Tampilkan postingan dengan label maos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maos. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 September 2017 - , , , , , , , 0 komentar

Ada Apa dengan Usia 40 Tahun?

jelang #40
https://www.youtube.com/watch?v=kRCYssa0tyo
========================================
QS Ahkaf(46) ayat 15
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Kamis, 11 Agustus 2016 - , , , , , , , , , , 0 komentar

FANTASTIS! Berkat Kecintaannya Pada Qur’an, Wanita ini BANGKIT.

 
“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.
Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.
“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Al Quran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.
Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”
Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.
Semasa hidupnya, selain mengajar masyarakat awam, Kiai Soleh Darat juga aktif mengisi pengajian di kalangan priyayi. Di antara jamaah pengajiannya adalah Raden Ajeng Kartini, anak Bupati Jepara.
RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur’an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Akhirnya Kiai Shaleh Darat menentang larangan ini.
Selesai, kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an itu diberi nama Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur’an. Tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Jilid pertama yang terdiri dari 13 juz. Mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim.
Kitab itu dihadiahkannya kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat, Bupati Rembang. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.
Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan: “Selama ini al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”
Melalui kitab itu pula Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya. Yaitu Surat Al-Baqarah ayat 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minadh-Dhulumaati ilan Nuur).
Kartini terkesan dengan kalimat Minadh-Dhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya.
Kisah ini sahih, dinukil dari Prof KH Musa al-Mahfudz Yogyakarta, dari Kiai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kiai Soleh Darat.
Luar biasa bukan?? Wujud cinta R.A Kartini pada Al Qur’an Terwujudkan dalam tulisannya “habis gelap terbitlah terang”... Apa yang akan Anak-Anak Anda lahirkan jika mereka bisa mencintai Al Qur’an Sedalam itu??

berbagi manfaat

Jamil Azzaini - Menjadi Pemimpin itu Menyenangkan

Di tahun 2016 ini, saya berkeliling ke berbagai perusahaan memberikan pembekalan kepada para leader dari level supervisor hingga direksi. Ternyata, selama saya berinteraksi dengan mereka saya menemukan fakta bahwa diantara para pemimpin tersebut ada yang pada awalnya tidak bersedia dan tidak siap menjadi pemimpin.

Sama seperti saya, pada awalnya saya juga tidak bersedia menjadi CEO atau Direktur di Kubik. Saya selalu menghindar dan berusaha agar para owner atau komisaris tidak memilih atau menunjuk saya. Dalam proses penghindaran itu, saya merenung “mengapa saya selalu menghindar? Atau mengapa saya harus menjadi CEO padahal saya sudah sangat menikmati kehidupan saya?

Setelah melakukan perenungan dan pencarian akhirnya saya sampai pada ketetapan “oke, saya siap menjadi CEO.” Apa perenungannya sehingga saya sampai pada ketetapan tersebut. Ada banyak alasan sehingga saya menerima amanah yang sangat menantang tersebut. Beberapa diantaranya, pertama, amanah itu akan membantu mempercepat tercapainya visi hidup saya.

Perlu Anda ketahui, salah satu visi hidup saya adalah memiliki 10.000 kader yang berprofesi sebagai trainer, entrepreneur dan leader. Untuk mengkader trainer, saya sudah punya akademi trainer. Untuk melahirkan dan membesarkan entreprenur saya sudah punya komunitas pengusaha. Sementara untuk melahirkan leader saya belum punya institusi yang bisa membantu mempercepat tercapainya visi tersebut. Kubik sebagai institusi yang memang sudah lama dan ahli berkecimpung di dunia leadership adalah pilihan yang tepat.

Alasan kedua, saya perlu meningkatkan rasa syukur saya dengan cara mengoptimalkan kemampuan yang saya miliki untuk lebih banyak menghasilkan karya. Latar belakang pendidikan, pengalaman, relasi dan investasi sosial lain yang sudah saya bangun perlu dioptimalkan untuk lebih banyak menebar manfaat melalui Kubik. Mengungkit keberhasilan bagi banyak orang.

