan Janur Kuning, peristiwa tersebut terjadi dimana? "
dengan cepat juru bicara tim saya memencet tombol dan menjawab dengan mangstab: " Bali "
segera saya dewan juri memutuskan jawaban salah dan mengurangi nilai tim dan melempar pertanyaan ke tim lain, akibatnya tim saya kalah...
setelah acara itu selesai meledaklah tawa diantara kita serombongan...
ternyata juru bicara tadi, namanya Ali Husin, entah gugup atau tebak-tebak buah manggis, kebayang orang bali, padahal jawaban yang benar khan Yogyakarta
hahahahahahahaha

mainan mercon atau petasan


ini cerita ketika di jakarta, mungkin sekitar umur 4-5 tahun...
namanya anal-anak, kalau mainan petasan senangnya bukan main
pada suatu ketika saya bersama teman-teman mainan mercon cengis atau cabe rawit..
biasanya kita menggunakan obat nyamuk sebagai penyulut sumbu mercon...
setelah sumbu mulai menyala, dilempar merconnya..
setelah menunggu beberapa saat, mercon yang saya lempar tidak meletus..
karena penasaran, saya ambil mercon itu..apa yang terjadi
duarrrrrr!
mercon itu meletus ternyata, akibatnya tangan saya kiri terluka, dan sama bapak saya diolesi dengan odol alias pasta gigi
Kamis, 09 Februari 2012 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Luka di Bawah Mata Kaki Kiri


cerita ini terjadi di daerah Mojo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan PasarKliwon, Kota Solo..
terjadi ketika saya menginjak kelas 6 SD dan saya sekolah di SDN Mojo III...
karena orang tua saya kontraktor alias setiap 2tahun berpindah kontrakan, dan pasa saat itu punya kandang ayam dibelakang rumah...
karena suatu sore, hujan gerimis turun..saya bermaksud untuk meng-Kandangkan ayam-ayam yang ada di lapangan sebelah rumah dan tidak memakai sandal..
karena terlalu bersemangat, kaki saya terperosok ke bonggol pohon pisang , disebut bonggol karena sudah ditebang, otomatis bukan bonggol kalao masih ada pohonnya...hahahaha
apa yang terjadi, kaki saya menganga luak terbuka, saya nyebutnya mulut kodok, karena terlalu lebar, saya tidak tau, itu kena apa, tapi dugaan saya, ada pecahan kaca atau gelas atau piring yang dibuang disana...
kebetulan dirumah ibu saya jualan alias buka warung kecil...secara reflek,..segera aku cari kopi dan aku tuang aja ke tempat luka dengan pikiran darah akan berhenti mengalir...
dari semua cerita luka (ada 4) tidak ada yang dijahit...dibiarin aja mengering dan sembuh benar...

Luka di Paha Kiri


saya lupa cerita ini waktu umur berapa..
yang jelas lokasi di Pejaten, Desa Candimulyo kota Kebumen
pada saat itu, ada kesenangan tersendiri kalau bisa membuat alat mainan dari hasil buatan sendiri...mulai bikin pedang-pedangan, ketapel alias plintheng(entah dah berapa ranting yang ditebas, hanya untuk membuat ketapel yang bagus...
ceritanya, saya mau membuat mainan yang di daerah Pejaten, yaitu panggalan, mungkin kalau anak sekarang menyebut dengan gangsing...
setelah dapat batang kayu yang bagus..akhirnya mulai deh, saya buat mainan itu..
berhubung masih amatir...apa yang terjadi...kalau biasanya orang membuat apapun dengan ada landasan untuk menahan kayunya, yang terjadi yang buat landasan adalah paha kiri saya, karena kurang terampil jadilah kena Pisau paha saya..pada saat itu..belum mengenal teknologi jahit luka...akhirnya dibiarin saja..
saya lupa dulu nutupya make apa...setelah beberapa bulan, jadilah sembuh dan ada bekas lukanya..
Rabu, 01 Februari 2012 - , , , , , , , , 0 komentar

31 Januari 2012


sudah sebulan aku buat catatan harian....dicoba, dikerjakan, ternyata bisa..
jammah subuh di Colomadu, kemudian ke Kantor,..
EK dengan materi ApproweB...
o iya..hari ini ada undangan ke pak Usman, mengundang pernikahannya Afif, sekalian pak Usman pensiun per 1 Februari 2012...setelah tanya sana-sini, akhirnya berangkat bersama mas Mardiyanto dan Narko ke Berbah, Sleman bantul..start sekitar jam 09.30...
alhamdulillah sampai lokasi sekitar jam 11.25..ketemu dengan rombongan KPP Surakarta, juga pak Hermawan, beliau pensiun juga bareng dengan pak Usman...
setelah pamitan, meluncur ke Ambarukmo Plaza, untuk sekedar istirahat dan solat dhuhur...
sekitar jam 13.00 pulang ke Solo, perjalanan hujan, di Klaten bertukar supir dengan mas Mardiyanto...
pulang kantor meluncur ke Colomadu...sholat maghrib dan 'Isya...sekitar jam 20.30 meluncur ke Pasarkliwon untuk berjumpa kedua orang tua....
Senin, 16 Januari 2012 - , , , , , , , 0 komentar

13 Januari 2012


pagi hari diawali dengan futsal perdana temen kantor, luar biasa antusiasmenya..lebih dari 20 orang yang hadir bermain dilapangan futsal Gremet 2 jam ..wow
tidak banyak yang dikerjakan hari ini...
sore hari mudik rombongan bersama 6 orang, driver mas Satria sampai terminal giwangan, terus aku lanjutkan bersama Dewi dan Dani...
dani turun di Purworejo, aku lanjutkan bersama Dewi, di warung Makan ASLI kutowinangun, berhenti untuk makan makan dan pesen Wajik 5kg, setelah menurunkan Dewi diKebumen, aku lanjutkan sendiri, alhamdulillah,..sampai Maos jam 10.30, perjalanan lancar, walau diiringi hujan sepanjang perjalanan...