Ketiga, melatih sabar. Memegang amanah yang menantang, pastilah banyak cobaan dan hal-hal baru yang mengasah kesabaran. Saya ingin, kualitas sabar saya meningkat. Saya ingin, saya semakin terlatih untuk semakin sabar menghadapi berbagai persoalan maupun tantangan.

Karena tiga alasan utama inilah akhirnya saya bersedia menjadi CEO Kubik. Apabila saya tidak menemukan alasan yang kuat, pastilah saya tidak mau menjadi pemimpin. Jangan menjadi pemimpin hanya karena SK, pengangkatan, dan keterpaksaan. Segera temukan alasan yang kuat agar kita bisa memimpin dengan menyenangkan. Mau?

Salam SuksesMulia
Jamil Azzaini
Rabu, 20 Juli 2016 - , , , , , 0 komentar

Kebersamaan Itu Nyawa Keluarga

Kebersamaan Itu Nyawa Keluarga
Di masa ini kita kebersamaan kita dirampok teknologi, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, mengganggu komunikasi
Alat komunikasi kini berubah menjadi alat alienasi, membuat kita terasing di tengah kerumunan, bangga dengan kesendirian
Dahulu, momen makan malam adalah momen spesial, semua duduk di satu meja, menunggu ayah datang untuk makan bersama
Disitu diskusi terjadi menghangatkan suasana, walaupun semua diam, tetap saja kebersamaan itu lebih dari segala-galanya
Berbeda sekarang, apalagi bagi yang tak bijak menggunakannya, media sosial jadi pengganti orangtua, kakak, adik, dan keluarga
Kita tak lagi hangat, sebab pikiran kita sudah diisi percakapan di grup yang tiada habisnya, atau perdebatan yang tiada ujungnya
Kita lupa, bahwa cinta itu dipupuk dengan kebersamaan dan waktu, tidak ada jalan pintas untuk saling mengerti dan memahami
Kita tak bisa lepas dari perubahan zaman, tapi bijaklah dalam menggunakannya, jadikan ia sebagai pendukung bukan pembunuh
Berselancar di dunia maya memang bisa jadi menambah ilmu, tapi keluarga pun punya hak, yang semakin berkurang dipenuhinya
Tunggu apalagi? Bila ada yang lebih berhak atas waktu-waktu kita saat ini, merekalah keluarga kita, istri, suami, anak, orangtua
Segera datangi mereka, bercakap-cakaplah, karena komunikasi itu dengan kata dan rasa, bukan hanya dengan jari dan emotikon 😀😀😀
Dan kami pun masih terus belajar meletakkan alat komunikasi, untuk memulai komunikasi yang hakiki dengan keluarga
====
ustadz Felix

Mereka Cari Jalan, Bukan Cari Uang


Prof Rhenald Kasali
Senin, 18 Mei 2015 | 05:00 WIB
@Rhenald_Kasali
Duduk di depan saya dua perempuan muda. Sarjana Hukum lulusan UI. Wajah dan penampilan kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk “cepat kaya”. Asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya.
Tapi keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior: Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan Najwa Shihab, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura.
Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua-tiga bulan ke depan. Dan mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar. Bahkan mungkin dengan “tukang pukul” yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas.
Uang atau Meaning?
Di luar sana, anak-anak muda lainnya setengah mati cari kerja. Ikut seleksi menjadi calon PNS, pegawai bank, konsultan IT, guru, dosen dan seterusnya.
Seperti kebanyakan kaum muda lainnya, mereka semua didesak keluarga agar cepat mendapat pekerjaan, membantu keuangan keluarga, dan menikah pada waktunya. Cepat lulus, dan dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus.
Tak sedikit di antara mereka yang beruntung bertemu orang-orang hebat, dari perusahaan terkemuka, mendapatkan pelatihan di luar negeri, atau penempatan di kota-kota besar dunia.
Tetapi semua itu akan berubah. Sebab atasan yang menyenangkan tak selamanya duduk di sana. Kursi Anda bisa berpindah ke tangan orang lain. Kaum muda akan terus berdatangan dan ilmu-ilmu baru terus berkembang. Bulan madu karier pun akan berakhir. Mereka akan tampak tua di mata kaum muda yang belakangan hadir.
Sebagian dari mereka juga ada yang menjadi wirausaha. Tidak sedikit yang tersihir oleh kode-kode yang dikirim sejumlah orang tentang jurus-jurus cara cepat menjadi kaya raya. Bisa saja mereka berhasil meraih banyak hal begitu cepat. Tetapi benarkah mereka berhasil selama-lamanya?
Pengalaman saya menemukan, orang-orang yang dulu begitu getol mencari uang kini justru tak mendapatkan uang. Di usia menjelang pensiun, semakin banyak orang yang datang mengunjungi teman-teman lama sekedar untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian lagi hanya bisa sharing senandung duka.
Kontrak rumah dan uang kuliah anak yang belum dibayar, pasangan yang pergi meninggalkan keluarga dan serangan penyakit bertubi-tubi. Padahal dulu mereka begitu getol mengejar gaji besar, berpindah-pindah kerja demi kenaikan pendapatan.
Saya ingin memberitahu anda nasehat yang pernah disampaikan oleh Co-Founder Apple: Guy Kawasaki kepada kaum muda ia pernah mengatakan begini:
“Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’ maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”
Lantas apa itu meaning?
Meaning itulah yang sedang dikerjakan anak-anak perempuan tadi yang saya temui dalam tapping program televisi Mata Najwa edisi hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei beberapa hari ke depan. Menjadi relawan dalam team pemberantas illegal fishing.
Dan itu pulalah yang dulu dilakukan oleh para mahasiswa kedokteran di STOVIA yang mendirikan Boedi Oetomo yang menandakan Kebangkitan Nasional Indonesia. Bahkan itu pula yang dijalankan oleh seorang insinyur lulusan ITB yang merintis kemerdekaan Indonesia, Ir. Soerkarno. Itu pula yang dilakukan para CEO terkemuka saat mereka muda.
Di seluruh dunia, para pemimpin itu lahir dari kegigihannya membangun meaning, bukan mencari kerja biasa. Dalam kehidupan modern, itu pulalah jalan yang ditempuh para miliarder dunia. Mereka bukanlah pengejar uang, melainkan pengejar mimpi-mimpi indah. Seperti yang diceritakan oleh banyak eksekutif Jerman yang dulu menghabiskan waktu berbulan-bulan kerja sosial di Afrika. "Tidak saya duga, apa yang saya lakukan 20 tahun lalu itulah yang diperhatikan pemegang saham," ujar mereka.
Saya jadi ingat dengan beberapa orang yang mencari kerja di tempat saya, baik di UI maupun di berbagai aktivitas saya. Ada yang benar-benar realistis, datang dengan gagasan untuk membangun meaning dan ada yang sudah tak sabaran mendapatkan gaji besar.
Kelompok yang pertama, sekarang bisa saya sebutkan mereka berada di mana saja. Sebagian sudah menjadi CEO, pemimpin pada berbagai organisasi dan tentu saja wirausaha yang hebat atau Ph.D lulusan universitas terkemuka.
Namun kelompok yang kedua, datang dengan tawaran yang tinggi. Ya, mereka menilai diri jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Dan tak jarang ada yang diminta berhenti oleh keluarganya hanya beberapa bulan setelah bekerja, demi mencari pekerjaan yang gajinya lebih besar. Amatilah mereka yang baru menikah. Kalau bukan pasangannya, bisa jadi orangtua atau mertua ikut mengubah arah hidup dan merekapun masuk dalam pusaran itu.
Padahal, semua orang tahu orang yang mengejar meaning itu menjalankan sesuatu yang mereka cintai dan menimbulkan kebahagiaan. Dan bahagia itu benih untuk meraih keberhasilan. Orang yang mengejar gaji berpikir sebaliknya, kaya dulu, baru bahagia. Dan ini tumbuh subur kala orang dituntut lingkungannya untuk mengkonsumsi jauh lebih besar dari pendapatan.
Sebaliknya, mereka yang membangun meaning, tahu persis, musuh utama mereka adalah konsumsi yang melebihi pendapatan.
Potret Diri
Kalau saya merefleksikan ke belakang tentang hal-hal yang saya jalani dalam hidup saya, maka dapat saya katakan saya telah menjalani semua yang saya sebutkan di atas. Sementara teman-teman yang 30 tahun lalu memamerkan kartu kreditnya (saat itu adalah hal baru bagi bangsa ini), pekerjaan dengan gaji besar, jabatan dan seterusnya, kini justru tengah mengalami masa-masa yang pahit.
Seorang pengusaha besar mengatakan begini: “Uang itu memang tak punya mata, tetapi mempunyai penciuman. Ia tak bisa dikejar, tapi datang tiada henti pada mereka yang meaning-nya kuat.”
Di dinding perpustakaan kampus Harvard saya suka tertegun membaca esay-esay singkat yang ditulis oleh para aplikan yang lolos seleksi. Dan tahukah Anda, mereka semua menceritakan perjalanan membangun meaning. Maka saya tak heran saat Madame Sofia Blake, istri duta besar Amerika Serikat di sini berkunjung ke Rumah Perubahan minggu lalu, ia pun membahas hal yang sama untuk membantu 25 putra-putri terbaik Indonesia agar bisa tembus diterima di kampus utama dunia.
Meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang, yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang anda sebut sebagai branding. Anda bisa mendapatkannya bukan melalui jalan pintas atau lewat jalur cara cepat kaya.
Meaning itu dibangun dengan cara yang berbeda dari yang ditempuh pekerja biasa. Dari terobosan-terobosan baru. Dan kadang, dari bimbingan orang-orang besar yang memberikan contoh dan mainan baru. Ya, contoh dan mainan itulah yang perlu kita cari, dan terobosan-terobosan yang kita lakukan kelak memberikan jalan terbuka.
Selamat mencoba. Selamat hari Kebangkitan Nasional. Jangan lupa pemuda yang dulu membangkitkan kesadaran berbangsa di negri ini adalah juga para pembangun meaning.
Selasa, 04 Agustus 2015 - , , , , , , , , , , 0 komentar

Program Bakti Sosial Tahun Baru 1437H

Assalamualaikum wr. wb.
Menyambut Tahun Baru Islam 1437 H, Yayasan Wakaf Minhajul Munawwaroh dan Yayasan At Thoyyibah menyelenggarakan serangkaian acara, diantaranya:
  1. Sepeda Hias dan Santai ( anggaran Rp 4.000.000 )
  2. Lomba Hafalan Quran, Sholat dan Adzan ( anggaran Rp 3.000.000 )
  3. Sunatan Massal ( anggaran Rp 5.000.000 )
  4. Olimpiade Remaja Masjid/Mushola ( anggaran Rp 5.000.000 )
  5. Tahlil Massal ( anggaran Rp 3.000.000 )
  6. Pengajian Akbar ( anggaran Rp 10.000.000 )
Totak Biaya dibutuhkan sekitar Rp  30.000.000 (tiga puluh juta rupiah)

khusus untuk acara nomer 1 sampai 4, insya Alloh di tangani para remaja Masjid dan Mushola
bagi donatur bisa berpartisipasi dengan cara mentransfer donasi ke rekening Mandiri-1390002077760 dan BCA-0960355253 atas nama Syarif Thoyib, konfirmasi ke 085693772077 via SMS/WA
Jumat, 08 Mei 2015 - , , , , 0 komentar

Marhaban Ya Ramadhan 1436 H

Assalamualaikum wr.wb.
Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1436 H, Takmir Mushola Al Mushola dan Yayasan At Thoyyibah mempunyai agenda kegiatan sebagai berikut:
1. Sholat Tarawih
2. Buka dan Sahur Bersama
3. Belajar Baca dan Tulis Al Quran untuk Manula
4. Hafalan Al Quran
5. Cerdas Cermat Santri
6. Lomba Adzan
7. Lomba Gerakan dan Bacaan Sholat
8. Tadarus Al Quran
9. Kerja Bakti
10. Pengecatan Tembok Mushola

Saudaraku sekalian yang berminat sedekah berupa donasi Infaq dan Sedekah bisa menyalurkan via Transfer ke Rekening Mandiri - 1390002077760 dan/atau BCA - 0960355253 atas nama Syarif Thoyib Cabang Cilacap.
Demikian program Kami, atas partisipasinya diucapkan terima kasih dan Semoga Alloh Ta'aala membalas dengan berlipat ganda..Amin Ya Robbal Alamin
Yayasan At Thoyyibah
Jalan Nusa Indah 536 Maoslor
Maos Cilacap-53272

Kamis, 13 Juni 2013 - , , , , , , 0 komentar

Team Marketing Takaful Keluarga Cilacap



Assalamu'alaikum wr wb.,

Kami dari PT Asuransi Takaful Keluarga, asuransi pertama dan terbaik syariah mengundang akhhi/ukhti, ikhwan/akhwat, rekan-rekan untuk bergabung dalam mengembangkan ekonomi syariah, dengan menjadi "Takaful Financial Consultant (TFC)" Asuransi Syariah.

Bisa untuk full time / freelance.


Profesi di bidang asuransi syariah saat ini sangat menjanjikan, terbukti dengan semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya asuransi yang berbasis syariah.
Berkarir di dunia asuransi syariah, berarti kita juga mempunyai andil dalam memajukan perekonomian Islam dan memberikan perlindungan finansial kepada keluarga-keluarga Indonesia yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.


Persyaratan:

1.Muslim/Muslimah dan memiliki wawasan ke-Islam-an,
2.Pendidikan minimal SMU +, lulusan D3-S2 semua jurusan,
3.Memiliki jaringan yang luas, dan menyukai bidang penjualan,
4.Mempunyai motivasi yang kuat untuk sukses dan mejadi kaya dunia akhirat,
5.Mempunyai rekening bank syariah karena komisi, bonus dll akan langsung ditransfer oleh perusahaan,
6.Pengalaman tidak diperlukan dan terbuka juga untuk eks agen-agen asuransi selain Takaful,
7.Bisa bekerja part time/full time.

Fasilitas:

- Pendapatan tak terbatas s/d passive income,

- Asuransi kesehatan, jiwa & kecelakaan,
- Training berkelanjutan, termasuk wawasan keislaman,
- Jenjang karir yang jelas,
- Bonus pergi haji/umroh gratis, kendaraan, laptop dan hadiah lainnya,
- Jenjang komisi yang sangat menarik,
- Support dari team manager, administrasi yang handal & syariah.

Jika berminat, silahkan email cv ke syarif.thoyib@gmail.com
 
Man jadda wa jada! Barang Siapa bersungguh-sungguh, Insya Alloh tercapai cita-citanya
Hidup ini singkat, maka manfaatkanlah
Insan terbaik adalah yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

Syarif Thoyib
Takaful Financial Consultant Of Representative Office
085693772077
www.syarift.blogspot.com
Kamis, 27 Desember 2012 - , , , , , , , , , 0 komentar

Up My Life - 2013


Nama                    : Syarif Thoyib
Alamat                  : Jalan Nusa Indah 536 Maoslor, Maos , Cilacap
Saat ini saya masih bekerja sebagai PNS di Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Jawa Tengah II Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat.
Selain itu, saya juga berbisnis berbagai macam, mulai pulsa, loket PPOB, Property, Logam Mulia, Dinar, Dirham, Oriflame, K-Link, SophieParis dan masih banyak lagi.
Tahun 2010 saya mengalami kekacauan usaha, karena kena tipu bisnis model investasi, dengan mengalami kerugian , mungkin secara total jenderal sekitar 200juta rupiah, dengan dibantu mertua dan isteri, kejadian aku lupakan, dan mulai merintis dari bawah lagi.
Dan saat ini, kertas ini saya tulis, saya mempunyai beberapa obsesi, dan insya Alloh dimudahkan dengan disertai Sholat, Puasa, dzikir, sedekah dan lain sebagainya, diantaranya:
  1. Berangkat haji bersama isteri Barokahtun Alfiah
  2. Memberangkatkan haji Orang Tua dan Mertua
  3. Punya usaha dengan cabang sebanyak 25buah ditahun 2013 dengan karyawan 50 orang
  4. Membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya
  5. Mendirikan sebuah yayasan yang bergerak dibidang Pendidikan dan Sosial
  6. Membeli lahan seluas 1 ha untuk didirikan sebuah Pondok Pesantren Penghafal Al-Quran dengan cara patungan usaha
  7. Membuka usaha rental mobil
  8. Mengurangi beban riba dan pada gilirannya menciptakan ekonomi syariah
  9. Meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

Semoga Alloh Ta’ala memberkahi dan memudahkan niat yang telah saya tulis ini, amin ya robbal ‘alamin
Senin, 14 Mei 2012 - , , , 0 komentar

Ahad, 13 Mei 2012 with Raihan






















Kamis, 23 Februari 2012 - , , , , , , , 0 komentar

Kecelakaan Bis


akhir-akhir ini banyak sekali, alat transportasi mengalami kecelakaan, baik karena human error maupun bener-bener musibah
hari ahad, tanggal 12 Februari 2012, cuaca mendung dan menjelang sore hujan deras mendera, berhubung aku tidak bawa kendaraan, maka aku harus cari tiket bis..
karena biasa menggunakan Bis Efisiensi, maka sekitar jam 16.00 WIB meluncurlah aku ke agen bis terdekat yang ada di Maos
ternyata, agennya tutup sejak hari Sabtu, karena ada penumpang yang sedang menunggu juga, setelah aku rayu, mau untuk numpang Beat meluncur ke Sampang, ke agen bis tapi beda kecamatan...
sampai di sana, ternyata tiket tinggal satu, dan aku tawarkan ke rekan yang sudah menunggu, tapi tidak mau, dengan alasan berangkatnya tertlalu malam, setelah basa-basi, akhirnya tiket itu aku beli dengan jam berangkat 19.30wib
bakda maghrib, hujan deras mengguyur, dengan bantuan Itmam, aku minta diantar ke Sampang berhujan ria..
akhirnya bis yang aku tunggu datang, karena dah ngantuk, langsung tertidur..
setelah istirahat di rest area Kebumen dilanjutkan lagi dan tidur lagi..
bangun-bangun dah masuk terminal Jogja, begitu turun, langsung oper bis yang sedang standby yaitu bis Mira
setelah naik sekitar jam 00.15 meluncur, dalam hati aku berfikir, ini kendaraan, melaju terlalu kencang, karena mata masih ngantuk, setelah berdoa,a ku tidur lagi...
bangun dah masuk terminal solo, kemudian naik ojek ke Manahan...
esok harinya pas selasa muncul berita, ada kecelakaan bis Mira sekitar jam 03.00, aku pikir ini adalah bis yang aku naiki, dengan perkiraan sekitar 2 jam setelah terminal solo, karena aku turun sekitar jam 01.15menit
Sabtu, 18 Februari 2012 - , , , , , , 0 komentar

remaja masjid Al-Hikmah

sesuai rencana, hari Ahad tanggal 18 Maret 2001, saya melaksanakan Ijab Qabul pernikahan denga Calon isteri saya yang bernama Barokahtun Alfiah..
pada sehari sebelumnya yaitu Sabtu tanggal 17 Maret 2001, saya masih piket dikantor, karena sudah mulai ramai penerimaan SPT Tahunan, karena saya ambil cuti mulai tanggal 19-21 maret 2001
setelah beres-beres kerjaan...
sesuai jadwal juga malam ahad, saya tunggu di pertigaan DamMalang rombongan bis Utama, sekitar ja, 01.30WIB, ketika bis berhenti, ternyata tidak ada rombongan remaja masjid al-Hikmah..
akhirnya saya menunggu sekitar 1 jam lagi..
jam 02.30 ..alhamdulilah melintas bis Utama lagi, dan ternyata ada teman-teman dari masjid di Solo itu..
karena masih pagi, teman-teman beristirahat di mess Kauman, sambil menunggu waktu subuh...
sekitar bersama ari, saya berinisiatif untuk mencari sarapan sebanyak 30 bungkus, karena saya belum bisa naik motor, sambil berboncengan motor atas pinjaman saudari Renny, kita mencari sarapan untuk rombongan remaja masjid dan keluargaku untuk sarapan menjelang pernikahan..
terima kasih rekan-rekan semua

23 Januari 2012

acara hari ini diawali dengan bersih-bersih tempat wudlu mushola Al-Musthofa dibantu Inas dan Raihan, kerjasama, kurang lebih selama 1jam, setelah dirasa cukup, dilanjutkan dengan cuci baju manual, kerjasama dengan ummi, selesai dijemur, dilanjutkan dengan mandi..wow..segarrrr
kemudian mengabulkan permohonan Raihan untuk perbaikan ban Sepeda kecilnya di pasar Sampang, trus bablas ke Kesugihan beli makanan kecil...
sampai rumah lagi menjelang dhuhur tidur sebentar, kemudian sholat duhur di Mushola, selesai sholat tiduran sambil liat tivi...kemudian persiapan pulang, setelah kontak dani dan Aat, berangkat jam 2 siang...sampai purworejo sekitar tengah 5, kemduain mampir sholat dan isi bensin...
sampai wates sekitar 17.30 dah ditunggu Aat..perjalanan dilanjutkan..
alhamdulillah, perjalanan lancar, setelah antar Aat di kost, kemudian Dani di Kota barat terus dilanjutkan ke manahan, alhamdulillah sekitar jam tengah 9 malam dah nyampe...setelah buka bekal bersama satpam, tidur di mobil sekitar jam 23.30...
Senin, 16 Januari 2012 - , , , , , 0 komentar

15 Januari 2012


futsal jam 7 pagi melawan anak-anak santri Alfatah, mangstab bangetssss..
dilanjutkan dengan meluncur ke Cilacap untuk takziyah ke ibu Kasmirah dengan 2 mobil, dilanjutkan dengan ke pantai teluk penyu sampai masuk waktu duhur, sebelum nyampai rumah pesan tiket Efisiensi dulu, terus meluncur ke Sampang, saudara pesan tiket untuk bis malam, alhamdulillah dapat jam 17.30
setelah tiduran sebentar, bakda ashar berkemas-kemas
jam 17.10 diantar isteri dan ananda Raihan ke pool bis Efisiensi..
start 17.31 langsung tertidur, sampai Kebumen turun untuk sholat maghrib dan isya, kemudian jalan lagi..
sampai Jogja oper bis Sumber Slamet, karena ketiduran, kebablasen sampai terminal Tirtonadi
- , , , , 0 komentar

14 Januari 2012


karena capek, bakda subuh aku lanjutkan untuk rebahan, sambil menunggu isteri pulang dari TK, ternyata lik Sukardi mau beli oleh-oleh untuk saudara di Jakarta
oh ya...keluarga besari dari jakarta berdatangan, akrena mau ada acara 100 mengenang meninggalnya H. Muhammad Amin alias SanMustam, semoga diterima amal ibadahnya dan diampuni dosanya..amin
rencana naik motor batal, karena mau pesen oleh-oleh tadi , jadi rombongan ke Cilacap, sambil berkeliling, mengitari pabrik PT. Holcim Cilacap, terus ke Lomanis Pertamina Cilacap, sekalian sholat Dhuhur di Masjid Agung Cilacap, dilanjutkan nyari oleh-oleh, di Jl. Bakung, ternyata tutup, belok arah ke komplek Rita, nyari VCD dan DVD paddle POP, pesenan ananda Raihan, kemudian dilanjutkan mencari oleh-oleh ke Sari Rasa, aku tinggal sebentar ke mas Bony, untuk ambil barang Gadaian, 2 Dinar dan 5gr LM, setelah pamitan, menjemput kembali, terus pulang ke Maos
malam hari acara 100 hari tersebut..alhamdulillah, acara berjalan lancar